Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 50


__ADS_3

"Asalamualaikum!" Suara Hamzah membuyarkan lamunan Anniyah yang tengah memikirkan nasibnya saat ini. Terjebak dalam sebuah hubungan yang rumit.


"Waalaikumsallm. Mas, sudah makan?" Sambut Anniyah yang langsung menghampiri suaminya dan mencium tangannya takzim. Hal yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh Bella selama menjadi istrinya.


"Sudah, tadi makan dirumahnya mama. Kamu kok sendirian, kemana Ayu?" Sahut Hamzah yang berusaha bersikap biasa saja, padahal di dalam hatinya sangat gugup sekali. Menatap wajah teduh Anniyah membuatnya selalu merasakan kagum dan memuja di dalam hatinya.


"Ayu, ada di dalam kamarnya. Lagi ngerjain tugas sekolah. Mas, baik baik saja kan?" Balas Anniyah yang sebenarnya ingin banyak bertanya soal masalah yang terjadi antara Hamzah dan Bella.


"Alhamdulillah, aku baik baik saja." Sahut Hamzah tenang dan tidak berniat membahas masalahnya dengan Bella di hadapan Anniyah.


"Em, mas mau dibuatkan kopi?" Anniyah berusaha mengerti dan tak lagi ingin menanyakan apa yang bukan jadi ranahnya.


"Boleh, terimakasih ya. Kopinya bawa ke kamar saja, aku sambil mau menyelesaikan tugas kantor." Sahut Hamzah, sambil berjalan menuju ke dalam kamar pribadi mereka.


Anniyah mengangguk dan berlalu menuju dapur untuk membuatkan kopi kesukaan Hamzah.


Sedangkan Hamzah, berniat menyelesaikan pekerjaan yang tadi belum dia selesaikan. Fokus dengan angka angka di layar datarnya.


"Mas, kopinya." Dengan hati hati, Anniyah meletakkan cangkir yang berisi kopi hitam di atas meja. Saat kakinya akan melangkah pergi, Hamzah mencekal pergelangan tangan Anniyah dengan sorot matanya yang tajam.


"Duduklah disini, temani aku menyelesaikan pekerjaanku." Lirih Hamzah dengan iris mata yang tak berpaling dari menatap wajah cantik istrinya.


"Iya, mas. Tapi aku takut membuatmu terganggu." Balas Anniyah canggung, dan bingung harus melakukan apa. Jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan laki-laki yang mulai mengisi hatinya.


"Sini, duduklah disampingku. Kamu tidak akan mengganggu apapun. Justru kamu akan jadi semangatku untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini." Hamzah menimpali ucapan istrinya dengan lemah lembut.


Anniyah meletakkan bokongnya di sofa empuk samping Hamzah. Berdiam diri dengan sejuta pikiran yang dia sendiri tak bisa menerjemahkan. Senang, canggung, dan juga mulai menikmati aroma wangi tubuh sang suami. Hamzah melirik sekilas ekspresi tegang sang istri dengan senyuman penuh arti.


"Jangan tegang begitu, Anniyah. Aku ini suami kamu, bukan penjahat." Kekeh Hamzah yang membuat Anniyah merona menahan malu.


"Dari pada kamu tegang begitu, ambil juga laptop milikmu. Kamu bisa mengetik cerita juga disini, kita kerja sama sama." Sambung Hamzah dengan senyuman hangat yang mampu menghipnotis Anniyah untuk langsung menuruti ide suaminya. Anniyah yang langsung bergerak mengambil laptopnya dan membawanya di dekat Hamzah.


Dan benar adanya, rasa tegang dan canggung pada akhirnya hilang dalam diri Anniyah, hingga dirinya larut dengan alur cerita yang dia ketik. Sampai sampai tak menyadari jika Hamzah sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mulai menatap dalam, wajah teduh Anniyah.


"Cantik." Lirih Hamzah yang membuat Anniyah langsung menoleh ke arahnya.


"Kamu kalau serius begitu makin cantik." Hamzah yang sudah yakin dengan perasaannya tak lagi ingin bersikap kaku di hadapan wanita yang juga istrinya. Anniyah yang merasa di goda suaminya pun langsung merona. Ada debaran halus yang langsung menggetarkan hatinya.


"Mas sudah selesai?" Balas Anniyah yang mengalihkan obrolan.

__ADS_1


"Sudah dari tadi. Kamu saja yang asik mengetik, sampai sampai tidak sadar aku tatap dengan tatapan cinta." Sahut Hamzah yang membuat Anniyah langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena geli dengan rayuan Hamzah.


"Kenapa ditutup?


Dipandang suami itu pahala.


Anniyah, aku ingin kita akan terus bersama. Temani aku hingga tua bersama anak anak kita nantinya. Dan jangan pernah mengkhianati cintaku apapun yang terjadi. Kamu bisa?" Sambung Hamzah dan tangannya menurunkan kedua tangan istrinya agar tidak menutupi wajahnya lagi. Biar puas menatap bidadari halalnya.


"Mas, aku ..." Lirih Anniyah yang kelu tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Aku tau, kamu juga mulai mencintaiku. Kita sudah sama sama jatuh cinta, Anniyah.


Mari kita jalani ini dengan cara yang baik, dan tetaplah setia untukku." Balas Hamzah yang mengerti akan keraguan Anniyah.


"Bagaimana dengan mbak Bella, mas?


Aku takut hubungan kita akan menyakitinya. Aku tidak mau jadi duri yang menghancurkan rumah tangga kalian." Sahut Anniyah dengan bibir bergetar menahan perih di dalam hatinya.


"Bella yang membuat semuanya rumit.


Dia tega melakukan apapun untuk membodohi diriku. Tadi aku memergoki dia ke hotel dengan selingkuhannya, padahal aku sudah memperingatinya untuk tidak berhubungan lagi dengan laki laki itu. Tapi kenyataannya dia justru tidur bersama laki laki itu tanpa memperdulikan perasaanku." Hamzah meluapkan perasaannya, dan memang hatinya terluka dengan sikap Bella yang tak menghargainya.


"Setialah untukku, aku mohon!" Sambung Hamzah yang meraih tubuh Anniyah ke dalam pelukannya.


"Insyaallah, mas." Jawab Anniyah yang mengalir begitu saja. Hingga mereka larut dalam dekapan yang membangkitkan syahwat keduanya, dan berakhir dengan hubungan suami istri yang menyatukan hati mereka semakin dalam. Saat ini Anniyah sudah menjadi candu untuk Hamzah.


Cinta memang bisa datang karena terbiasa. Dan cinta akan singgah di saat hati ada yang patah. Begitulah Hamzah, terbiasa dengan sikap acuh Bella dan akhirnya menemukan Anniyah yang begitu perduli dan perhatian, melakukan tugasnya sebagai istri dengan sempurna, hingga akhirnya membuat Hamzah benar benar jatuh cinta saat hatinya terluka oleh pengkhianatan Bella.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2