
"Apa yang ingin mas, bicarakan?" Anniyah membuka obrolan setelah beberapa menit mereka hanya saling diam dengan pikiran masing masing. Mereka tengah duduk santai di teras belakang rumah. Tempat yang jadi favorit Anniyah, karena banyak sekali tanaman hias yang dia tanam disana, berbagai macam bunga kesukaannya menghiasi halaman belakang rumahnya. Sejuk dan terlihat begitu asri, Anniyah memang sangat menyukai bunga dan begitu telaten merawatnya.
"Aku sudah memutuskan untuk mempertahankan pernikahanku dengan Bella. Aku berharap kalian bisa hidup berdampingan dan saling menjaga. Dan setelah ini, mungkin kita akan membicarakan kedepannya seperti apa. Aturan poligami yang sesuai dengan syariat. Aku akan berada ditempat istri istriku dalam waktu satu Minggu sekali secara bergantian. Denganmu satu Minggu, lalu satu Minggu berikutnya bersama dengan Bella, begitu seterusnya. Dan saat aku denganmu, Bella maupun aku dilarang berkomunikasi untuk menjaga perasaan masing masing, begitu juga saat aku bersama Bella. Kamu juga tidak dibolehkan menghubungiku kecuali dalam keadaan mendesak atau genting. Kalian akan mendapatkan nafkah yang sesuai dengan kebutuhan masing masing secara adil. Aku berharap, kamu maupun Bella bisa menerima kondisi ini. Karena pernikahan bukanlah sebuah permainan atau uji coba perasaan saja. Tanggung jawabku amat besar terhadap kalian, istri istriku." Jelas Hamzah panjang lebar, dan Anniyah mencoba mencerna setiap kalimat yang terucap dari bibir suaminya.
"Insyaallah aku paham, mas. Dan aku akan belajar untuk menerima dan menjalani hubungan ini sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Dan jikapun kamu mau melepaskan aku setelah melahirkan anakmu, aku iklas. Karena memang itu sudah jadi kesepakatan awal dari pernikahan kita." Balas Anniyah lirih, berusaha untuk bersikap tegar, meskipun hatinya terasa diremas hebat. Sakit!
"Aku sudah katakan sama kamu berulang kali, Anniyah. Tidak akan ada perpisahan ataupun perceraian. Kita akan sama sama belajar, kita akan jalani ini sama sama. Tolong bantu aku untuk bisa menjadi imam yang baik untuk kalian. Dan doakan Bella, semoga dia benar benar dengan niatnya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin." Balas Hamzah yang menatap Anniyah lekat, pria tampan dan mapan itu, sudah benar benar menjatuhkan hatinya pada istri mudanya. Sosok Anniyah sudah dapat mencuri semua ruang kosong yang mendamba akan istri yang lembut dan sempurna. Meskipun cintanya pada Bella juga masih belum sepenuhnya hilang. Terdengar egois memang, tapi itulah perasaan.
"Iya, mas. Maafkan aku, aku hanya takut jika kehadiranku menjadi penyebab masalah yang berkepanjangan diantara kalian. Aku gak ingin menyakiti hati siapapun." Sahut Anniyah dengan wajah teduhnya, rambutnya yang panjang tertiup angin, sehingga membuat Hamzah terpana akan kecantikan istri keduanya yang seolah tanpa cela. Anniyah memang sudah tak memakai jilbabnya saat berada di dalam rumah. Itupun juga karena permintaan Hamzah.
"Kita akan belajar dan menjalani ini sama sama. Karena aku mulai terbiasa denganmu, Anniyah. Aku jatuh hati pada istriku sendiri. Aku memang egois, yang menginginkan kalian berdua jadi milikku, namun aku yakin kamu dan Bella pasti akan saling belajar untuk menerima dan memahami hubungan ini. Tolong, bertahanlah untukku dan juga untuk anak kita." Sambung Hamzah yang sudah menggenggam jemari tangan Anniyah dengan lembut. Mata mereka saling mengunci, debaran debaran halus di hati masing masing seakan kian memompa untuk lebih dekat lagi, sehingga mampu mengurai benang yang hampir kusut.
"Aku menginginkanmu, Anniyah. Apa kamu keberatan melayani suamimu ini sekarang?" Bisik Hamzah tepat di belakang leher jenjang sang istri.
"Aku harus patuh dengan suamiku. Aku iklas, mas. Lakukanlah." Sambut Anniyah yang tersenyum malu malu namun sudah tak sekaku biasanya.
Mereka memasuki kamarnya dengan saling melempar senyum bahagia, merajut kasih dalam suara ******* yang menjadi simbol atas pelepasan hasrat keduanya.
*****************************
"Mbok, apa mas Hamzah ada dirumah?" Tiba tiba Rena sudah berdiri dibelakang mbok Atun yang fokus mencuci peralatan dapur bekas memasaknya untuk makan siang.
"Duh, mbak Rena. Ngagetin saja sih, mas Hamzah ada di kamar sama mbak Anniyah. Sudah sedari tadi gak keluar keluar, kangen mungkin sudah hampir empat hari gak pulang kesini." Sahut mbok Atun panjang lebar dengan bahasa medoknya.
"Owh, biarin saja lah, mbok. Em, kalau Ayu masih belum pulang ya?" Sambung Rena yang langsung paham dengan maksud ucapan mbok Atun dan merubah obrolan menanyakan keberadaan Ayu.
"Mbak ayu belum pulang, biasanya jam tiga sore baru datang. Mbak Rena mau makan Ndak?
Ini loh, mbok sudah masak kesukaan mbak Rena juga mas Hamzah, rawon ala si mbok."
__ADS_1
"Wah enak tuh, makanya dari tadi kok pingen mampir kesini terus, ternyata mbok bikin rawon. Tapi nanti sajalah mbok, nunggu mbak Anniyah sama mas Hamzah sekalian saja makannya. Ada teman temannya enak, rame rame. Aku mau bikin jus mangga dulu, tadi dapat mangga dari temen. Nih, mbok cuci dan simpan dikulkas. Kalau mbok Atun mau, ambil saja." Sahut Rena santai, dan mengambil mangga lalu mengupasnya untuk dibuat jus.
**************************
"Mas, mandi dulu gih, habis itu sholat dhuhur sama sama. Sudah hampir jam satu lebih loh." Anniyah membangunkan Hamzah yang tertidur setelah melakukan ritual suami istri.
"Hmmm, sebentar lagi sayang. Masih ngantuk ini." Sahut Hamzah malas dan masih enggan untuk membuka matanya.
"Mas, nanti dhuhur nya kelewat loh. Ayo bangun dulu sebentar, habis sholat mas boleh tidur lagi." Anniyah masih gak mau menyerah, dan akhirnya Hamzah menuruti ucapan istri mudanya. Mereka melakukan kewajiban empat rakaat dengan khusuk, doa doa kebaikan dipanjatkan dengan hati penuh syukur.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
Novel on going :
#Anak yang tak dianggap
#Tentang luka istri kedua
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
__ADS_1
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
#Ganti istri [Tamat]
#Wanita sebatang kara [Tempat]
#Ternyata aku yang kedua [Tamat]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1