
"Aku akan menemui Bella setelah ini, kamu gak papakan?" Hamzah menemui Anniyah ke kamarnya. Wanita itu tengah menggunakan krim malamnya setelah selesai melaksanakan kewajiban empat rakaat.
"Gak papa, mas. Mbak Bella saat ini lebih membutuhkan kamu. Semoga hatinya bisa lebih baik. Jangan terlalu keras dalam membimbingnya, karena pada dasarnya wanita itu sangat menyukai kelembutan." Sahut Anniyah dengan senyuman tipis, menatap wajah suaminya dari pantulan kaca riasnya.
"Terimakasih sudah mengingatkan suamimu ini. Semoga Bella bisa bersikap dan memiliki pemikiran sepertimu." Sahut Hamzah yang meletakkan dagunya di pundak sang istri mudanya. Anniyah menatapnya dengan senyuman hangat. Hamzah memang semanis itu akhir akhir ini, membuat cinta dihatinya kian tumbuh bersemi.
"Aku berangkat ya, cek saldo kamu. Ada bonus untuk perawatan buat istriku. Doakan usahaku terus lancar, agar terus bisa membahagiakan kalian." Sambung Hamzah yang mengecup lembut leher jenjang Anniyah.
"Terimakasih banyak, mas. Doaku akan mengalir untukmu, dimanapun dan kapanpun. Semoga kamu selalu dilindungi Gusti Alloh." Sahut Anniyah lembut dan menggenggam jemari tangan suaminya.
"Yasudah, aku berangkat dulu. Kamu baik baik dirumah, ada Rena juga yang menginap disini menemani kamu. Besok juga akan ada tukang yang datang untuk merenovasi kamar calon baby kita. Aku serahkan sama kamu, soal desain sudah beres, kamu tinggal mengawasi dan menjamu para pekerja." Sambung Hamzah yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Anniyah. Mereka berpelukan sebentar dan Hamzah mendaratkan ciuman singkat dibibir tipis Anniyah sebagai salam perpisahan.
Setelah kepergian Hamzah, Anniyah duduk termenung di pinggir kasur. Mencoba meraba hatinya, sanggupkah dia bertahan dalam hubungan cinta segitiga yang mungkin tak akan mudah untuk dijalani.
"Aku tau ini berat, tapi aku akan berusaha untuk menjalani semua sesuai dengan kata hati ini. Semoga aku mampu menahan perasaan cemburu, karena aku memang datang setelah mbak Bella. Kuatkan hati ini ya, Tuhan. Semoga aku bisa menekan sikap egois dan lebih sabar dalam memahami suami dan istri pertamanya." Lirih Anniyah yang tak terasa sudah meneteskan air matanya.
************************
"Kamu kenapa belum tidur, nak?" Bu Lasmi menghampiri Bella yang tengah termenung di balik jendela kamarnya.
"Aku merasa kehilangan segalanya, ma. Mas Hamzah sudah berubah, hatinya terbagi dan begitu juga dengan raganya. Aku tidak tau, apa aku sanggup menjalani ini semua. Hubungan yang sudah tak sama lagi, rasanya sangat menyiksa." Sahut Bella yang mengutarakan isi hatinya pada sang ibu.
"Semua keputusan ada ditangan kamu, Bella.
Pikirkan baik baik sebelum memutuskan sesuatu. Kamu harus ingat, bagaimana kamu memperjuangkan Hamzah selama ini. Dan hidup kita juga jauh lebih baik setelah kamu menikah dengan Hamzah. Mama tau ini sulit, tapi jangan pernah kamu menyerah dan membiarkan perempuan lain menggantikan posisimu begitu saja. Yakinlah, kamu lebih berhak dari istri muda suamimu." Sahut Bu Lasmi yang tak bisa menyimpan perasaan sedihnya karena melihat anaknya harus berbagi rasa dengan perempuan lain.
"Perjuangkan cintamu, pertahankan pernikahan kalian. Cuma satu kuncinya, berubahlah seperti yang Hamzah inginkan. Perhatikan apa apa yang menjadi kesukaan suami kamu. Bertahun tahun kalian sudah hidup bersama, dan Hamzah sangat mencintaimu, gunakan kesempatan itu untuk menjadi yang lebih unggul dari madumu. Kamu paham maksud mama, kan?" Sahut Bu Lasmi mengingatkan putrinya.
"Iya, ma. Semoga saja aku bisa. Untuk saat ini, aku hanya ingin menyembuhkan luka atas penyesalanku. Dan belajar untuk menjadi istri yang seperti mas Hamzah inginkan. Terkadang kita harus mengalah sementara untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan yang seimbang." Sahut Bella dengan mata menatap nanar ke arah luar jendela. Bu Lasmi tersenyum tipis, paham dengan maksud ucapan sang anak.
"Mas Hamzah datang, aku akan keluar menyambutnya." Bella beranjak dari tempat duduknya, untuk menyambut kedatangan suaminya.
"Pergilah, layani suami kamu dengan baik dan dengan sikap yang lembut. Kalau perlu jadilah perempuan yang manja, karena biasanya laki laki akan bertekuk lutut jika istrinya pintar menyenangkan mata dan hatinya." Sahut Bu Lasmi sebelum pergi meninggalkan kamar anaknya. Sedangkan Bella, melangkah menuju pintu untuk menyambut kepulangan suami tercinta.
__ADS_1
"Asalamualaikum." Sapa Hamzah sambil mengukir senyum saat melihat Bella sudah berada di hadapannya, menunggu di depan pintu dengan wajah berseri.
"Waalaikumsallm, kok malam banget mas?" Sambut Bella dengan mencium takzim punggung tangan suaminya.
"Iya, tadi ada Rena dirumah Anniyah, jadinya ngobrol dulu. Kamu apa kabar, sudah baikan?" Sahut Hamzah yang tak ingin berkata jujur demi menjaga perasaan Bella.
"Alhamdulillah sudah, mas. Cuma agak sedikit pusing saja, tapi dibuat istirahat pasti akan segera sembuh." Sahut Bella jujur apa adanya, mereka melangkah bersama menuju kamar.
"Mas sudah makan belum?" Sambung Bella yang menatap suaminya dengan tatapan tak biasa.
"Sudah, aku punya sesuatu untuk kamu. Bukalah, semoga kamu menyukainya." Sahut Hamzah sambil mengulurkan kotak bludru warna merah pada Bella.
"Apa ini, mas?" Sambut Bella dengan senyum mengembang.
"Buka saja, semoga kamu suka." Sahut Hamzah yang mulai mendudukkan bokongnya di tepi ranjang. Bella membuka kotak pemberian Hamzah dengan dada berdebar, meskipun di otaknya sudah menebak isi di dalam kotak tersebut.
"Ini bagus banget, mas. Aku sangat menyukainya, Terimakasih banyak, mas." Pekik Bella senang saat melihat cincin berlian hadiah dari suaminya.
"Alhamdulillah kalau kamu suka, tadi aku juga sudah mengirim uang perawatan untukmu. Kamu boleh menyenangkan tubuhmu di salon setelah benar benar pulih." Sambung Hamzah yang semakin membuat Bella memekik senang.
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Sahabat Benalu
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
__ADS_1
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️