Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
bab 25


__ADS_3

"Aaaarrrgh, sialan!


Awas kamu, mas. Aku tidak akan tinggal diam diperlakukan seperti ini." Teriak Bella dengan wajah memerah, tasnya dilemparkan begitu saja, lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Bu Lasmi yang melihat tingkah anaknya langsung datang menghampiri dengan wajah mengerut.


"Kenapa kamu marah marah begini, Bella?


Mana Hamzah?" tanya Bu Lasmi yang kini sudah berdiri tak jauh dari Bella berada.


"Mereka merendahkan aku, Bu.


Aku tidak akan biarkan mas Hamzah bersama perempuan itu, dan aku tak terima diperlakukan gak adil sama mamanya mas Hamzah.


Keterlaluan, mereka melarang ku masuk ke dalam rumahnya Anniyah, kurang ajar!" geram Bella dengan wajah merah padam. Api kebencian tengah berkobar di dalam hatinya.


"Itu artinya kamu tidak berhasil membuat Hamzah pulang?" sahut Bu Lasmi sinis dengan tatapan tajam ke arah Bella.


"Mas Hamzah tidak ke kantor, dan dia ada dirumah Anniyah. Tapi aku tidak diijinkan masuk kesana, rumah itu dijaga ketat sama orang bayarannya mama Widya. Bahkan dari kemarin, teleponku sama sekali tidak dijawab sama mas Hamzah. Aarrgh sialan!" Murka Bella, dengan melemparkan apa saja yang bisa diraihnya.


"Sudahlah, percuma saja kamu marah marah begini, gak ada gunanya sama sekali.


Lebih baik tenangkan dulu dirimu. Berpikirlah dengan pikiran jernih, Hamzah tidak bisa kamu kasari terus. Mulailah bermain dengan cara halus. Paham?" Balas Bu Lasmi dengan wajah angkuhnya, suaranya terdengar tenang dengan pandangan tajam menusuk.


"Tenangkan dirimu, lalu hubungi suamimu dengan sikap lembut. Ibu yakin, dia pasti akan luluh dan kembali pulang. Lalu, jalankan misi kamu." sambung Bu Lasmi dengan senyuman miring di bibirnya yang berwarna merah terang.


"Yasudah, Bella mau tidur sebentar, rasanya sesak dan benci sekali."


"Tidurlah, agar hatimu kembali baik baik saja. Ingat, harta Hamzah terlalu banyak untuk kamu lepaskan. Mengalah lah sedikit untuk hasil yang maksimal." balas Bu Lasmi yang menatap putrinya dalam dan seringai licik terukir dari bibirnya yang sedikit tebal.


"Terimakasih, Bu.


Aku tidak tau kalau tidak ada ibu, mungkin aku akan bertindak ceroboh dan akan kehilangan apa yang seharusnya jadi milikku." Bella, menatap ibunya dengan tatapan lekat, lalu kembali meneruskan langkahnya menuju kamar pribadinya.


"Aku harus bisa menguasai kembali mas Hamzah.


Benar kata ibu, aku harus merubah sikapku lebih lembut dan mengalah sementara untuk menang.


Anniyah, persiapkan dirimu untuk menjalani kehidupan yang akan membuatmu tersiksa dalam setiap detiknya." lirih Bella yang kini sudah mulai merasa sedikit tenang dan memikirkan rencana untuk memuluskan niatnya. Tanpa terasa matanya sudah terpejam dan larut dalam tidur nyenyak nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, Hamzah masih saja termenung, masih merenungi apa yang kini tengah terjadi dalam kisah cintanya.


Anniyah sama sekali tidak berani menegurnya, memilih menyibukkan diri dengan mengetik cerita di laptop miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Bu Widya dan Rena sudah kembali pulang.


"Aku mencintaimu apa adanya tanpa aku menuntut apapun darimu, Bel.


Tapi kenapa justru kamu memilih menghancurkan perasaan ini hanya demi sebuah ambisi mu akan hartaku?


Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan, cinta ini masih sama untuknya, namun kecewa juga membuatku tak ingin terus menjadi orang bodoh." batin Hamzah yang larut dalam pikirannya sendiri.


"Aku akan pulang, dan harus berbicara sama Bella.


Semoga dia bisa berubah dan tidak berbuat hal gila itu lagi." kembali, Hamzah berbicara pada dirinya sendiri dan beranjak dari tempat duduknya, berniat menemui istri pertamanya.


Saat melewati ruang keluarga, nampak Anniyah dan Ayu tengah duduk berdua sambil melihat acara di televisi.


Hamzah pun menghentikan langkahnya untuk berpamitan pada istri keduanya.


"Dek! Mas akan pulang kerumahnya Bella.


Kamu dirumah sama Ayu, nanti kalau ada apa apa segera hubungi mas, ya.


Jangan pergi kemana mana dulu, istirahat saja di rumah biar lekas sembuh." Hamzah menatap mata teduh milik Anniyah, hatinya merasakan desir halus yang akhir akhir ini selalu mengusiknya.


"Iya, mas.


"Ayu, jaga kakakmu baik baik ya. Mas pergi dulu.


Asalamualaikum."


"Waalaikumsallm. Iya, mas." sahut Ayu yang tersenyum senang melihat perhatian Hamzah pada kakaknya. Sedangkan Anniyah mengantar Hamzah hingga pintu utama dan melepas kepergian suaminya dengan doa dan keikhlasan.


Setelah pintu gerbang di tutup kembali dan mobil yang dikendarai Hamzah tak terlihat lagi, Anniyah kembali masuk ke dalam rumah dan duduk disampingnya Ayu dengan perasaan tak menentu.


"Mbak Anniyah kenapa, kok kayaknya cemas gitu?" sambut Ayu yang melihat perubahan wajah kakaknya.


"Entahlah, mbak takut saja kalau mas Hamzah akan melakukan sesuatu pada mbak Bella, karena sudah mengetahui perbuatan mbak Bella selama ini. Semoga saja, mas Hamzah bisa menahan dirinya dan menyadarkan mbak Bella akan perbuatan jahatnya. Aamiin." sahut Anniyah dengan suara lirih.


"Mbak Anniyah tenang saja, insyaallah mas Hamzah tau apa yang harus dia lakukan. Bagaimanapun mbak Bella adalah wanita yang dia cintai, mas Hamzah pasti sudah memikirkan keputusan yang akan diambilnya. Kita doakan saja semoga semuanya baik baik saja." Balas Ayu yang tersenyum menatap wajah cemas kakaknya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :

__ADS_1


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2