Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Yakin bercerai


__ADS_3

"Perusahaan mana yang menjadi saingan terberat ku ? " tanya Cita kepada asistennya


"Yang paling berat perusahaan tuan Andika Nona , perusahaan tuan Erik kali ini tidak ikut. Kalau perusahan nona Niken baru tumbuh jadi bukan ancaman besar bagi kita ". Tutur asistennya


"Begitu ya ..?". sambil memegang dagunya dan sedang berpikir


Cita masih terdiam terlihat dia masih berpikir untuk memenangkan projects ini . Asisten , manager dan kaki tangan nya masih berdiri kaku di ruangan cita menunggu perintah dari Cita . Setelah berpikir lama akhirnya cita mendapat kan ide liciknya.


"Begini saja , kamu menyelinap saja ke perusahan Andika ambil beberapa berkas kita sabotase kita sebarkan bahwa perusahaan nya sedang menuju kebangkrutan setelah berita menyebar otomatis membuat Albert berpikir dua kali untuk bekerjasama dengan Andika. Kemudian kita harus memenangkan projects ini setelah menang kita akan berpura-pura jadi pahlawan untuk perusahan Andika kita sabotase lagi dan kita buat berita bahwa sebenarnya perusahaan nya tidak bangkrut ".


Semua orang dalam ruangan masih terdiam mendengar Cita berbicara .


" Bagaimana ??". Dengan tatapan penuh harap , tatapan nya yang licik senyum nya yang sinis ,dan sikapnya yang arogan


"Baik nona kita laksanakan". sahut Asisten , manager dan kaki tangan cita


"Baik kamu atur semua jangan sampai gagal jika gagal kamu tahu sendiri akibatnya ". cita menyeringai sambil menunjuk asistennya


" Baik nona ". asisten nya membungkuk dengan sopan dengan jantungnya yang berdebar penuh ketakutan dan kemudian beranjak meninggalkan ruangan cita di ikuti manager dan kaki tangan cita .


***


La tolong telepon pengacara ku aku mau konsultasi masalah perceraian La !


Lala berbicara di sambungan telepon dengan Lala


Apa sudah dipikirkan lagi Bu ?


Lala meyakinkan Niken


sudah aku sudah yakin , segera hubungi dan aku akan bertemu hari ini


Niken


Baik bu


jawab Lala


Kemudian Niken mematikan ponselnya dan kemudian bersiap untuk bertemu pengacaranya


***


" Apa nona sudah menyiapkan berkasnya dan apa nona sudah pertimbangan kan semua ? ". tanya pengacara Niken


" Sudah silahkan di lihat dulu , dan saya sudah yakin ingin menceraikan suami saya ".Niken sambil menyerahkan berkas nya


" Baik akan segera saya proses ". pengacara mengambil berkas nya dan meneliti Kelengkapannya


" Tolong secepatnya jika sudah selesai saya minta surat itu di serahkan langsung ke kantor suami saya !". Pinta Niken kepada pengacara karena Niken sudah tidak ingin bertemu lagi dengan suaminya dan dia ingin perceraiannya segera selesai.


" Baik segera kami selesaikan secepat mungkin ".


" Terimakasih ". Niken sambil menjabat tangan pengacara dan berpamitan undur diri .


***


" Bi aku sudah membuat surat perceraian untuk suamiku ". Niken bercerita ke Bi Ina sambil memakan masakan Bi Ina di meja makan

__ADS_1


"Apa non sudah yakin dengan keputusan nona ? ". Menatap Niken tajam menunggu jawaban secepat mungkin . kemudian kembali ke dapur menggoreng pisang goreng untuk Niken


" Sudah bi , sudah aku pikirkan matang-matang . jika dia sendiri sudah tidak ingin mempertahankan nya kenapa saya harus begitu gigih mempertahankan nya bi ".


Aroma pisang goreng yang gurih dan bunyi minyak goreng yang bersentuhan dengan pisang yang di balut tepung terdengar di ruang makan ini mengisi kesunyian dan ke hambaran obrolan mereka berdua.


" Jika itu sudah memang keputusan nona yang terbaik , bibi akan mendukungnya ". sambil tersenyum dan menghidangkan pisang goreng di meja makan .


Niken tersenyum sambil mengambil pisang goreng yang baru matang .


" Panas Bi .. ". sambil memuntahkan satu gigitan pisang goreng dan memegang bibirnya yang terasa terbakar


Bi Ina tertawa melihat kelakuan Niken " nona ..nona .. memang baru matang langsung saja di makan ya mbok di diamkan dulu non biar dingin ". sambil megambil tisu dan meniup pisang gorengnya .


" Oh iya Bi besok bisa antar Niken ke dokter untuk periksa , karena aku merasa mimisan ku sekarang udah mulai sering hingga aku merasa pusing ".


" Tentu non , besok bibi siapkan keperluan untuk nona periksa ya ".


" Baik Bi . terimakasih ".


Ting..


bunyi ponsel Niken ada satu pesan masuk namun Niken masih malas mengambil nya dia masih asyik makan pisang goreng sambil nonton televisi.


Ting


ponsel Niken berbunyi lagi ada dua pesan masuk dengan malasnya Niken mengambil ponselnya dan mengusap layarnya dan membuka menu kotak masuk .


Niken aku dengar kamu sedang merencanakan perceraian dengan Andika ?


apa benar ?


iya aku sudah memikirkan dengan matang-matang


_Niken


Apa kamu yakin ?


_Nadia


Buat apa aku berharap pada seseorang jika orang itu sendiri tidak ingin aku harapkan , hal itu membuat aku sakit .


Aku sudah berusaha memperbaiki nya tapi dia tidak ada usaha untuk memperbaiki nya


aku sudah bertahan namun dia tidak mau menghargai semua alasanku bertahan


sungguh membuatku sakit dan lelah


_Niken


Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu yang terbaik aku akan mendukungnya


_Nadia


Terimakasih atas support nya Nadia 😘


_Niken

__ADS_1


sama-sama Niken kalau kamu perlu bantuan jangan sungkan memintanya padaku aku akan membantu mu .


_Nadia


Baiklah.Terimakasih 🙏


_Niken


***


Esok harinya Niken dan Bi Ina ke rumah sakit.


" Non bibi ke kantin dulu ya membeli minuman bibi lupa bawa minuman". Sambil menghentikan langkahnya yang ber iringan dengan Niken


" Baiklah bi ". ikut menghentikan langkahnya


" Aku tunggu di situ bi ".sambil menunjuk kursi tunggu di depan ruangan dokter spesialis penyakit dalam


" Baik non ".


Kemudian Bi Ina melangkah kan kaki yang berlawanan dengan Niken sedangkan Niken dengan langkah yang gontai dan sambil memandang i ponselnya dia berjalan menuju ruang tunggu di depan ruangan dokter.


Braaakkk...


Suara tabrakan Niken dengan seseorang di lorong rumah sakit menuju ruang tunggu .


" Maaf aku tidak sengaja ". seorang gadis umurnya kira-kira lebih mudah 8 sampai 10 tahun dari Niken


" Baiklah ". sambil tersenyum dan berdiri dari jatuhnya tadi .


Gadis itu masih berada di lantai sambil membereskan barang yang berantakan . Niken yang melihatnya membantu membereskan juga .


"Terimakasih ". sambil berdiri dan mengambil barangnya yang di berikan Niken .


"Maisya " sambil mengulurkan tangan .


Niken menjabat tangan gadis itu sambil tersenyum " Niken ".


Mereka saling berkenalan .


" Apa kakak akan periksa ". tanya Maisya sambil menunjuk keruangan dokter penyakit dalam


" Iya benar ". Niken sambil tersenyum


" Baiklah berarti kita satu tujuan ". Maisya tersenyum dan menggandeng tangan Niken mengajak ke tempat tunggu .


Ada rasa heran di hati Niken kepada Maisya yang tiba-tiba menggandengnya seperti seorang adik yang mengajak kakaknya .


Niken mengikuti langkah kaki Maisya sambil membiarkan dia menggandeng tangannya.Kemudian mereka duduk berjejer di kursi yang sama .


" Kakak dengan siapa kesini ? ". tanya Maisya dengan senyum manisnya


Niken merasa teduh dengan tatapan Maisya dan senyuman yang manis dia merasa dia adalah orang baik dan juga perhatian . Niken merasa hangat dengan sentuhan gadis ini , entah dia merasa akan dekat dengan nya seterusnya.


***


Hai readers selamat membaca 😘😘

__ADS_1


jangan lupa dukung terus ya 🙏🙏


salam sehat selalu untuk kalian. 😁😁


__ADS_2