Tentang Luka Istri Kedua

Tentang Luka Istri Kedua
episode 66


__ADS_3

"Baiklah bik, akan aku coba menghubungi Hamzah." Sahut Bu Lasmi yang tersenyum tipis, sifat angkuh dan judesnya entah hilang kemana.


Dengan ragu ragu, Bu Lasmi mengambil ponselnya Bella, mencari kontak Hamzah dan memencetnya dengan tombol panggil. Dalam dering ke tiga, panggilannya langsung terjawab. Suara bariton sang menantu terdengar dingin dan kaku di ujung sana.


"Hamzah, pulanglah kesini sebentar. Bella badannya sedang panas tinggi. Tolong sempatkan menjenguknya walaupun hanya sebentar." Bu Lasmi langsung saja bicara pada intinya tanpa mau banyak basa basi.


"Sakit?


Sekarang keadaannya bagaimana, ma?" Sahut Hamzah yang terdengar panik. Sampai sampai membuat Anniyah menoleh saat akan mengambil baju untuk dipakai Hamzah pergi ke kantor. Hamzah sudah kembali baikan setelah semalam meminum obat dan istirahat yang cukup.


"Masih demam, tubuhnya lemas. Datanglah, temui istrimu." Balas Bu Lasmi yang tak lagi bersikap mengatur dan jumawa.


"Baiklah, setelah ini aku akan kesana. Mama tolong telepon dokter langganan, biar Bella segera diperiksa." Balas Hamzah yang ternyata masih mengkhawatirkan istri pertamanya itu. Anniyah hanya mematung mendengarkan percakapan Hamzah dengan seseorang di ujung sana. Dia semakin merasa bersalah tak nyaman berada di posisi yang membuatnya selalu menahan rasa perih.


************************


"Ada apa, mas?


Mbak Bella sakit?" Anniyah membuka mulutnya setelah sekian menit diam.


"Iya, dan aku harus kesana." Sahut Hamzah yang langsung meraih bajunya dan berganti pakaian di hadapan Anniyah yang memalingkan wajahnya.


"Kamu gak sarapan dulu, mas?" Sambung Anniyah saat melihat Hamzah sudah bersiap untuk pergi.


"Nanti saja, aku harus segera pulang, keadaan Bella sedang tidak baik baik saja. Kamu sarapan yang banyak ya, agar sehat." Sahut Hamzah yang begitu terburu buru untuk segera pergi.


"Iya, mas. Hati hati, apa aku boleh ikut menjenguk mbak Bella, mas?" Sahut Anniyah ragu ragu, membuat langkah Hamzah berhenti dan menatap Anniyah lekat.


"Lebih baik kamu dirumah saja, tolong doakan Bella agar segera pulih. Kalau kamu ikut, akan membuat Bella semakin tidak nyaman. Aku harap kamu mengerti maksudku, Anniyah." Balas Hamzah yang langsung di mengerti oleh Anniyah.


"Iya, mas. Aku paham, semoga mbak Bella segera sehat." Balas Anniyah lembut dan menatap suaminya dengan senyum tipis yang terukir indah di bibir tipisnya. Ada perasaan nyeri saat laki laki yang dia cintai, terlihat begitu khawatir dengan keadaan istrinya yang lain. Meskipun Anniyah buru buru menepisnya, namun namanya rasa cemburu pasti tak bisa dipungkiri.


Hamzah yang merasa cemas dengan keadaan Bella, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Meskipun luka dan kecewa oleh penghianatan Bella, rasa cinta dan kasihnya masih ada di lubuk hatinya untuk Bella. Tak mudah menghapus perasaan yang sudah mengakar bertahun tahun di dalam hidupnya. Bella adalah sosok wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta dan mengagumi makhluk ciptaan Tuhan. Bella yang membuatnya hampir gila karena cinta yang berjalan tanpa restu orang tuanya. Itulah kenapa tak mudah untuk Hamzah menghapus nama Bella di hatinya, meskipun bibirnya selalu ingin menolak dan membuang nama itu dari hidupnya.


"Syukurlah kamu datang, dokter menyarankan untuk dibawa kerumah sakit, keadaan Bella sangat lemah." Sambut Bu Lasmi yang menghampiri Hamzah dengan tergopoh-gopoh, wajahnya terlihat sangat cemas. Tanpa banyak bicara, Hamzah berlari ke dalam menemui Bella, melihat keadaan Bella yang memang terlihat lemas dan pucat, Hamzah langsung membopong tubuh langsing istrinya menuju ke mobil.


"Ma tolong, bukakan pintu mobil. Aku akan bawa Bella ke rumah sakit sekarang juga."

__ADS_1


Bu Lasmi langsung tergopoh, dengan cepat membuka pintu mobil Hamzah dan ikut masuk kedalam untuk memangku putrinya yang terkulai tak berdaya. Hamzah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


******************


"Bagaimana keadaan istri saya, dok?"


"Istri bapak hanya butuh istirahat, tekanan darahnya sangat rendah dan sepertinya belum terisi makanan apapun, sehingga membuatnya drop. Tapi kami sudah melakukan yang terbaik, insyallah sebentar lagi juga membaik." Jawab dokter cantik yang baru saja menangani Bella.


"Syukurlah, Alhamdulillah. Terimakasih banyak, dok." Sahut Hamzah lega, begitu juga dengan Bu Lasmi.


"Kalau mau masuk, silahkan. Setelah infusnya habis dan keadaan istri bapak membaik, boleh pulang." Sambung dokter dengan tersenyum ramah.


********************


"Mas, kamu ada disini?" Lirih Bella, saat membuka matanya melihat kehadiran Hamzah di dekatnya.


"Iya, kamu gimana, sudah enakkan?" Sahut Hamzah yang menatap dalam wajah pucat Bella.


"Iya, mas. Cuma agak pusing saja." Sahut Bella yang tersenyum tipis, matanya kembali terpejam, karena kepalanya masih terasa pusing. Namun hatinya sedikit membaik oleh kehadiran Hamzah disampingnya.


[Asalamualaikum, mas. Mas, gimana keadaan mbk Bella?] pesan yang dikirim Anniyah ke ponsel Hamzah.


[Alhamdulillah, Iya mas. Titip salam ke mbak Bella.] Balas Anniyah tulus.


Hamzah termenung menatap kosong ke arah pintu. Terbesit keraguan untuk melangkah dengan keputusannya yang ingin menceraikan Bella. Namun bayang perselingkuhan masih kuat menyiksa batin dan pikirannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Sahabat Benalu


Novel on going :


#Anak yang tak dianggap

__ADS_1


#Tentang luka istri kedua


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


#Ganti istri [Tamat]


#Wanita sebatang kara [Tempat]


#Ternyata aku yang kedua [Tamat]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2