
"Aku hanya ingin, kamu merasakan dan melihat ketulusanku untuk berubah, mas. Aku juga ingin menunjukkan padamu, jika aku juga tulus masih mencintai kamu. Namun, jika perasaan itu sudah hilang dan kamu tak lagi merasakan apapun bersamaku selama dua minggu itu, silahkan ceraikan aku, aku iklas." Sahut Bella dengan wajah sendunya, membuat Hamzah sedikit melunak dan merasa iba pada perempuan yang masih sah jadi istrinya.
"Baiklah, aku akan ikuti apa yang kamu mau untuk terakhir kalinya." Sahut Hamzah pada akhirnya. Toh cinta itu sudah pergi dan membeku oleh perselingkuhan dan sikap kerasnya Bella.
Bella tersenyum senang, karena apa yang dia rencanakan akan berjalan dengan mulus.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bi Titin yang tidak sengaja mendengar obrolan Bella dengan ibunya, langsung waspada untuk mencegah rencana licik yang Bella susun.
Bi Titin mencari kesempatan untuk bisa bicara dengan Hamzah. Sambil terus mengawasi gerak gerik Bella yang sedari tadi ikut berada di dapur. Padahal biasanya, Bella sangat enggan menginjakkan kakinya ke dapur.
"Bi tolong ambilkan ponselku di teras. Aku akan membuatkan kopi untuk mas Hamzah." Titah Bella yang sengaja ingin mengusir pembantunya dari dapur, agar bisa memasukkan bubuk perangsang yang tadi dibeli mamanya.
"Iya, Bu." Sahut bi Titin patuh, dan langsung berlalu meninggalkan pekerjaannya untuk mengerjakan perintah sang majikan.
"Kebetulan ada pak Hamzah di sana." Batin bi Titin senang, akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk memberitahu rencana licik Bella.
"Pak Hamzah, bibi mau bicara, tolong percaya sama bibi. Tolong, nanti jangan minum atau makan apapun yang diberikan sama Bu Bella. Karena tadi bibi dengar kalau Bu Bella menyuruh bu Lasmi membeli obat perangsang untuk menjebak pak Hamzah." Bisik bi Titin dengan mata terus menatap awas sekitarnya.
"Terimakasih, bik. Aku sudah menduganya. Ternyata ini yang dia rencanakan, meminta waktu dua Minggu untuk menjebak ku." Sahut Hamzah geram.
"Yang penting pak Hamzah sudah tau. Sebaiknya pura pura saja tidak tau, biar mereka bingung.
Kalau begitu, saya permisi kembali ke dapur. Takutnya Bu Bella curiga." Sambung bi Titin yang dijawab oleh anggukan kepala oleh Hamzah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bella tersenyum senang, setelah berhasil mencampurkan obat ke dalam minuman Hamzah. Bersiap untuk membawanya kepada Hamzah.
"Ponselnya taruh saja di meja makan situ, bik. Aku mau kedepan dulu memberikan kopi ini buat mas Hamzah."
"Iya, Bu." Jawab Bi Titin singkat, lalu kembali meneruskan pekerjaannya. Hatinya sudah lega karena sudah memberitahu rencana Bella pada Hamzah.
"Mas, ini kopinya. Kamu nanti malam nginep disini kan?" Bella menghenyakkan bokongnya di kursi samping Hamzah.
"Iya, bagaimana keadaan kamu?
Sudah enakkan?" Balas Hamzah santai dan menatap lurus kedepan dengan batin menahan kesal.
"Alhamdulillah mas, aku sudah baik baik saja. Mungkin karena ada kamu di sisiku." Sahut Bella yang memamerkan senyuman manis.
"Syukurlah, besok aku harus keluar kota. Jadi harus masuk kantor seperti biasanya."
__ADS_1
"Kamu gak pulang dong, boleh aku ikut, mas?
Kita bisa sambil bulan madu, lama tidak pernah menghabiskan waktu berdua." Sahut Bella yang mulai bersikap manja namun membuat Hamzah merasa tidak nyaman, dan justru risih oleh sikapnya itu.
"Aku hanya sebentar, sore sudah kembali. Hanya ada meeting dengan anak perusahaan yang ada di Surabaya." Kilah Hamzah yang membuat Bella mengubur senyumnya.
"Tapi kamu kembali kerumah ini lagi kan, mas?" Sambung Bella yang menatapnya penuh harap.
"Iya, bukannya kamu minta waktu dua Minggu sebelum kita benar benar berpisah?" Sahut Hamzah tenang tanpa menyentuh kopinya sama sekali.
"Mas, kenapa kopinya belum kamu minum?
Tidak enak ya?" Bella kembali mengalihkan obrolan dan membuat Hamzah agar segera meminum kopi buatannya yang sudah di campur dengan obat.
"Iya, biar agak dingin dulu. Karena bibirku lagi sariawan. Gak bisa terkena panas." Balas Hamzah yang masih dengan wajah datarnya.
"Kamu sariawan ya, mas?
Kenapa gak bilang dari tadi. Sebentar, aku akan ambilkan kamu obat dulu. Jangan biarkan penyakit terlalu lama, bisa fatal akibatnya." Omel Bella, dan langsung pergi meninggalkan Hamzah duduk sendirian. Kesempatan itu digunakan Hamzah dengan baik untuk membuang kopi tersebut, setelah memastikan kalau tidak ada yang melihat perbuatannya.
"Ini mas, coba diolesi madu ini, insyaallah akan segera sembuh." Bella membawakan madu ditangannya, dan tak sengaja matanya melirik ke arah cangkir yang sudah tinggal sedikit isinya.
"Loh, ini sudah kamu minum mas?
"Kan ditiup dulu, madunya letakkan saja disitu dulu. Nanti saja biar aku oles yang sakit. Sekarang aku akan masuk ke dalam, perutku sudah mulai lapar." Kilah Hamzah yang memang sengaja menghindar agar tidak terus di cerca pertanyaan sama Bella perihal kopi tersebut.
"Yasudah, kita makan bareng saja. Bi Titin juga sudah selesai kok masaknya." Sahut Bella antusias, bibirnya melengkungkan senyuman miring, mengira jika rencananya akan berjalan lancar.
*****************************
Setelah selesai mengisi perutnya, Hamzah pura pura mengantuk dan akan tidur di kamarnya. Bella yang berpikir akan berhasil mendadak bingung, harusnya Hamzah merasakan panas karena syahwat yang meningkat. Tapi justru Hamzah mengeluh mengantuk dan bersikap biasa saja.
"Apa mama salah membeli obatnya?
Kenapa mas Hamzah jadi ngantuk dan tidak bergairah begitu ya?" Batin Bella yang terus menerka nerka di dalam otaknya.
"Aku ke kamar duluan, mataku rasanya sudah lengket pingen di buat merem." Sambung Hamzah yang pura pura lesu dengan mata yang terus dikucek.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
__ADS_1
#Fitnah mereka
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️