Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 15


__ADS_3

Sejak bertemu dengan mama dua hari yang lalu, pikiranku terus melayang akan sikap mbak Bella. Apa yang membuatnya bisa berselingkuh dari mas Hamzah. Mereka terlihat saling mencintai, bahkan mas Hamzah selalu menuruti permintaannya.


Harta mereka tidak kekurangan, cinta mereka saling memiliki, tapi kenapa mbk Bella sampai berani menjalin hubungan dengan Fandi yang masih kuliah?.


Pertanyaan pertanyaan kian membuat kepala rasanya mau pecah, namun tak kunjung aku menemukan titik temu dari permasalahan itu.


"Anniyah, keluar kamu!" terdengar suara mbak Bella berteriak memanggil namaku dengan kencang, sepertinya dia sedang marah, tapi aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun padanya, sejak kemarin aku belum ketemu dengan mbak Bella, aku banyak menghabiskan waktu di dalam kamar saja untuk mengetik novel yang sedang ongoing.


"Iya, mbak. Ada apa?" Kini aku sudah berdiri di depan pintu kamarku, terlihat mbak Bella tengah berkacak pinggang dan masih memakai piyama, sepertinya wanita itu baru saja bangun tidur. Sedangkan Bu Titin terlihat memperhatikan kami dari balik sekat dinding antara dapur dan ruang tengah, wajahnya nampak pias menatap ke arahku.


"Apa yang sudah kamu lakukan sama mama, Anniyah?


Kenapa dengan mudah mama memberikan hadiah rumah mewah untukmu?


Apa kamu sedang bermain kotor di belakangku?


Ayo ngaku kamu!" Bentak mbak Bella dengan wajah yang sudah merah padam. Aku masih bergeming, bingung mau menjawab apa akan tuduhan yang dilayangkan untukku.


"Apa kamu sudah merayu mamanya mas Hamzah dengan menjual drama kesedihan kamu?


Atau kamu menjual cerita dengan mengadu ke mama akan sikapku padamu, hah?


Jawab Anniyah, jangan hanya diam saja. Kamu tidak bisu kan?" Sekali lagi mbak Bella bicara keras padaku, bahkan dia kini sudah berdiri tepat di hadapanku dengan tatapan tajam.


"Aku tidak melakukan apa yang mbak Bella tuduhkan. Mama sendiri yang tiba tiba memberikan rumah itu padaku, mbak." sahutku jujur tanpa menutupi kebenarannya. Tapi sepertinya mbak Bella tidak percaya dengan jawaban dariku, bibirnya terlihat tersenyum miring.


"Tidak mungkin, mama tipe orang yang tidak mudah percaya dan bukan orang yang mau sembarangan memberikan sesuatu pada orang lain. Pasti kamu sudah melakukan sesuatu yang membuat mama menyukai kamu. Dasar ular, licik kamu!" Bentak mbak Bella dengan nafas memburu, aku tidak tau harus bagaimana lagi menjelaskan padanya tentang rumah itu, kenyataannya memang mama memberikan itu dengan tanpa aku duga sama sekali.


"Aku sudah keliru memilih kamu, Anniyah.


Aku kira kamu perempuan polos dan baik. Ternyata kamu sudah menusukku dari belakang. Pantes saja, semenjak ada kamu, sikap mama semakin acuh padaku. Dan aku tidak terima itu!" teriaknya yang membuat bulu kudukku merinding, ya Tuhan, ternyata mbak Bella se-mengerikan ini kalau sedang mengamuk.


"Mbak, tolong dengarkan aku dulu.


Aku tidak pernah mempengaruhi mama, dan aku juga tidak pernah bicara apa apa ke mama, bahkan kami hampir tidak pernah bertemu selama ini. Tolong mbak, jangan salah paham.


Rumah itu diberikan mama karena aku sudah mengandung anaknya mas Hamzah." Aku berusaha menjelaskan semuanya pada mbak Bella, agar kesalahpahaman ini segera berakhir.

__ADS_1


"Owh, hadiah karena kamu sudah hamil anaknya mas Hamzah ya?


Bagus, aku semakin benci sama kamu Anniyah!" teriak mbak Bella semakin murka, bahkan kini mbak Bella mencengkram bahuku sangat erat, dia membalikkan tubuhku menghadap ke arah tangga. "Ya Tuhan, apa yang akan dilakukan perempuan ini padaku, tolong aku ya Robby." lirihku yang hanya bisa berdoa di dalam hati.


"Lebih baik kamu pergi sekarang, Anniyah.


Mas Hamzah tidak butuh anak darimu lagi, aku bisa memberikan dia anak tanpa harus menyewa rahim perempuan licik sepertimu." Mbak Bella melepaskan cengkraman tangannya, lalu mendorongku pelan dengan wajah mengeras.


"Mbak, maaf kalau aku membuat mbak Bella marah.


Tapi tolong, jangan pernah salah paham padaku, mbak. Aku tidak pernah menghasut mama atau siapapun dirumah ini." Aku masih berusaha menjelaskan yang sebenarnya, aku tidak keberatan kalau harus pergi dan meninggalkan mas Hamzah, tapi aku tidak mau kalau meninggalkan kesalahpahaman yang bisa menimbulkan fitnah.


"Simpan penjelasan kamu itu, Anniyah.


Pergilah, dan jangan pernah lagi menginjakkan kakimu dirumahku lagi. Hubungan kamu dengan mas Hamzah berakhir sampai disini. Dan gugurkan kandunganmu itu.


Aku gak sudi, benih suamiku ada di rahim perempuan busuk sepertimu." mbak Bella menatapku nyalang dengan mata memerah, sungguh aku takut melihat api kebencian dalam dirinya, apalagi dia memintaku untuk menggugurkan bayi yang kini ada dalam kandunganku.


"Aku akan pergi, mbak.


Aku akan merawatnya sendirian tanpa aku akan meminta pertanggung jawaban dari ayahnya. Bayi ini tidak berdosa dan tidak bersalah." sahutku yang memberanikan diri untuk membela dan melindungi anak di dalam kandunganku. Dia berhak hidup meskipun hanya denganku saja.


"Licik!" Mbak Bella tiba tiba mencekik leherku, aku berusaha meronta tapi kalah tenaga, dan entah bagaimana awalnya kaki ini tergelincir, dan aku jatuh dari atas tangga dan kehilangan kesadaran.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu


#Tentang luka istri kedua

__ADS_1


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2