Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 68


__ADS_3

Sudah dua hari Hamzah tidak menemui Anniyah. Hamzah memilih berada dirumah Bella untuk memantau keadaan sang istri pertama yang terlihat banyak diam semenjak sakit.


Ada bimbang yang merajai hati Hamzah akan keputusannya untuk meninggalkan Bella. Sorot mata putus asa dan penyesalan terlihat jelas dari mata coklatnya Bella. Apalagi kini Bella nampak sangat berbeda. Tak banyak bicara, sering melamun dan pakaiannya juga sudah tak seperti dulu lagi dengan baju baju seksinya. Kini Bella sudah menutup auratnya, bahkan sudah mau belajar mengaji dan mulai kembali beribadah mengerjakan sholat lima waktu. Hamzah benar benar berada dalam dilema.


"Mas, baru pulang?


Mau mandi atau istirahat dulu?" Sambut Bella saat melihat kedatangan Hamzah pulang dari kantor.


"Mandi saja dulu, badanku sudah lengket semua." Sahut Hamzah dengan tatapan lekat diarahkan pada Bella yang terlihat begitu cantik dalam balutan gamis warna hitam.


"Aku siapkan air nya dulu." Sahut Bella yang berjalan mengiringi langkah suaminya memasuki kamar pribadi mereka. Dengan telaten Bella menyiapkan semua keperluan Hamzah. Hal yang hampir tidak pernah dia lakukan selama ini. Bella sudah pasrah dan ingin menikmati sisa waktunya bersama Hamzah dengan memberikan kesan terbaik sebelum perpisahan itu benar benar terjadi.


Hamzah menatap Bella yang melamun menatap ke arah luar jendela. Sehingga tak menyadari jika Hamzah sudah selesai membersihkan diri dari kamar mandi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?


Akhir akhir ini aku lihat kamu sering melamun." Hamzah mendekati Bella yang nampak kaget dengan suaranya.


"Mas. Kamu sudah selesai mandinya?" Sahut Bella tanpa menjawab pertanyaan dari Hamzah.


"Sudah dari lima menit yang lalu, ada apa?


Apa yang kamu pikirkan?" Sambung Hamzah yang menatap lekat wajah ayu istrinya.


"Gak papa, hanya tengah mengingat masa lalu. Mungkin akan menjadi kenangan setelah ini." Sahut Bella lirih, tanpa berani menatap Hamzah.


"Apakah kamu sudah iklas jika kita memang harus berpisah?" Tanya Hamzah serius, ingin tau apa yang dipikirkan oleh Bella.


"Insyaallah, jika memang itu sudah menjadi keputusan kamu. Aku bisa apa, selain menerimanya." Jawab Bella yang menahan perih di dalam hatinya.


"Apa kamu senang dengan perpisahan ini?" Sahut Hamzah yang membuat Bella langsung mendongak, menatap tajam ke arah suaminya yang juga tengah menatapnya dalam.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?


Apa kamu pikir, ini mudah untukku?


Aku hanya berusaha untuk iklas menerima, karena aku memang bersalah dan terlanjur membuatmu kecewa. Lalu, apakah kamu akan menerimaku lagi jika aku menginginkan kita tetap bersama?" Sahut Bella dengan mata yang sudah berkaca kaca. Dadanya terasa perih menahan sesak yang akhir akhir ini begitu menyiksanya.


"Tunjukkan padaku keseriusan kamu dalam memperbaiki diri. Semoga, apa yang terjadi bisa membuatmu berpikir dewasa dan belajar dari kesalahan. Aku akan memberikan waktu satu bulan untuk semua itu. Rubah lah semua sikap dan kebiasaan buruk kamu selama ini." Sahut Hamzah yang menatap dalam manik mata coklat Bella.

__ADS_1


"Kamu serius, mas?" Tanya Bella yang seolah belum percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Ya, aku akan memberikan kesempatan untuk kamu sekali lagi. Tapi kita tidak akan melakukan hubungan badan dalam waktu yang telah ditentukan. Tunjukkan padaku keseriusan kamu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Sahut Hamzah yang langsung membuat Bella tersenyum senang.


"Alhamdulillah, terimakasih mas." Pekik Bella senang, hingga tanpa sadar sudah memeluk erat tubuh tegap suaminya.


"Aku lapar, kita makan sekarang." Sambung Hamzah yang melepaskan pelukan Bella dan meninggalkan Bella mematung sendirian, mencoba mencerna apa yang sedang terjadi antara dirinya dengan Hamzah.


"Aku tau, kamu masih marah dan jijik padaku, mas. Tapi aku akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan dan perasaan itu lagi. Aku janji akan menjadi wanita dan istri yang baik untukmu. Aku tidak ingin menyia nyiakan kesempatan darimu lagi, aku mencintaimu suamiku." Gumam Bella yang berusaha untuk memahami sikap Hamzah yang cuek dan dingin.


***********************************


Dilain rumah, Anniyah tengah memikirkan Hamzah yang tak kunjung menghubungi dirinya. Mau menghubungi duluan takut salah dan takut menjadi pengganggu kebersamaannya dengan istri pertama. Meskipun mati matian menahan rasa cemburu, tetap saja rasa itu muncul tanpa bisa dicegah.


"Semoga mereka kembali berbaikan dan bahagia. Aku tau hati ini sakit jika memikirkan kebahagiaan antara mas Hamzah dan istrinya, namun aku juga tak boleh egois dan harus sadar diri jika aku ini siapa. Biarlah aku jalani peranku yang hanya menjadi istri kontrak yang dibutuhkan rahimnya. Aku harus belajar sadar diri agar selalu tetap tau diri." Lirih Anniyah yang menatap kosong halaman rumahnya dibalik jendela kamarnya.


Saat sedang asik dengan pikirannya, tiba tiba ponsel miliknya berdering. Terpampang nama Hamzah dilayar ponsel mahalnya.


"Asalamualaikum, mas." Sambut Anniyah lembut menerima panggilan telepon suaminya.


"Waalaikumsallm, apa kabar?


"Alhamdulillah baik, lagi duduk santai saja ini. Mau ngetik cerita." Sahut Anniyah apa adanya, dadanya berdegup kencang, mendengar suara Hamzah sudah membuatnya tak karuan.


"Alhamdulillah, sudah makan?" Sambung Hamzah begitu perhatian.


"Alhamdulillah sudah, mas Hamzah sudah makan belum?" Sahut Anniyah menanggapi ucapan suaminya.


"Iya, ini baru mau makan. Titip salam sama dedek yang ada di perut ya, bilang kalau papanya kangen." Balas Hamzah yang membuat Anniyah merona. Sedangkan Bella yang tak sengaja mendengarkan obrolan mereka, nampak menahan rasa sakit yang luar biasa dihatinya. Air matanya mengalir begitu saja, tak menyangka jika kebodohannya adalah penyebab lukanya sendiri.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :

__ADS_1


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2