Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 29


__ADS_3

"Apa bibi yakin dengan apa yang bibi lihat?" suara lembut diseberang sana terdengar riang. Bu Widya yang langsung mendapatkan kabar dari pembantu anaknya merasa senang, kalau sang putra sudah kembali menjadi pribadinya sendiri dan tidak lagi berada dalam kendali istrinya yang tamak itu.


"Sangat yakin nyonya, pak Hamzah malah bersikap tidak perduli dan memilih mengunci pintu kamarnya dari dalam. Sekarang Bu Bella dan ibunya tengah kesal oleh sikap pak Hamzah tersebut." Sahut bi Titin dengan suara lirih agar tak terdengar siapapun.


"Alhamdulillah, semoga Hamzah mengambil keputusan yang tepat untuk istrinya itu. Karena sikap Bella sudah sangat keterlaluan." balas Bu Widya yang terdengar menghembuskan nafasnya kasar.


"Amiin nyonya, semoga saja setelah ini Bu Bella sadar dan mau berubah." Bi Titin menimpali dengan doa yang tulus.


"Semoga saja, Bi.


Tapi kok gak yakin kalau si Bella mau berubah dan menyadari kesalahannya. Tapi ya semoga saja.


Dan tolong Bi Titin awasi mereka, jangan sampai mereka kembali melakukan sesuatu yang bisa merugikan Hamzah bahkan mencelakainya. Tolong ya, Bi." Balas Bu Widya dengan penuh permohonan kepada pembantu yang sudah dianggapnya keluarga sendiri.


"Siap nyonya. Insyaallah saya akan terus mengawasi dan menjaga pak Hamzah dari niat jahat mereka." sahut bi Titin sungguh sungguh dan panggilan pun berakhir.


Bi Titin yang sudah selesai membereskan semua pekerjaannya memilih untuk istirahat karena malam sudah semakin larut.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hamzah yang sudah bangun dari sebelum subuh, baru saja selesai mengaji. Hamzah bangun dari jam tiga pagi, melaksanakan sholat malam dan diteruskan dengan berdzikir hingga terdengar adzan subuh, lalu mengerjakan sholat subuh habis itu dilanjutkan dengan mengaji Alquran. Hamzah benar benar sudah kembali menjadi dirinya yang dulu. Yang taat pada ajaran agamanya dan tidak pernah absen dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai, Hamzah bersiap siap untuk pergi ke kantor. Saat membuka pintu kamarnya, ternyata sudah ada Bella yang berdiri dengan penampilan kusutnya.


"Mas." Sapa Bella yang berusaha sekuat tenaganya untuk tidak marah dan menahan dirinya agar bisa bersikap lembut demi meraih simpati suaminya lagi.


"Ya.


Kamu baru bangun?" sahut Hamzah dengan wajah datarnya, matanya menelisik penampilan sang istri yang masih berantakan.


"Semalam aku gak bisa tidur.


Kepikiran sama kamu terus. Aku sedih kalau mas terus menerus bersikap seperti ini padaku. Aku gak bisa di beginiin, mas." Lirih Bella yang kini sudah terisak, mulai memainkan sandiwaranya yang sudah dia susun bersama ibunya sejak tadi malam.


"Lalu?


Apa itu berarti kamu mau menerima keputusan yang sudah aku ambil kemarin untuk kita?" Balas Hamzah yang menatap lekat wajah istrinya yang sudah basah oleh air mata.


"Iya, aku akan berusaha menerima.


Asal mas Hamzah mau memaafkan aku dan berjanji untuk adil." sahut Bella dengan suara terbata.


"Itu artinya kamu akan mulai berubah dalam bersikap. Dan aku ingin istriku menjadi wanita muslimah yang taat. Tolong, mulai detik ini, lakukan kewajiban kamu sebagai seorang muslimah. Wajib menjalankan sholat lima waktu dan mulailah belajar memakai hijab saat keluar rumah. Bisa?" Balas Hamzah yang kini sudah menatap dalam pada manik mata yang langsung membola mendengar penuturannya barusan.

__ADS_1


"Apa, mas?


Aku harus merubah penampilan?


Aku gak mau terlihat kampungan hanya karena memakai baju kayak Anniyah.


Tolong, jangan minta aku harus bisa sepertinya.


Aku dan Anniyah berbeda. Harusnya kamu mengerti itu, mas." Tekan Bella yang mulai tersulut emosi oleh permintaan Hamzah.


"Aku sebagai suami kamu hanya ingin mengingatkan dan menuntun istriku ke jalan yang benar. Tapi kalau kamu keberatan, itu terserah kamu. Tapi tolong, hargailah suamimu ini." sahut Hamzah yang langsung memasang wajah dingin.


"Tapi tidak harus seperti Anniyah.


Aku ya aku, tolong pahami perasaan ku." Teriak Bella yang dadanya sudah naik turun sangking kesalnya. Sedangkan Hamzah memilih diam dan berlalu menuju ke arah dapur untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor.


"Bi, tolong siapkan sarapan dan bekal makan siang ku ya." Hamzah langsung duduk di kursi meja makan, menyeruput kopi yang sudah di hidangkan oleh bi Titin. Lalu menunggu wanita paruh baya yang sudah dianggapnya keluarga sendiri itu menyiapkan sarapannya.


Hamzah menikmati sarapannya sendirian, tak lagi mau ambil pusing dengan kelakuan Bella dan mertuanya. Hamzah sengaja bersikap tegas agar mereka tidak lagi memanfaatkan dirinya dan bersikap sesukanya. Hamzah ingin benar benar memperbaiki hidupnya dan berusaha menyadarkan Bella dari kesalahannya, meskipun dia harus bersikap tega pada wanita yang masih sangat dia cintai itu.


"Hamzah, ibu mau bicara." Tiba tiba Bu Lasmi sudah duduk di hadapan Hamzah dengan wajah masam.


"Bicara saja, Bu.


Hamzah pasti dengarkan." sahut Hamzah santai sambil mengunyah nasi di mulutnya.


Dimana hati nurani kamu, Hamzah?


Kamu sudah menyakiti putriku, dan saya ibunya tentu tidak terima." Tekan Bu Lasmi dengan tatapan tajam, wajahnya sudah memerah karena marah.


"Lalu, apa yang ingin ibu lakukan?


Hamzah sudah memutuskan apa yang seharusnya Hamzah lakukan. Bukankah ibu juga sudah tau, apa yang Bella lakukan selama ini?


Dan untuk Anniyah, dia datang bukan atas keinginannya ataupun keinginanku, tapi putri ibu sendiri yang menginginkan dan membawa Anniyah dalam hubungan kami.


Hamzah harap, ibu pun tidak lupa, kalau ibu juga ikut andil dalam masalah itu." Sahut Hamzah tenang, dengan senyuman tipis dibibirnya.


Membuat Bu Lasmi semakin geram dan tidak bisa berkata kata lagi. Hamzah sudah benar benar berubah dan tidak bisa dikendalikan lagi seperti dulu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

__ADS_1


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2