Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 73


__ADS_3

"Dih, siang siang pada basah saja sih." Sindir Rena yang menatap ke arah Hamzah dan Anniyah yang baru saja keluar dari kamar mereka.


"Usil, anak kecil dilarang komentar urusan orang dewasa." Sahut Hamzah santai sambil melirik gemas ke arah adik perempuannya. Anniyah yang kaget dengan keberadaan Rena tertunduk malu lantaran ketahuan oleh adik iparnya yang memang suka banget usil itu.


"Yeeee, bentar lagi udah mau lulus, siapa bilang aku anak kecil." Sungut Rena tak mau kalah dengan sindiran kakaknya.


"Tau ah, bawel." Balas Hamzah yang menggandeng tangan istrinya menuju meja makan dan diikuti oleh Rena dibelakang mereka.


"Aku nungguin dari tadi, padahal perut sudah keroncongan." Sambung Rena yang langsung duduk di salah satu kursi sambil menuangkan nasi diatas piringnya.


"Salahin sendiri, siapa yang gak mau makan duluan?" Sahut Hamzah sambil memicingkan matanya. Dibalas cebikan gemas oleh sang adik. Anniyah hanya terkekeh saja melihat kelakuanku adik kakak itu.


"Sudah, sana makan yang banyak. Nanti aku kasih uang jajan lebih. Gak usah bawel Mulu." Balas Hamzah yang membuat Rena langsung membulatkan matanya tak percaya menatap kakaknya.


"Yang bener, mas?" Balas Rena masih tak percaya, tapi terlihat antusias dengan ucapan kakaknya.


"Iya, makan dulu. Nanti aku kasih dua kali lipat kayak biasanya. Mas lagi bahagia karena proyek di Kalimantan gol." Sahut Hamzah santai, sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Waaah, asiiik. Thankyou kakakku sayang. Yang sering sering saja sih kayak gini, hehee." Kekeh Rena sambil menarik turunkan alisnya.


"Habis makan siap siap gih, temani kakak ipar kamu buat belanja di mall. Mau kan sayang?" Sambung Hamzah yang mengalihkan tatapannya pada Anniyah yang langsung menoleh ke arahnya.


"Kan sudah belanja bulanan seminggu yang lalu, mas. Mau belanja apa lagi?" Sahut Anniyah sambil mengerutkan keningnya.


"Nah, kan. Selalu saja protes setiap diajak belanja. Padahal perempuan itu paling suka kalau disuruh belanja, hmm." Balas Hamzah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya gemas menatap wajah cantik istrinya.


"Ngikut sajalah, mbak. Biar nanti aku yang bantuin buat habisin uang suami kamu, hehehe." Kekeh Rena dengan wajah menggoda.


"Dasar, enak saja. Kamu sudah dapat bagian sendiri, gak boleh serakah." Sahut Hamzah masam, yang dibalas tawa renyah oleh Rena.


"Kita akan belanja buat persiapan kamarnya Dede bayi, sayang. Rencananya, mas akan buat kamar kusus buat anak kita, pas dia lahir sudah punya kamar sendiri. Lagian dokter juga sudah kasih tau kalau nanti anak kita laki laki. Jadi kita sesuaikan saja kamarnya dan beli keperluan lainnya." Sambung Hamzah semangat sambil mengelus perut buncit istrinya.


"Tapi masih belum ada tujuh bulan loh, mas. Masih seminggu lagi acara tujuh bulanannya. Apa gak papa, kata orang tua pamali." Balas Anniyah yang ragu dan teringat akan ucapan neneknya dulu.


"Insyaallah gak papa, itu hanya mitos. Bismillah, kita serahkan sama Alloh." Sahut Hamzah bijak dan tenang.


"Baiklah, aku nurut saja apa katamu, mas." Balas Anniyah yang menurut pada akhirnya.

__ADS_1


"Kita akan pergi setelah sholat dhuhur. Karena nanti malam aku akan pulang ke rumah Bella. Dia belum sembuh benar, kamu gak papa kan?" Sambung Hamzah yang menatap manik mata Anniyah dalam.


"Iya, mas. Gak papa, semoga mbak Bella segera sehat. Nanti sekalian kita beli oleh oleh yang membuatnya bahagia, boleh?" Sahut Anniyah serius. Dan Hamzah langsung mengiyakan permintaan istri keduanya.


"Duh, menang banyak kamu mas?" Sahut Rena yang menimpali obrolan Hamzah dan Anniyah. Membuat Hamzah mengerutkan keningnya menatap ke arah adiknya itu.


"Menang banyak gimana?


Gak usah aneh aneh mikirnya, dasar bocil." Sahut Hamzah dengan wajah sinis. Namun bukannya takut, Rena malah terkekeh melihat ekspresi kakaknya yang memasang wajah kesal.


"Ya, menang banyak. Dapat dua istri, cantik cantik lagi. Kesana manja, kesini juga mau dimanja." Kekeh Rena yang langsung lari meninggalkan meja makan sebelum mendapat amukan dari kakaknya.


"Sudah, mas. Kayak gak tau Rena saja sih. Dia memang suka ceplas ceplos. Tapi jika dipikir pikir, ada benarnya juga sih ucapannya. Kamu menang banyak." Anniyah menatap suaminya dengan alis terangkat.


"Aku bisa apa, kalau sudah dipojokin begini, hmm?" Balas Hamzah yang menatap dalam wajah Anniyah yang cemburu.


"Aku tidak bisa memilih kalian, dan tidak bisa melepaskan kalian. Bella sudah mendampingiku bertahun tahun, meskipun kadang sikapnya membuatku kecewa. Dan kamu adalah wanita istimewa yang Alloh kirim lewat istriku yang lain, sehingga aku akan segera memiliki keturunan dari rahimmu, wanita yang begitu baik dan lembut. Tolong pahami keputusan suamimu ini." Sambung Hamzah dengan wajah memelas. Anniyah menghembuskan nafasnya dalam sebelum membalas ucapan suaminya.


"Aku mengerti, mas. Maafkan aku ya. Semoga kita bisa melewati hubungan ini dengan saling mengerti dan belajar menerima satu dengan yang lain. Namun, perasaan wanita itu lembut, dia pasti akan punya rasa cemburu ketika melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain, dan itu adalah PR untuk kamu, mas. Kamu harus bisa mengkondisikan keadaan, jangan menunjukkan kemesraan di depanku saat bersama mbak Bella. Begitu juga sebaliknya, jangan bersikap berlebihan saat bersamaku dan ada mbak Bella. Kita harus bisa menjaga perasaan masing masing. Bisa?" Balas Anniyah panjang lebar, dengan memasang wajah serius.


"Insyaallah, mas. Mungkin setelah ini mbak Bella sudah terbuka hati dan pikirannya untuk menjadi istri seutuhnya. Kamu harus bisa lebih sabar menghadapinya, bimbing dia pelan pelan." Sahut Anniyah bijak.


"Iya sayang, terimakasih untuk pengertiannya. Nanti ajak Ayu sekalian, biar dia juga bisa belanja kebutuhannya. Aku akan berikan dia seperti apa yang aku berikan pada Rena. Mereka sama sama adikku, semoga aku bisa terus adil pada kalian semua." Sambung Hamzah dengan tersenyum hangat, membuat Anniyah tersentuh dengan ketulusan Hamzah dalam memperlakukan dirinya dan juga adiknya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2