Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
Bab 26


__ADS_3

Hamzah menatap nanar bangunan rumah mewah yang sudah hampir lima tahun dia tempati bersama Bella. Berharap rumah tangganya selalu bahagia dan hangat, memiliki banyak anak di dalamnya. Namun semua itu hanyalah sebuah impiannya saja. Nyatanya, Bella tidak menginginkan anak dari rahimnya, hanya karena tidak mau bentuk tubuhnya berubah. Meskipun demikian, Hamzah berusaha memahami istrinya.


"Bismillah, semoga aku bisa menahan amarah ini.


Bagaimanapun Bella masih istriku." Hamzah menghembuskan nafasnya kasar, lalu keluar dari dalam mobilnya dengan langkah gontai.


"Pak Hamzah.


Mau disiapkan apa, pak?


Biar bibi buatkan." Sambut Bi Titin dengan wajah ramahnya, akhirnya bosnya itu pulang juga kerumah istri pertamanya. Meskipun ekspresi wajahnya sangat dingin.


"Tidak usah, bi. Terimakasih.


Bella ada di rumah?" Balas Hamzah dengan suara datar.


"Ada, pak.


Bu Bella sedang di dalam kamarnya." sahut bi Titin sopan.


"Makasih, bi.


Bi Titin istirahat saja, sudah malam." Setelah membalas ucapan Bi Titin, Hamzah langsung melangkahkan kakinya menuju kamar utama.


Terlihat Bella sudah tidur nyenyak, seluruh tubuhnya tertutup rapat oleh selimut tebal motif bunga warna biru dan putih.


Hamzah tertegun, menatap lekat wajah sang istri dengan perasaan sakit.


"Pukul sepuluh malam, tumben Bella sudah tidur lelap. Biasanya dia belum pulang dari bersenang senang dengan geng sosialitanya." gumam Hamzah di dalam hatinya.


Tak ingin mengganggu tidur nyenyak sang istri, Hamzah memilih mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya tepat disamping Bella.


Sangking nyenyak nya, Bella sama sekali tidak menyadari kehadiran Hamzah yang kini sudah merebahkan tubuhnya di samping nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Suara adzan subuh membangunkan Hamzah dari tidurnya. Bella masih berada dalam tidur nyenyak nya, selama ini Hamzah maupun Bella memang tidak pernah melaksanakan kewajiban lima rokaat nya. Hamzah, menatap wajah cantik istrinya dengan hati tersayat, rasa cinta itu memang masih ada dan tetap tumbuh sama, belum berubah, namun kecewa dan sakit hati juga mendominasi perasaannya.


Hamzah mengusap wajahnya kasar, lalu beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sebelum melakukan sholat subuh.


"Mas Hamzah." Lirih Bella saat membuka mata melihat jika suaminya tengah melaksanakan sholat.


"Ada apa dengan mas Hamzah, kenapa dia tiba tiba kembali melaksanakan sholat?" batin Bella dengan perasaan tak enak, firasat nya sungguh tidak baik. Bella mengubah posisinya dengan bersandar di bahu ranjang, menatap lekat ke arah suaminya dengan pikiran tak tenang, jantungnya berdetak tak beraturan, pikiran pikiran buruk memenuhi otaknya.


"Sudah bangun?" Tegur Hamzah setelah menyelesaikan kewajibannya, menatap ke arah Bella yang terlihat salah tingkah.


"Mas Hamzah kapan pulang?" Bella menatap suaminya dengan wajah mengerut.


"Tadi malam. Aku datang kamu sudah tidur nyenyak.


Segera bersihkan dirimu, setelah itu aku ingin kita bicara." sahut Hamzah dengan wajah dingin, semakin membuat Bella tidak nyaman.


"Apa ada sesuatu yang penting banget?

__ADS_1


Sampai kamu pulang dengan sikap dingin seperti ini?" Balas Bella yang berusaha keras untuk bersikap biasa saja, meskipun hatinya sudah merasa tidak nyaman dan sangat cemas.


"Mandilah dulu, baru kita bicara." sahut Hamzah yang masih bersikap dingin.


Tak ingin membuat Hamzah semakin marah, Bella akhirnya menuruti perintah suaminya.


Sedangkan Hamzah, memilih turun ke bawah, dan menuju dapur untuk meminta bi Titin untuk membuatkan kopi.


"Ini pak, kopinya.


Sarapan nya sebentar lagi juga sudah siap." Bi Titin meletakkan kopi di depan Hamzah yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Terimakasih, bi.


Bi Titin buat apa untuk sarapan?" sahut Hamzah basi basi.


"Bikin nasi goreng kambing kesukaan bapak, dan kebetulan ada pete juga." sahut bi Titin yang kembali meneruskan acara memasaknya.


"Wah pasti enak itu, Bi.


Yang agak pedes saja ya, bi.


Dan jangan lupa di kasih gubis yang banyak."


"Siap, pak." sahut bi Titin sumringah.


"Loh, Hamzah.


Kapan kamu pulang, nak?


"Tadi malam, ibu kapan datangnya?" balas Hamzah yang terlihat tak nyaman dengan penampilan mertuanya yang terlihat acak acakan.


"Ibu sudah tiga hari disini.


Maaf ya, ibu gak tau kalau ada kamu.


Ibu mau mandi dulu kalau begitu." Balas Bu Lasmi salah tingkah, merasa gak enak dengan sikap menantunya yang terlihat tak suka dengan penampilannya.


"Pak Hamzah mau sarapan sekarang?


Ini nasi gorengnya sudah siap." Bi Titin menghidangkan nasi goreng buatannya ke dalam wadah mangkok besar dan di taruhnya di atas meja makan.


"Iya, bi. Tolong ambilkan piring ya." Balas Hamzah yang langsung merasa lapar mencium harum wangi nasi goreng buatan bi Titin.


Hamzah langsung memakan nasi goreng yang sudah ada di piringnya tanpa menunggu Bella datang.


Bi Titin hanya menatapnya dengan raut heran, karena tidak biasanya Hamzah makan tanpa menunggu istrinya.


Bella datang saat Hamzah sudah menghabiskan nasi dalam piringnya.


"Mas, makan kok gak nungguin aku dulu, sih." protes Bella dengan wajah cemberut.


Namun Hamzah bersikap cuek.

__ADS_1


"Kan tinggal makan saja, apa susahnya.


Aku mau ke atas dulu, setelah selesai sarapan, tolong temui aku di balkon, aku mau bicara sama kamu." jawab Hamzah yang tak memperdulikan kemarahan Bella, dan itu semakin membuat Bella meradang.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Fitnah mereka


Novel on going :


#Ayah aku juga anakmu


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2