
Niken kemudian berdiri menuju ruang tamu.
" Kamu?.. kenapa disini ? Kamu tidak kerja?".tanya Niken ketika melihat Erik sedikit gugup dan sedikit tidak senang di raut wajahnya .Namun didalam hati Niken sangat senang dia datang .
" Bagaimana keadaan mu ? Apa bayinya baik-baik saja , aku bawakan buah - buahan nih ...biasanya ibu hamil suka rujak manis nanti biar dibuatkan Bi Ina". Sambil memberikan kantong plastik berisi buah .
" Tenang saja tuan , bibi akan jaga baik-baik nona Niken".sambil mengambil kantong plastik yang diserahkan Erik kepada Niken namun tak kunjung Niken terima
" Ok makasih. Tapi kenapa kamu harus perhatian sekali sama aku ,peduli sama aku , aku sudah menikah ,Erik". Niken mulai menggiring perasaan Erik untuk mengatakan sejujurnya
Erik gugup mendengar pertanyaan Niken yang mulai menggiringnya.
"Aku tahu kamu sudah menikah ".
"Lalu ..?".
"Siapa bilang aku perhatian aku cuma kasihan ..".Erik memutar balikkan fakta bahwa dia sebenarnya tidak bisa menyimpan perasaan rindunya ke Niken
muka Niken memerah mendengar Erik dia tidak bisa menyembunyikan rasa malu karena dia salah menebak .
"Kasihan ..?? Kenapa..??". Sambil mengangkat pundaknya memberi isyarat kalau dia tidak mengerti dan sedikit menutupi rasa malu karena dugaannya salah .
__ADS_1
"Ya..aku kasihan sama kamu , karena pas lagi hamil suamimu sedang bekerja di luar kota . Aku hanya kuatir terjadi sesuatu sama kamu seperti kemarin". Erik mencari - cari alasan yang tepat agar Niken tidak mengetahui perasaan di hatinya
" Ok makasih, bagiku kamu mengirim Bi Ina kemari sudah cukup membantu aku tidak mau merepotkan mu ."
" Iya aku tahu tapi aku kuatir,Niken ."
"Baiklah ,kalau ada apa-apa pasti aku akan beri kabar ".
Erik tersenyum " aku sudah menyuruh Nadia nanti ke sini untuk memeriksa keadaanmu lagi".
" Aku kan sudah bilang aku baik - baik saja".
"Masak apa Bi?."
"Saya masak kesukaan tuan , karena saya tahu tuan pasti kesini".
"Wah pasti enak ini ". Sambil duduk ditempat makan dan mencicipi masakan Bi Ina
"Kamu belum sarapan?" Tanya Niken menghampiri Erik
" Belum ". Sambil makan masakan Bi Ina
__ADS_1
" Ya udah kamu makan setelah ini kamu berangkat kerja!".
"Hari ini aku tidak ada kerjaan . Aku masih ingin disini menemani Bi Ina ".
"Tapi...".
Erik melirik Niken tajam dia tahu ke kuatiran Niken karena dia sudah bersuami .
"Tenang saja aku tidak akan mengganggu aktivitas mu , setelah selesai makan aku akan pulang ". Sambil melahap masakan Bi Ina
Niken bernafas panjang perkataan Erik membuat lega karena Erik mengerti kegelisahan yang dia rasakan .
"Oh iya , aku kesini juga mau menanyakan persiapan acara Minggu depan , aku ingin tahu sudah sejauh mana perkembangan nya?". Erik memulai mencari bahan pembicaraan agar dia sedikit lama tinggal dirumah Niken karena makanan yang dia makan akan segera habis.
" Aku kan sedang sakit ,besok sajalah kita bicarakan di toko".
" Tapi aku harus tahu perkembangan nya ,aku sudah memberikan uang muka untuk ini aku harus memastikan bahwa acara ku berjalan sesuai keinginan ku ". Erik meyakinkan Niken untuk mengizinkan nya tinggal sedikit lagi bersamanya.
"Hmm ..baiklah setelah makan aku akan menjelaskan semua yang telah aku kerjakan dan perkembangan nya".
"yes.." Erik berbicara lirih sambil mengepalkan tangannya sebagai tanda dia berhasil mengambil kesempatan untuk bersama Niken.
__ADS_1