Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 44


__ADS_3

"Kamu kok bawa bawa koper, memangnya mau kemana?" Kembali Bu Lasmi melontarkan tanya dengan raut wajah mengkerut, saat melihat Hamzah keluar dari kamarnya dengan menyeret koper.


"Ada urusan pekerjaan, Hamzah pergi dulu, ma. Asalamualaikum." Sahut Hamzah dingin tapi tetap berusaha sopan pada mertuanya itu, walaupun hatinya tengah terbakar amarah oleh kelakuan anak dari sang mertua.


************


Sedangkan di lain tempat, orang suruhan Hamzah sedang melakukan tugasnya. Mengambil mobilnya Bella yang sedang dititipkan dirumah salah satu temannya.


"Silahkan anda telpon langsung sama pak Hamzah, karena memang saya disuruh beliau untuk mengambil mobil istrinya. Karena saat ini Bu Bella sedang bersama pak Hamzah, mereka jalan dengan satu mobil." Feri berhasil meyakinkan teman Bella dan langsung membawa mobil tersebut dengan perasaan lega, bahkan STNK mobil tersebut ternyata juga ada di dalam mobil di taruh di dalam dasboard. "Beruntung sekali pak Hamzah, jadi tidak perlu susah susah untuk merebut STNK sama istrinya yang tukang selingkuh itu." Gumam Feri dengan senyum penuh arti. Feri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menemui orang suruhan Hamzah yang tengah berada tak jauh dari hotel tempat Bella memadu kasih dengan selingkuhannya.


"Kamu bawa saja mobil yang ini, tunggu sebentar biar aku urus mobil laki laki itu." Feri memberikan kunci mobilnya Bella pada Bagas. Dan langsung pergi untuk mengambil mobil laki laki yang jadi selingkuhannya Bella. Tidak terlalu sulit, karena STNK mobil tersebut juga ada di dalam mobil, hingga penjaga parkir hotel percaya saja kalau karcis parkir hilang, karena feri bisa menunjukkan STNK dan bahkan BPKB mobil tersebut.


Setelah mendapatkan apa yang di perintahkan atasannya, Feri dan Bagas langsung tancap gas meninggalkan hotel menuju tempat aman untuk menyembunyikan kedua mobil tersebut.


"Hallo, bagaimana kerjaan kamu, Fer?


Berhasil?" Hamzah tengah menghubungi Feri melalui sambungan teleponnya.


"Aman, bos. Dua duanya sudah kita amankan." Sahut Feri tegas dengan gaya santainya.


"Baiklah, sekarang kamu balik ke kantor.


Yang penting sudah aman. Kalau ada yang mau beli, langsung jual saja. Kalau kamu mau, kamu boleh pakai." Sahut Hamzah dengan suara serius.


"Siap, pak! Terimakasih." Sahut Feri tersenyum senang, meskipun Hamzah tidak bisa melihatnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Kamu gak ngantor, jam segini kok sudah kesini?" Sambut Bu Widya pada sang anak.


"Tadi ngantor sebentar, ada urusan uang jauh lebih penting, Hamzah harus pulang dan menyelesaikan semuanya sebelum terlambat." Sahut Hamzah yang langsung menarik nafasnya kasar. Merebahkan tubuhnya diatas sofa mewah di rumah orang tuanya.


"Ada masalah apa?

__ADS_1


Kayaknya serius banget, apa soal Bella?" Balas Bu Widya yang terus menatap penuh selidik ke arah sang anak.


"Iya, ma. Hamzah menyesal karena baru menyadari sekarang. Harusnya sejak dulu Hamzah sudah mengambil keputusan, agar Bella tidak leluasa memanfaatkan cintanya Hamzah." Sahut Hamzah dengan wajah mengeras.


"Kamunya aja gak sadar kok, selama ini kamu kan berada dalam pengaruh peletnya si Bella. Wajar saja kalau kamu nurut dengan semua kemauannya perempuan itu. Tapi sekarang kamu sudah terbebas dari sihir itu. Makanya, kamu harus nambah ibadah kamu, rajin sholat, dan jangan putus berdzikir. Anniyah lebih cocok mendampingi kamu, dia perempuan baik baik dan sederhana, mama suka kalau kamu bisa lebih membuka hatimu untuk dia." Balas Bu Widya panjang lebar.


"Iya, ma. Hamzah juga sedang berusaha untuk menerima Anniyah seutuhnya. Dia memang berbeda. Dengan Anniyah, aku merasa dihargai dan diperlakukan sebagai seorang suami yang sesungguhnya. Yang selama ini tidak aku dapatkan dari diri Bella." Sahut Hamzah, menatap nanar ke sembarang arah.


"Lha wong dia cintanya cuka palsu, yang diinginkan hanya uangmu saja. Ya begitu itu jadinya." Balas Bu Widya dengan nada tak suka.


"Ceritakan sama mama, kamu sedang ada masalah apa sama Bella?" Sambung Bu Widya menatap lekat pada wajah Hamzah yang terlihat kusut.


"Orang suruhanku mengirimkan semua bukti perselingkuhan Bella dengan laki laki itu, saat ini mereka sedang bersenang-senang di hotel berdua. Dan aku sudah memutuskan untuk meninggalkan Bella dan memberinya pelajaran terlebih dahulu. Sebelum pergi, aku sudah mengamankan mobil Bella dan mobil selingkuhannya yang dibeli dengan uangku. Bahkan semua aset kini sudah aku amankan. Hamzah akan taruh disini, tolong mama jaga." Sahut Hamzah yang memijat pelipisnya, perasaan cinta itu jujur masih ada dihatinya, namun terkalahkan oleh rasa benci dan kecewa yang teramat dalam.


"Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat. Istrimu itu memang pantas diberikan pelajaran, kita lihat, bisa apa dia tanpa uangmu, apalagi gaya mertua kamu itu, lagaknya kayak sudah paling kaya saja. Huh!" Sungut Bu Widya yang kesal jika teringat dengan tingkah besan dan menantunya itu.


"Setelah ini, mereka pasti akan bikin ulah. Tidak terima dengan keputusan kamu, ingat ya Hamzah, kamu harus tegas dan jangan sampai luluh sama drama yang dimainkan oleh istrimu itu. Dia sangat licik dan pandai bersandiwara. Kamu harus hati hati, dan jangan pernah putus berdoa untuk membentengi dirimu agar tidak masuk dalam jebakan mereka yang licik itu." Sambung Bu Widya yang geram dengan kelakuan Bella dan ibunya.


"Insyaallah, ma. Dan tolong, cepat sadarkan Hamzah jika nanti ada sesuatu yang lain dari Hamzah. Tapi insyaallah semua akan baik baik saja, Hamzah akan berhati hati menjaga diri dari mereka." Sahut Hamzah yang memang sudah sangat berhati hati setelah tau kebenarannya dia di pelet, tak lagi mau minum atau makan apapun yang disuguhkan oleh Bella dan ibunya. Dan selalu rutin meruqyah dirinya setiap kali kepalanya terasa sangat berat dan mulai terus memikirkan wajah Bella. Hingga kiriman yang ditujukan pada Hamzah akhir akhir ini selalu tidak pernah berhasil, membuat Bu Lasmi semakin pusing dibuatnya.


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :

__ADS_1


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2