
Karena tadi malam suaminya pulang larut malam dan tidak ada waktu mengobrol , Niken berencana siang ini membawakan suaminya makan siang ke kantor .
" Selamat siang , Pak Andika ada di ruangan? " . Tanya Niken ke pegawai kantor Andika
" Maaf Bu , Pak Andika barusan pergi ".
" Pergi kemana? Sama siapa ? ".
" Mungkin makan siang di restoran dekat sini Bu ".
" Ok, sama siapa ya kalau boleh tahu ? "
" Mungkin sama kliennya Bu Cita tadi kesini ".
" Oh. Begitu . Ok ..ok. "
Niken kemudian buru - buru ke restoran yang dekat sini . Ingin melihat sebenarnya apa yang terjadi .
Jantung Niken berdetak kencang . Melihat mereka memang ada di restoran itu . Perasaan Niken sudah tak terbendung , dan tanpa sadar buliran air mata jatuh di pipi Niken .
Mereka sedang berpegangan tangan .
Niken menghampiri mereka dengan perasaan yang sangat kacau dan buliran air mata yang menetes di pipinya.
__ADS_1
" Ngapain kalian disini " ,
Seketika mereka terkejut dan melepaskan genggaman tangan mereka.
" Hmm.. kita cuma makan siang kok ". Jawab Andika gugup
Cita terkejut juga tapi dia bisa menguasai keadaan dan membalikkan keadaaan.
" Ngapain istri kamu disini , emangnya dia suka ganggu kerjaan kamu ya?. Suka buntuti kamu pergi kemana - mana?.Ya udah aku pergi dulu , urus tuh istri kamu yang suka gangguin kerjaan aja " . Jawab Cita ketus dan merasa tidak bersalah sama sekali
Niken geram dengan perkataan Cita , dia mengangkat tangan nya ingin menjambak rambut Cita namun tangan Niken sudah dipegang sama Erik.
" Kamu ngapain ada disini ?". Andika sambil melepaskan tangan Niken
" Kamu sendiri ngapain disini ? ". Niken sambil menatap tajam Andika
" Terus kenapa sambil pegang - pegang tangan mesra banget " . Nada Niken agak keras
" Aku jelasin ya , kamu tenang ya. Aku gak ngapa-ngapain kok . Gak seperti apa yang kamu pikirkan " . Sambil mengelus-elus punggung Niken mencoba menenangkan
" Jelasin apa lagi mas,semua udah jelas kok ",
" Sabar ya , Cita tadi lagi curhat masalah kerjaan aku sebagai relasinya cuma memberi dukungan aja, " sambil memegang pundak Niken memberi pengertian
__ADS_1
" Tapi tidak harus pegang tangan juga kan ,mas" . Sambil melepas tangan Andika di pundaknya
" Terus kamu mau nya gimana ? Aku udah jujur kalau cuma memberi support aja . Aku juga gak ngapa-ngapain , masih aja curiga. Udah aku capek dengan kelakuan kamu . Mending aku balik kerja lagi . " Sambil pergi meninggalkan Niken
" Mas ..mas .. ". Teriak Niken dan orang orang sekitar mulai melihat mereka berdua
Andika tidak menghiraukan Niken dia terus saja melangkah . Niken yang merasa malu, kecewa dan kesal atas perlakuan suaminya beranjak dari sana sambil di ikuti oleh pandangan mata para pengunjung disana .
Niken merasa pusing jalannya pun agak sempoyongan . Dia berhenti sambil memegang kepala dan mencari pegangan . Namun dia sudah tidak kuat lagi dan akhirnya dia terjatuh pingsan .
Untung nya Erik yang melihat kejadian di restoran tadi kebetulan juga dia sedang makan siang juga disana mengikuti Niken pergi karena kuatir. Kemudian Erik mengangkat Niken ke mobilnya .dia menelepon Nadia meminta bantuan .
" Halo.. Nadia , Niken pingsan aku bisa minta tolong ? " , Erik panik
" pingsan .. ? Dimana .. ?? , Ya udah jangan panik bawa aja ke apartemen mu aku akan segera kesana aku barusan pulang dari rumah sakit , untung hari ini pasien ku sedikit jadi bisa cepat pulang " , Nadia menenangkan Erik .
Erik kemudian melajukan mobilnya kencang menuju apartemen nya . Sesampai di apartemen Nadia langsung mengambil tindakan .
" Gimana keadaannya ? " , Tanya Erik kuatir sambil memegangi tangan Niken erat
" Keadaannya sudah lumayan baik . Tapi aku curiga dia mempunyai penyakit dalam dan harus cek kerumah sakit agar bisa di ketahui lebih awal " . Jawab Nadia sambil memeriksa Niken
" Penyakit apa? ".
__ADS_1
" Entahlah , nanti kalau keadaan nya sudah baik aku ajak dia kerumah sakit ".
Karena kamar tamu sedang renovasi Niken di tempatkan di kamar Erik . Kemudian Niken mulai siuman dari pingsannya . Dia memandang sekitar ruangan yang terasa asing buat dia .