
"Kenapa Niken kamu tidak pernah bilang kalau kamu sedang sakit ? kenapa?? aku akan menerima mu apa adanya dan merawat mu dengan sepenuh hati karena keinginan ku hanya bisa menikah dengan mu dan mendampingi mu hingga maut memisahkan". kata Erik lirih dengan berurai air mata
Asisten Erik yang melihat tuannya seperti itu merasa tidak tega hingga matanya ikut berkaca-kaca ingin meneteskan air mata juga .
***
Sedangkan Andika juga mendapatkan kabar yang sama dari asistennya mereka sama-sama menyogok perawat itu dan mendapat berkas yang sama dan di serahkan kepada Andika .
Andika yang membaca surat itu langsung terdiam dan kemudian pergi meninggalkan kantornya melajukan mobilnya menuju rumah Niken . sesampainya di sana dia langsung masuk ke dalam kamar dan menumpahkan air mata nya di sana .
" Niken maafkan aku !, aku sungguh suami yang tidak berguna dan tidak tahu diri aku sungguh menyesal . Sungguh aku laki -laki yang tidak berguna membiarkan istrinya bergelut sendiri dengan penyakitnya. Dimana kamu Niken sekarang? dimana kamu Niken aku akan menebus dosa ku dan merawat mu dengan sepenuh hati Niken ? ". Andika berkata sendiri diruang kamar nya sambil berurai air mata.
Hatinya sungguh hancur dan sangat menyesal atas segala perbuatannya kepada Niken , hingga dia tak sanggup menghadapi kehidupan dan dia tak ingin mengenal wanita lain . Dia memutuskan untuk hidup sendiri selama nya .
Sudah tidak terasa hingga pagi menjelang Andika tertidur di rumah Niken , dia segera bergegas ke kantor meskipun dia sedang dilanda kepedihan namun dia tetap profesional dalam pekerjaan.
Sesampainya di kantor Andika memanggil Asistennya .
" Kamu cari keberadaan Niken sekarang Sampai ketemu di manapun dia berada ! jika tidak ketemu kamu yang akan bertanggung jawab. Mengerti ..!!!". perintah Andika ke asistennya dengan tatapan tajam penuh kemurkaan
" Baik tuan ". jawab Asistennya sambil menunduk ketakutan
***
Erik pun sama dia dilanda kepedihan lebih dalam namun karena tanggung jawab yang dia emban dia tetap menjadi orang profesional dalam pekerjaan.
Dia masih termenung di balkon kantornya menatap keramaian dibawahnya . Dia menatap dengan tatapan kosong melihat setiap kendaraan ke luar masuk ke dalam parkir kantornya dan lalu lalang kendaraan di jalan depan kantor nya .
Hari ini dia merasa tidak semangat ada sesuatu yang hilang dalam hatinya yang membuat sakit .
Asisten Erik menghampiri dia ke balkon kantornya dan membisikkan sesuatu .
" Baiklah ikuti dia dan kamu kirim di mana lokasinya,aku akan segera kesana!". jawab Erik dengan tatapan berbinar sepertinya dia mendapatkan kabar yang cukup baik tentang Niken .
__ADS_1
" Baik tuan ". Asisten Erik membungkuk dan undur diri dari hadapan Erik dengan sopan .
Kemudian Erik segera turun dari kantornya menuju mobil nya .
***
Bi Ina di suruh Niken untuk datang kerumah lamanya mengambil berkas - berkas yang di butuhkan oleh Lala . Dia masuk kedalam rumah Niken dan mencari berkas tersebut kemudian setelah mendapatkan nya dia memberikan kepada Lala namun dia tidak datang ke kantor Niken, Bi Ina dan Lala bertemu di suatu tempat agar tidak bertemu dengan Erik .
Namun dugaan Bi Ina salah karena di rumah Niken sudah ada mata -mata Erik dan juga Andika yang sudah siap melapor semua kejadian kepada tuannya masing - masing .
Para mata - mata sudah mengikuti Bi Ina hingga tempat pertemuan nya dengan Lala.
Ponsel Erik berbunyi dia segera mengambil nya ternyata share lokasi tempat dimana pertemuan Bi Ina dengan Lala. Beberapa menit kemudian Erik sudah berada di sana melihat mereka sedang berbincang -bincang dan menyerahkan berkas yang dibawa Bi Ina .
" Apa kabar Bi Ina ? ". sambil memeluk BI Ina dan mencium pipi kanan dan pipi kiri BI Ina
" Baik non ". jawab Bi Ina sambil membalas ciuman tersebut .
"Anu non ,gimana ya saya mau mengatakan nya saya tidak bisa ? ". Jawab Bi Ina sedikit gugup .
" Ya sudah lah Bi kalau bibi tidak bisa mengatakan nya mungkin non Niken perlu ketenangan sehingga tidak ingin di ganggu saya paham itu bi , dan saya cuma bisa mendoakan semoga ibu Niken baik -baik saja ". sambil mengelus punggung Bi Ina kemudian mengambil berkas dari bi Ina dan meminum minuman yang di pesan nya .
Sementara Erik masih tetap memantau mereka dari jauh .
" Baiklah bi saya pergi dulu ya , soalnya ada rapat penting hari ini ". Lala berpamitan kepada Bi Ina .
" Iya non ". bi Ina mengangguk
" Oya Bi , kalau mau pesan makanan silahkan Nanti biar di masukkan ke kartu kredit ku tagihannya".
" Sudah non saya sudah makan , saya juga keburu-buru di tunggu nona Niken kasihan ". sambil beranjak dari tempat duduknya
" Baiklah bi ". Lala meninggalkan Bi Ina kemudian di susul Bi Ina .
__ADS_1
Bi Ina masuk kedalam mobil yang di suruh Niken untuk menjemput Bi Ina . Mobil itu melaju menuju tempat dimana Niken saat ini berada dan tanpa sadar bahwa Erik sudah ada di belakang mobil itu untuk mengikuti nya.
***
Sedangkan Andika kalah cepat dengan Erik . Karena sedang ada rapat jadi dia telat menerima telepon dari anak buahnya. Namun anak buahnya sudah mengikuti mobil yang di kendarai oleh Bi Ina .
πhalo tuan ini saya sudah mengikuti pembantu nona Niken : anak buah Andika
π Bagus lanjutkan jangan sampai kehilangan jejak dan jangan lupa kirim share lokasi kepada saya , saya akan menyusul nya : Andika
π Baik tuan : anak buah Andika
Kemudian Andika memutus teleponnya dan segera bergegas menuju mobilnya dan melaju kencang menuju tempat dimana Mereka mengikuti Bi Ina .
***
Niken sedang mengobrol diruang tamu dengan Nadia sambil menikmati secangkir teh hangat yang dibuatkan oleh bi Ijjah dan beberapa camilan di meja. Mereka memandangi pemandangan di depan rumah Niken yang sangat asri dan sejuk .
" Sejuk sekali disini Niken ". kata Nadia sambil menghirup udara segar di sekelilingnya
" Benar Nadia sangat sejuk". jawab Niken
" Oh iya Niken apa kamu tidak memberi tahu Erik tentang penyakit mu ? .Aku yakin Erik pasti kuatir padamu dan sedang sibuk mencarimu Niken. Apa kamu tidak kasihan melihat dia kesulitan menemukan mu Niken ? ". Nadia bertanya kepada Niken dengan tatapan nanar berharap Niken memberi jawaban yang melegakan
Namun Niken terdiam kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke luar ruangan menatap sekeliling rumah dan menghirup udara segar berkali-kali. Kemudian Nadia menyusulnya sambil menikmati pemandangan dan memasukkan tangannya ke saku celana dan menghirup udara segar berkali-kali.
Mereka seperti sedang mengagumi ke indahan alam disekitar sini . Niken beranjak lagi dari posisinya menuju ayunan depan rumahnya . Dia menaiki nya dan tersenyum sendiri seperti sedang menikmati kebersamaan nya dengan kakek neneknya. Sedangkan Nadia mengikuti di belakangnya dia sedikit merinding melihat kelakuan Niken yang tersenyum sendiri namun dia tepis ketika Niken memanggilnya dan menyuruhnya mendorong ayunannya.
" Sini Nadia bantu aku mendorong nya". panggil Niken
.****
bersambung
__ADS_1