
"Apa mama salah membeli obatnya?
Kenapa mas Hamzah jadi ngantuk dan tidak bergairah begitu ya?" Batin Bella yang terus menerka nerka di dalam otaknya.
"Aku ke kamar duluan, mataku rasanya sudah lengket pingen di buat merem." Sambung Hamzah yang pura pura lesu dengan mata yang terus dikucek.
Bella menatap heran pada Hamzah yang sudah menghilang dari pandangan, dia mengira jika obat yang dibeli oleh mamanya keliru. Buru buru Bella mengambil bungkus obat yang tadi dia taburkan dan membaca tulisan yang tertera di sana dengan seksama.
"Tapi ini benar sih, tulisannya memang begitu. Tapi kenapa tidak bereaksi sama sekali pada mas Hamzah ya?" Bella menjadi bingung sendiri memikirkan apa yang dia rencanakan tidak sesuai harapannya.
"Kenapa kamu bengong disitu sendirian, Bel?
Hamzah dimana?" tiba tiba Bu Lasmi sudah ada disampingnya Bella dengan tatapan yang tak lepas dari wajah bingung putrinya.
"Ma, kenapa ya, obatnya tidak bereaksi apa apa sama mas Hamzah?
Sekarang malah dia mengantuk dan kelihatan lesu." Keluh Bella yang masih saja bingung menerka nerka.
"Masa sih?
Mungkin kamu ngasihnya kurang, Harus kamu tambahin dosisnya lagi, biar kelihatan hasilnya. Sekarang biarkan saja dulu. Susul suami kamu di kamar, Pepet dia jangan sampai dia benar benar hilang rasa sama kamu. Mama yakin, Hamzah masih ada rasa sama kamu, karena dia sempat sebegitu cintanya sama kamu " Bu Lasmi memberikan semangat pada putri kesayangannya.
"Mama bener juga, baiklah aku akan coba buat dia jatuh kedalam pelukan aku lagi." Bella dengan senyuman mengembang langsung pergi menemui Hamzah yang sudah tertidur, lebih tepatnya pura pura tidur untuk menghindari Bella.
"Mas, kamu sudah tidur ya?" Lirih Bella yang mengusap lengan Hamzah dengan lembut. Hamzah tetap memejamkan matanya berusaha untuk tidak menggubris pertanyaan Bella.
"Mas, apa kamu tidak merindukan aku?
Kita sudah lama tidak melakukan ritual suami istri loh. Mas, aku merindukan kamu." Bella terus berusaha untuk merayu Hamzah dengan caranya. Tangannya terus membelai setiap inci yang menjadi tempat sensitifnya Hamzah. Sedangkan Hamzah mati matian untuk tetap bertahan agar tidak tergoda.
"Aku tau kamu belum tidur, mas. Tolong jangan diamkan aku seperti ini. Aku memang salah, tapi tolong jangan diamkan aku begini. Aku bahkan iklas kamu tidur bersama Anniyah, kamu mencumbunya, dan berbagi peluh dengannya. Apa kamu pikir itu hal mudah bagiku?
Tidak mas, aku sakit, aku cemburu dan akupun juga terluka. Aku menahan perasaan itu demi agar kamu memiliki keturunan. Tolong hargai pengorbananku. Aku sangat mencintaimu mas Hamzah, sangat." Lirih Bella yang sudah meneteskan air matanya. Meskipun sikap dan perbuatannya yang selalu semaunya, Bella memang benar benar mencintai Hamzah. Perselingkuhan yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan yang fatal yang tak bisa termaafkan oleh Hamzah.
Hamzah membuka matanya, menatap tajam wajah Bella yang sudah basah oleh air mata. Hatinya tersentuh oleh ucapan sang istri. Ya, mungkin dirinya juga sudah berbagi hati dan peluh dengan wanita lain, namun semua adalah keinginan Bella sendiri.
__ADS_1
"Jangan samakan perselingkuhan kamu dengan hubunganku sama Anniyah, Bella.
Kamu jelas jelas berzina dengan sadar tanpa perduli dengan dosa dan perasaanku. Sedangkan aku dan Anniyah, hubungan itu terjalin juga atas kemauan kamu sendiri. Kamu yang memaksaku menikahi Anniyah oleh keegoisan kamu itu. Namun harus kamu ingat, aku dan Anniyah memiliki hubungan yang halal dalam hukum agama dan negara, kami tidak pernah berzina seperti apa yang sudah kamu lakukan dengan pria itu." Sahut Hamzah panjang lebar dengan dada yang sudah ingin meledak. Bisa bisanya Bella mencari pembenaran dengan menyamakan hubungannya dengan selingkuhannya sama hubungan pernikahan Hamzah dan Anniyah.
"Aku tau aku salah, mas. Aku sungguh menyesal, tolong, berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya. Aku janji akan melepaskan semua kebiasaan buruk ku dan tidak lagi berhubungan dengan laki laki itu, aku janji." Sahut Bella yang memasang wajah mengiba.
"Semua sudah terlambat, aku pernah memberikan kesempatan itu, tapi kamu sia siakan. Sekarang keputusan itu sudah tak lagi bisa diganggu gugat, meskipun kamu menangis darah sekalipun." Sahut Hamzah tegas, dengan cepat Hamzah menurunkan tubuhnya dari ranjang lalu memilih keluar meninggalkan Bella yang semakin terisak.
"Aku harus tega, karena dia hanya inginkan hartaku. Sampai kapanpun, aku yakin jika Bella tidak akan bisa berubah dengan kehidupan liarnya." Hamzah menatap nanar suasana malam yang kian pekat, hatinya dia teguhkan untuk tidak lagi jatuh rasa iba pada Bella yang penuh dengan sandiwara.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Pagi pagi sekali Hamzah sudah terbangun, menyiapkan diri untuk berangkat ke luar kota setelah shalat Subuh. Semalam Hamzah memilih tidur dikamar bekas Anniyah yang ada dilantai dua. Pikirannya berkelana membayangkan wajah teduh dan sikap lemah lembut sang istri kedua. Berharap jika Bella bisa bersikap sama seperti Anniyah. Namun sayangnya, Bella sudah terbiasa hidup dengan cara bebas tanpa kontrol sama sekali.
"Bi, aku berangkat dulu. Nanti kalau Bella tanya, bilang aku sudah berangkat ke luar kota. Terimakasih untuk sarapannya. Asalamualaikum." Pamit Hamzah pada wanita paruh baya yang sudah mengabdi untuk keluarganya selama hampir lima tahun.
"Iya pak Hamzah, nanti akan bibi sampaikan kalau Bu Bella nyariin bapak." Sahut bi Titin sopan.
"Terimakasih, bi." Hamzah segera meninggalkan rumah yang pernah membuatnya bahagia, menikmati waktu penuh dengan perasaan cinta bersama wanita yang dia pilih. Namun kini, semua hanya meninggalkan luka dan kecewa oleh perbuatan wanita yang selalu dia puja.
Sedangkan Bella, masih tertidur pulas dalam balutan selimutnya. Semalaman dia menangis, menyesali semua perbuatannya. Ternyata hatinya benar benar terluka saat Hamzah tak lagi memujanya seperti dulu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
__ADS_1
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️