Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 60


__ADS_3

"Mbok, tolong bersihkan kekacauan ini. Jangan sampai ada yang terluka karena kena pecahan kaca. Dan untuk pak Ahmad, tolong belikan lagi pigura yang sama ditempat biasanya." Sambung Bu Widya yang memberi perintah pada kedua orang kepercayaannya.


Bella masih terisak dengan perasaan yang dia sendiri belum memahaminya. Hatinya benar benar merasakan sakit yang luar biasa. Setelah kehilangan baru menyadari betapa besar dan pentingnya seseorang yang selama ini di sepelekan keberadaannya.


Lama Bella menangis, menyesali apa yang tengah terjadi saat ini di dalam hidupnya. Kalau saja bisa memutar waktu, Bella tidak akan pernah membawa Anniyah kedalam rumah tangganya bersama Hamzah. Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur terjadi. Apalagi dengan kesalahan yang sudah dia buat. Sangat sulit mengembalikan apa yang sudah retak.


"Apa yang sebenarnya terjadi, mbok?


Kenapa Bella bisa ngamuk seperti itu?


Memangnya kemana Hamzah dan Anniyah?" Cerca Bu Widya pada mbok Atun yang sudah selesai membereskan kekacauan yang dibuat Bella. Kini mereka tengah duduk di kursi dapur.


"Mas Hamzah mengajak mbak Anniyah ke Surabaya. Itu tang saya dengar, nyonya. Dan Bu Bella datang mencari mbak Anniyah setelah mereka berangkat satu jam yang lalu. Mungkin karena kecewa, Bu Bella jadi ngamuk kayak orang kesetanan begitu. Padahal dia sendiri yang sudah membuat masalah." Sahut mbok Atun panjang lebar.


"Entahlah, mbok. Kadang aku bingung menghadapi masalah Hamzah dengan istrinya itu. Ingin lepas tangan, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Karena Bella bisa melakukan apapun untuk mencelakai Anniyah. Sedangkan sudah lama aku menantikan seorang cucu yang akan memberikan kebahagiaan di keluarga ini." Balas Bu Widya dengan suara berat. Ikut gemas memikirkan masalah anak sulungnya yang semakin ruwet saja.


"Aku akan menemui Bella, tolong buatkan dia minuman hangat. Kelihatannya dia sudah mulai tenang." Sambung Bu Widya dengan wajah datarnya. Langkahnya menapaki lantai marmer yang terlihat mengkilap dengan gontai.


"Ma!" Tegur Bella saat menatap kedatangan sang mertua. Wajahnya sembab dengan penampilan yang sudah acak acakan.


"Tenangkan dirimu, mbok Atun akan membawakan minuman hangat untukmu. Semua masalah tidak harus dihadapi dengan amarah, Bella." Sahut Bu Widya tenang, menatap tajam ke arah wanita yang kini penampilannya sudah berubah. Gamis longgar dan jilbab instan yang kelihatan mewah, terpasang ditubuhnya yang molek.


"Tapi aku sakit hati, ma. Mas Hamzah sudah tak menganggap keberadaan ku lagi. Sebelum dia pergi, aku sudah menawarkan diri untuk ikut dengannya. Tapi dia menolak dengan alasan pekerjaan. Namun kenyataannya, dia justru mengajak Anniyah untuk menemaninya. Sakit, ma. Sakit hatiku!" Bella kembali terisak sambil memukul dadanya. Ada perasaan sakit yang sulit dia jelaskan dengan kata kata. Kini baru dia sadari jika tak sanggup kehilangan laki laki sebaik Hamzah.


Bu Widya menghirup udara sebanyak mungkin. Mencoba memahami apa yang dirasakan Bella saat ini. Wajar jika dia cemburu dan terluka, karena bagaimanapun juga dia adalah istrinya Hamzah.


"Itulah kenapa kita harus berpikir dulu sebelum bertindak. Karena ada konsekuensinya dalam setiap perbuatan. Kamu sudah menghadirkan luka itu sendiri di dalam dirimu. Kamu yang membuka jalan untuk wanita lain masuk dalam kehidupan suamimu. Dan kamu juga yang sudah menghancurkan perasaan suamimu dengan perselingkuhan kamu dengan laki laki itu. Jangan hanya menyalahkan dan menghakimi orang lain dengan masalahmu, Bella. Tapi berpikirlah secara jernih akan segala perbuatan kamu sendiri." Sahut Bu Widya panjang lebar, dengan ekspresi datar. Membuat Bella menatapnya dengan wajah pias.


"Aku tau aku salah. Aku tau aku sudah keterlaluan, tapi apakah aku harus diperlakukan seperti ini, ma?

__ADS_1


Apakah aku tidak pantas untuk dimaafkan oleh suamiku?


Aku menyesal dan akan memperbaiki kesalahanku. Apakah itu tidak cukup?" Balas Bella yang masih tidak terima dengan sikapnya Hamzah yang ingin meninggalkan dirinya.


"Sebagai orang tua, mama tidak bisa berbuat banyak. Semua keputusan ada pada Hamzah. Karena luka perselingkuhan tidaklah segampang kata maaf yang kamu ucapkan, Bella. Cobalah pahami itu semua." Sambung Bu Widya yang menatap dalam sorot luka di kedua mata sang menantu.


"Aku harus bagaimana, ma?


Aku tidak mau berpisah dengan mas Hamzah. Aku tidak bisa, aku tidak mau." Isak Bella yang terdengar pilu, air matanya mengalir deras bersama rasa takut akan ditinggalkan. Bayangan hidup susah kembali melintas ke otaknya.


"Berdoalah untuk yang terbaik buat hubungan kalian. Perbaiki sikapmu dan juga lisanmu, mohon ampun lah pada Tuhan, hanya itu yang bisa mama katakan saat ini." Sahut Bu Widya yang tak bisa terlalu ikut campur lebih dalam. Karena kesalahan memang terletak pada diri Bella sendiri.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

__ADS_1


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2