Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 14


__ADS_3

"Ren, sebenarnya kita mau kemana sih?


Kok tumben kamu jemput mbak dengan cara buru buru gini." Aku menatap wajah adik iparku itu dengan seksama, Rena justru tersenyum dan mengedipkan matanya padaku, aah genit sekali adik mas Hamzah ini.


"Mbak Anniyah tenang saja, mama sedang menyiapkan kejutan buat mbak Anniyah." sahutnya sambil tetap fokus menyetir.


"Yasudah, aku nurut saja." sahutku pasrah, bertanya lagi pun percuma, Rena pasti tidak akan mau memberitahu.


Sepanjang perjalanan aku memilih diam, sibuk memikirkan kejutan yang akan aku terima dari mana mertua, ada perasaan cemas, jika kejutan itu akan membuatku semakin tertekan dengan pernikahan aneh yang aku jalani ini, huuuf ini semua memang salahku yang terlalu terburu buru mengambil keputusan.


Mobil yang dibawa Rena mulai membelok ke arah perumahan yang cukup elit, sampai akhirnya dia berhenti di salah satu rumah berlantai dua dengan cat berwarna putih di padu dengan warna gold, terlihat elegan dan mewah.


"Sudah sampai, ayo mbak kita turun." Rena mematikan mesin mobilnya dan langsung turun.


Aku mengikutinya, mata ini tertuju pada seorang perempuan yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah menginjak lima puluh ke atas, mama tengah berdiri di depan teras rumah dengan anggunnya, senyumnya mengembang melihat kedatangan kami.


"Ayo mbak. Jangan bengong di sini saja." Rena menggandeng tanganku dan mengajakku segera melangkah menuju ke arah mama.


"Asalamualaikum, ma." Aku menyapa mama dengan mengucapkan salam dan mencium punggung tangannya dengan takzim.


Mama membalas salamku dan mencium kening ini dengan lembut.


"Ayo masuk, kamu harus melihat isi di dalam rumah ini, mama harap kamu menyukainya." Mama menggamit lenganku dan mengajakku berkeliling rumah yang sudah lengkap perabotannya, mewah dan nampak luas di dalamnya.


"Ini rumah siapa, ma?" Aku memberanikan diri untuk bertanya kepada mama tentang rumah ini.


Karena sedari tadi mama hanya sibuk menunjukkan semua yang ada di dalam rumah ini.


"Rumah kamu, hadiah istimewa dari mama.


Kamu juga menantu mama, jadi kamu pun berhak mendapatkan hadiah dari mama." sahut mama dengan senyum merekah, tubuhku mendadak membeku, tak percaya dengan kejutan yang aku terima hari ini. Tak pernah sedikitpun bermimpi kalau aku akan memiliki rumah sebagus ini.


"Tapi, ma.


Rumah ini terlalu bagus untuk Anniyah. Anniyah merasa tidak pantas menerima semua ini." balasku gemetar, sungguh aku masih belum percaya.


"Kamu pantas Anniyah, apalagi kamu sudah mengandung anaknya Hamzah.


Hadiah ini masih belum seberapa, tapi mama harap kamu menerima pemberian mama ini.

__ADS_1


Mama tau, kamu tersiksa tinggal satu atap dengan Bella. Dia perempuan licik dan jahat, mama tidak mau terjadi apa apa sama kamu dan bayimu. Lebih baik kamu segera pindah kerumah ini saja, mama akan suruh mbok Atun menemani kamu di sini. Karena mama yakin, Hamzah tidak akan bisa menjagamu, dia terlalu lemah dan tunduk pada Bella." balas mama panjang lebar, raut wajahnya nampak ada gurat kecewa dan amarah yang dipendam. Entah kenapa aku merasa kalau mama tidak menyukai mbak Bella.


"Ayo kita lihat kamar kamu, sengaja mama buat kamar utama di lantai bawah, karena kamu sedang hamil, gak baik kalau harus naik turun tangga." mama lagi lagi mengajakku berkeliling, kali ini kami menuju ruang yang ada di tengah, mama membuka pintu dan nampak kamar yang berukuran besar di dalamnya, ada kamar mandi dan perabotannya pun sudah tertata lengkap, ada ranjang yang berukuran besar dengan kasur super empuk, ada meja rias yang sudah lengkap dengan bermacam alat rias disana, dan ada sofa minimalis yang terlihat mewah berada di ujung ruangan, dua lemari baju berukuran besar.


"Kamu suka Anniyah?" kembali mama membuka suaranya.


"Ini bagus sekali, ma." lirihku dengan mata yang sudah ingin menangis, sungguh aku terharu dengan kebaikan mama mertua yang ternyata menganggapku seorang menantunya juga.


"Syukurlah kalau kamu suka, mama lega dengernya.


Nanti akan ada mbok Atun, orang kepercayaan mama yang akan menemani kamu disini, ajak sekalian adik kamu tinggal di rumah ini, Anniyah. Biar kalian tidak terus tinggal berjauhan, mama sudah menjenguk adikmu, dia kelihatan sudah membaik, semoga segera sehat dan benar benar pulih ya. Kalian bisa saling menjaga dan saling berbagi kasih sayang. Jujur, mama salut dengan perjuangan kalian berdua." sambung mama yang membuat air mata ini tak bisa lagi di tahan.


"Terimakasih banyak, ma!


Semoga Alloh membalas semua kebaikan mama dengan berlipat lipat kebaikan." Doaku tulus untuk wanita yang sudah begitu baik padaku, mama mertua tulus menerima keadaanku apa adanya.


"Anniyah, tetaplah bertahan di sisi Hamzah, nak.


Mama yakin, dengan kamu Hamzah akan jauh lebih baik. Abaikan Bella, dia tidak pantas menemani Hamzah, otaknya hanya memikirkan harta saja, entah dikasih apa Hamzah, sampai dia selalu tunduk dan menuruti kemauan istrinya itu.


Bahkan Hamzah selalu membantah akan bukti bukti perselingkuhan istrinya." mama terlihat sedih, matanya kini sudah basah oleh air mata. Ternyata perselingkuhan mbak Bella sudah diketahui mama dan mas Hamzah menolak percaya itu semua.


Entahlah, sejak pertama mama melihat kamu, mama langsung jatuh cinta dan percaya kalau kamu akan bisa menjaga dan membawa Hamzah dalam kehidupan yang lebih baik.


Bimbing dia kembali ke jalan Tuhan, Anniyah.


Hamzah sudah lama terlena, dia sudah tidak pernah lagi melakukan kewajiban lima waktunya semenjak menikahi Bella." mama mulai terisak, aku tidak tau harus berkata apa, hanya bisa memeluknya untuk menyalurkan kekuatan lewat kasih sayang dari seorang anak. Sedangkan Rena hanya diam mematung di dekat pintu masuk dengan wajah memerah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2