
" Dimana ini ? " . Gumam Niken sambil melihat sekeliling
Niken terkejut melihat sekeliling banyak terpajang fotonya . Kemudian dia bangun dari tempat tidur melihat satu persatu fotonya . Dan ternyata fotonya kebanyakan pas dia SMA, kenangan bersama Erik mantannya .
" Aku dimana ? Kenapa banyak fotoku ? Apa ini kamar Erik ?". Batin Niken
Niken melanjutkan melihat-lihat foto dan ada beberapa barang yang membuat Niken tertarik untuk mendekati dan meneliti lebih dalam yaitu sebuah tumpukan kado .
Kado-kado itu ditujukan kepada Niken lengkap dengan angka ulang tahun Niken mulai dari ulang tahun Niken umur yang ke 24-28 tahun . Dimana umur dia sudah tidak bersama Erik lagi.
Dan satu lagi kado yang membuat Niken menitikkan air mata karena terharu yaitu sebuah kado yang didalamnya ada sebuah cincin permata dengan isi surat
" Merry me. Niken".
Niken langsung menangis membaca surat itu sambil meremas suratnya menaruh di dadanya.
Ada rasa bersalah , kecewa , sedih ,bahagia yang Niken rasakan bercampur menjadi satu. Dia sangat terharu melihat semua kado itu . Dia merasa sangat dihargai oleh seorang laki - laki , diperlakukan layak nya sebagai seorang ratu . Dan dia selalu mengingat hari ulang tahun Niken hingga saat dia tidak bersamanya dia masih membeli kado untuknya .
Berbanding terbalik dengan suami Niken yang tidak pernah ingat dan tidak peduli hari ulangtahun Niken . Apalagi hari spesial mereka. Andika cuma menganggap Niken ibu rumah tangga yang tidak berharga , selalu membandingkan nya dengan rekan kerjanya yang sukses dalam karirnya. Yang berpenampilan elegan , mewah dan cantik. Sedangkan Niken hanya seorang istri yang hanya mengabdi pada suaminya berpenampilan biasa , sederhana , dan tidak terlalu berdandan.
__ADS_1
Niken semakin menangis mengingat suami Niken yang seperti itu. Dan tiba - tiba terdengar suara membuka pintu .
" Kamu kenapa Niken , aku kuatir ada apa- apa karena mendengar tangis mu dari luar kamar ". Erik datang menghampiri Niken sambil memegang bahunya
Niken makin menangis dan tanpa sadar dia memeluk Erik dengan erat.
" Maafkan aku ...maafkan aku ". Kata- kata itu saja yang terlontar dari bibir Niken
" Kamu kenapa ?".
" Maafkan aku telah membuat kamu kecewa ".sambil menyodorkan kertas yang dia baca tadi .
" Oh ini , lupakan Niken mungkin kita memang ditakdirkan tidak untuk berjodoh ". Sambil mengelus kepala Niken .
"Sudah jangan menangis istirahat saja kamu baru sadar dari pingsan. Kamu mau kado - kado ini ambil lah yang kamu mau itu memang milikmu ". Erik mengusap air mata Niken
" Maafkan aku , aku telah membuat mu kecewa . Dan terima kasih kamu masih mengingat hari ulangtahun ku ". Sambil memeluk Erik lagi .
Niken merasa tidak ingin melepaskan pelukan itu tapi dia sadar diri kalau dia mempunyai suami dan hubungan yang harus dia jaga .
__ADS_1
Kemudian Niken melepaskan pelukan itu dan kembali duduk di ranjang Erik .
" Kamu sudah sadar ,Niken ?". Suara Nadia mengejutkan mereka berdua .
Niken mengangguk
" Niken kamu harus banyak istirahat dan nanti kamu harus periksa kan diri ke dokter Niken !". Sambil memeriksa keadaan Niken
" Aku sudah biasa seperti ini , setelah aku tidur dan istirahat keadaan ku akan pulih lagi " .jawab Niken
" Tidak Niken , karena hal ini sering terjadi padamu makanya kamu harus periksa. Aku kuatir ada penyakit lain yang kamu derita " jawab Nadia kuatir dengan keadaan Niken.
"Baiklah ".
" Niken , kamu ingin kita yang mengantar kamu pulang atau kamu hubungi suamimu untuk menjemput mu. Pasti suami mu juga kuatir terhadapmu ". Erik
" Tidak merepotkan kalian saja , biar aku pulang sendiri saja".
" Tidak Niken kamu baru sadar aku tidak ingin kenapa - kenapa lagi dijalan . Apa perlu ku telepon suamimu ?.
__ADS_1
"Tidak usah , Erik. Mungkin dia sibuk kerja aku tidak ingin mengganggu pekerjannya ."
"Baiklah kita antar kamu pulang ", Nadia menyahut