
Hamzah mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah. Tak terasa sudah setengah hari dia berkutat di depan layar datarnya dan bertumpuk berkas yang ada di meja kerjanya.
Tok tok tok...
Hamzah menoleh ke arah pintu yang terbuka, Bella dengan penampilan seksinya menghampiri Hamzah dengan membawakan segelas kopi dan sepiring cemilan.
"Mas pasti laper, ini aku buatkan kopi dan bakwan kesukaan kamu. Kerjanya istirahat dulu." Titah Bella lembut, membuat Hamzah menatap dirinya tak percaya. Hampir sekian tahun, Bella tak lagi melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang melayani suaminya.
"Terimakasih." Sahut Hamzah datar.
"Mas, aku minta maaf.
Aku yakin, kamu masih mencintaiku, begitu juga denganku yang tak bisa hidup tanpa kamu. Tolong pikirkan lagi keputusan kamu untuk berpisah." Lirih Bella yang matanya sudah berkaca kaca. Menatap sendu ke arah suaminya yang masih setia dengan wajah datarnya.
"Aku sudah memberikan kesempatan kepada kamu, Bella. Tapi seolah kesempatan itu kamu remehkan. Dan jujur, aku jijik jika membayangkan kamu sudah tidur dengan selingkuhan kamu itu. Bahkan itu terjadi sudah bertahun tahun.
Kita akan tetap berpisah, karena aku sudah mengajukan gugatan ke pengadilan." Sahut Hamzah yang tak ingin kembali termakan bujuk rayunya Bella. Berkali kali berjanji, tapi selalu saja di ulang.
"Apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi, mas?
Kamu tega membiarkan aku hidup tersiksa tanpa kamu di sisiku?" Jawab Bella yang semakin deras air matanya.
"Maaf, aku sudah memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Lebih baik, kita berpisah baik baik. Dan aku janji, aku akan memberikan pembagian harta dengan adil." Sahut Hamzah tanpa mau menoleh ke arah Bella yang menangis.
"Baiklah, tapi ijinkan aku menikmati hari hariku denganmu selama dua minggu ini. Aku ingin membuktikan jika aku juga bisa menjadi wanita dan istri yang baik. Setelah dua minggu, jika kamu tidak lagi merasakan kenyamanan bersamaku. Pergilah, aku iklas jika harus kamu tinggalkan." Balas Bella yang memutar tubuhnya dan pergi meninggalkan Hamzah yang tercengang mendengar penuturan istrinya.
"Apa maksudnya bicara demikian?
Kesalahannya sungguh sangat fatal. Aku tak bisa menyentuhnya karena bayangan dia berselingkuh begitu kuat di otak ini." Gumam Hamzah yang meraih gelas kopinya dan meneguknya berlahan.
"Bagaimana, apa Hamzah sudah memaafkan kamu?" Sambut Bu Lasmi dengan antusias, saat melihat Bella keluar dari ruang kerja suaminya.
"Mas Hamzah benar benar ingin berpisah. Tapi aku punya rencana lain untuk menggagalkannya." Sahut Bella dengan senyuman tipis.
"Kamu yakin jika rencana kamu nanti bisa membuat si Hamzah urung menceraikan kamu?" Balas Bu Lasmi yang terlihat khawatir.
"Yakin, karena aku akan bermain halus. Mas Hamzah tak bisa dipaksa dan dikendalikan lagi. Jadi, aku akan mengikuti sikap Anniyah dan bermain licik untuk memuluskan rencanaku. Aku istri sahnya, berhak untuk mempertahankan suamiku. Meskipun aku sudah bersalah, tapi aku juga tak ingin kehilangan mas Hamzah begitu saja." Sahut Bella yang menatap lurus kedepan dengan dada bergemuruh.
"Baiklah, mama percaya dengan kamu. Kalau butuh bantuan mama, jangan segan untuk berbicara. Semoga kalian tidak jadi bercerai. Ingat, selama ini hidup kita bergantung sama suami kamu itu."
__ADS_1
"Bella mengerti ma.
Ma, tolong pergilah ke apotik, belikan obat apa saja untukku, dan juga vitamin. Tapi tujuannya aku meminta mama ke apotik, tolong belikan obat perangsang. Aku akan menaklukkan suamiku lagi dengan cara sedikit licik." Bisik Bella yang langsung membuat Bu Lasmi terkikik geli.
"Ternyata kamu cerdik juga. Yasudah, mama akan pergi ke apotik. Lebih baik kamu tetap di kamar, pura pura kalau badanmu masih lemas. Agar Hamzah tidak merasa kamu bohongi."
"Iya, ma. Aku mengerti." Sahut Bella yang mulai menyusun rencana di otaknya.
"Yasudah mama pergi dulu." Bu Lasmi langsung melangkahkan kakinya untuk menuju apotik yang tak jauh dari rumah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Apa kamu masih pusing?" Hamzah masuk ke dalam kamar dan mendapati Bella yang tengah meringkuk di dalam selimutnya.
"Sedikit, dibuat istirahat sebentar juga sembuh. Tadi mama juga pergi ke apotik, membelikan obat dan vitamin." Sahut Bella yang memasang wajah lemas.
"Apa tidak sebaiknya kita pergi ke dokter saja?
Mumpung masih sore, biar aku antar." Sambung Hamzah yang menatap lurus ke arah wajah Bella.
"Tidak perlu, mas. Insyaallah sebentar lagi aku juga baik baik saja. Hanya pusing sedikit saja kok.
"Makanlah." Hamzah menyerahkan potongan buah apel pada Bella.
"Terimakasih, mas." Sambut Bella dengan senyuman manis. Bella memakan potongan apel dengan lahap sambil matanya tak lepas menatap ketampanan suaminya.
"Bella, apa yang kamu inginkan dariku selama dua Minggu dari waktu yang kamu minta?" Hamzah mengungkapkan pikirannya yang sedari tadi penasaran dengan maksud dan tujuan Bella.
"Aku hanya ingin, kamu merasakan dan melihat ketulusanku untuk berubah, mas. Aku juga ingin menunjukkan padamu, jika aku juga tulus masih mencintai kamu. Namun, jika perasaan itu sudah hilang dan kamu tak lagi merasakan apapun bersamaku selama dua minggu itu, silahkan ceraikan aku, aku iklas." Sahut Bella dengan wajah sendunya, membuat Hamzah sedikit melunak dan merasa iba pada perempuan yang masih sah jadi istrinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Fitnah mereka
Novel on going :
__ADS_1
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️