
Sabtu pagi, biasanya mas Hamzah akan berdiam dirumah karena libur kerja. Dan seperti biasanya, mbak Bella akan pergi senang senang dengan geng sosialitanya. Aku tak perduli sebelumnya dengan kegiatan rutin yang dia lakukan di hari Sabtu.
Namun setelah melihat bukti perselingkuhannya dengan pria muda yang dikirimkan Rumi. Membuatku menjadi sanksi dengan alasannya pergi bersama teman temannya untuk kumpul arisan.
"Mas, awas ya, meskipun aku tidak dirumah, kamu tetap tidak boleh dekat dekat dengan istri muda mu. Aku gak iklas pokoknya, aku cemburu." rajuk mbak Bella manja sambil melirik sinis ke arahku yang baru saja turun dari kamar atas.
Aku diam saja, tak ingin meladeni sikapnya itu, hanya bikin sakit kepala saja.
"Mbak Anniyah mau buat apa?" sambut bibi saat aku baru saja masuk ke dapur.
"Mau bikin Cha sawi Bi, pingin banget yang ijo ijo.
Di kulkas ada kan sawi nya?" sahutku yang langsung mengambil gelas dan menuang air putih yang ada di meja lalu meminumnya hingga satu gelas habis tak bersisa.
"Ada kok mbak, mau bibi buatkan?" balas Bi Titin yang terlihat tengah mengelap meja dapur.
"Biar aku buat sendiri, Bi.
Yang penting bahannya ada.
Aku juga mau bikin rujak buah lagi." aku terkekeh melihat wajah bi Titin yang melongo.
"Masih pagi, mbak.
Nanti mbak Anniyah perutnya sakit loh." sahut bi Titin dengan mengerutkan wajahnya.
"Insyaallah, enggak kok.
Kan mau makan dulu sebelum bikin rujak.
Insyaallah gak papa." sahutku santai dan langsung mengerjakan apa yang harus aku kerjakan. Tak memperdulikan wajah sinis dari kakak maduku itu.
"Ingat ya, mas. Awas, kamu macam macam." tekan mbak Bella sebelum pergi.
Wanita itu sudah dandan begitu cantiknya. Sedangkan mas Hamzah terlihat hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Apa tidak bisa kamu itu diam dirumah nemenin hari liburku, Bel?
Masa setiap hari kamu ada saja jadwal keluar dengan banyak macam alasan. Aku juga butuh kamu untuk mengurangi rasa penat selama bekerja." mas Hamzah menatap sendu ke arah istri pertamanya.
__ADS_1
"Halah, mas.
Tiap hari kita juga ketemu, kan.
Mau minta jatah, tunggu nanti malam juga bisa. Asal jangan dekat dekat dengan dia, aku gak suka." sengitnya dengan wajah menatap sebal padaku.
Aku tak ingin menanggapi, fokus memasak apa yang jadi keinginanku. Cha sawi dan rujak buah yang pedas, akan menemani hariku di dalam kamar untuk mengetik cerita.
"Sudah, sudah.
Kalau mau berangkat, berangkat saja. Tidak usah mencari gara gara. Masih pagi." bentak mas Hamzah yang membuatku ingin menoleh ke arah mereka, baru kali ini aku mendengar mas Hamzah bicara keras dengan istrinya yang cantik itu, huh.
"Apaan sih, mas.
Ngomong yang biasa saja kenapa?
Aku kan cuma gak mau kamu itu ada hati dengan wanita lain. Cukup aku saja cinta di hati kamu, paham?" sengit mbak Bella tak mau kalah, dengan menghentakkan kaki, dia pergi meninggalkan mas Hamzah yang terpaku menatap kepergiannya.
Aku pura pura tak perduli, tetap mengiris bumbu untuk mengoseng sawi.
Mas Hamzah dengan lunglai duduk di kursi meja makan dengan tatapan tak biasa. Terlihat sekali pikirannya sedang kacau.
"Bi, tolong buatkan kopi pahit ya." mas Hamzah terdengar meminta bi Titin untuk membuatkan kopi untuknya. Aku memilih diam, karena keberadaanku memang tak pernah dianggap ada, hanya sebatas untuk mengandung anaknya saja agar bisa mendapatkan harta warisan keluarga.
Aku mulai mengoseng bumbu yang baru saja aku racik, harum masakan membuat perut langsung keroncongan. Aah tak sabar ingin segera menikmati Cha sawi buatan ku, air liur rasanya sudah ingin terus menetes, hihii.
"Masak apa, Anniyah?
Kayaknya enak, baunya bikin perut lapar lagi." mas Hamzah mendekat dan melihat ke arah wajan.
"Cuma bikin Cha sawi kok mas." sahutku enteng dan fokus menyelesaikan kegiatanku memasak.
Mas Hamzah terlihat memperhatikan semua gerak gerik ku dengan tatapan yang tak bisa aku mengerti.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
__ADS_1
#Ayah Aku Juga Anakmu
#Tentang Luka istri kedua
Novel on going :
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
#Ternyata aku yang kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️