
Niken pergi kerumah sakit di antar oleh Bi Ina , di rumah sakit tersebut Niken di suguhkan pemandangan yang luar biasa di sana dibangun beberapa tempat beribadah yang berbeda dari beberapa agama dan tempatnya pun tidak pernah sepi dari pasien maupun yang menjenguk.
Mereka semua seperti keluarga saling menguatkan satu sama lain. Perawat pun sangat ramah dan melayani mereka seperti saudara sendiri dan disini juga bukan hanya perawat yang membantu mereka tapi orang di daerah sini bergantian membantu mereka . Sungguh pemandangan yang unik dan menarik berbeda dari tempat lain yang hanya memikirkan kehidupannya sendiri-sendiri namun disini mereka bergotong royong saling membantu .
Niken berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju tempat pemeriksaan penyakit dalam . Dan dia menangkap sosok yang tak asing lagi yaitu Maisya sedang membantu perawat merawat pasien .
"Maisya ". Niken berkata lirih dia merasa kagum dan bangga melihat Maisya .
Maisya menoleh dan menatap Niken dan memberikan senyum kepada Niken. Menandakan dia mengetahui keberadaan Niken . Niken membalas senyuman itu dengan manis .
Niken sudah sampai di ruangan dokter Tania.
" Silahkan duduk nona ". Dokter Tania mempersilahkan Niken dan Bi Ina
Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan.
" Selamat siang dokter saya Niken , saya mendapat rekomendasi dari dokter Irawan untuk berkonsultasi kepada dokter Tania mengenai penyakit saya". Niken sambil menyodorkannya kertas berisikan diagnosa penyakit nya.
Dokter Tania mengambil berkas dari Niken dan membuka nya mempelajari lembar demi lembar dari dokter Irawan .
" Nona Niken saya sudah membaca diagnosa penyakit anda , memang penyakit anda adalah penyakit yang sulit di sembuhkan apalagi jika anda tidak punya keluarga sehingga untuk pencangkokan sumsum tulang belakang mengalami penghambatan.". tutur dokter Tania.
" Benar dokter ". jawab Niken dengan raut wajah sedikit putus asa .
Sedangkan Bi Ina hanya bisa menyimak penuturan dokter dan Niken dengan serius .
"Baik nona Niken saya akan memeriksa kembali keadaan penyakit anda, sebenarnya nona Niken saya bukanlah dokter yang hebat seperti cerita dokter Irawan, saya cuma memberi semangat kepada pasien agar bisa bertahan , di samping itu di rumah sakit ini berbeda dengan rumah sakit lain . Disini kekeluargaan nya lebih kental dan saling mendukung antar sesama. Mereka saling bahu-membahu menolong sesama dan sesama pasien pun punya keterikatan tinggi terhadap pasien lain bisa saling mendonorkan organ nya jika dibutuhkan sehingga nyawa yang lain bisa tertolong , tapi disini memang banyak yang sembuh dikarena semangat mereka sendiri dan keterikatan batin mereka yang sudah seperti saudara sehingga membuat mereka bertahan hidup dan merasa tidak sendiri lagi. Semoga nona Niken bisa bertahan apalagi dengan penyakit yang ganas ini dan semoga tuhan memberi keajaiban sehingga nona Niken bisa sembuh ". Tutur dokter Tania kepada Niken .
Amin
__ADS_1
jawab Bi Ina dan Niken serentak sambil mengusap wajah mereka penuh harap.
Pemeriksaan pun berlanjut dan disarankan oleh dokter Tania setiap Minggu untuk kontrol ke rumah sakit dan mengikuti beberapa terapi .
***
Sementara Andika dan Erik masih kebingungannya mencari jejak Niken berada . Erik pun selalu memantau kantor dan juga rumah Niken. Dia pun secara intens mencari informasi ke Lala dan juga ke pegawainya yang lain namun hasilnya masih nihil .
Begitupun dengan Andika setelah mengurus tuntutan terhadap Cita dan menjebloskan Cita ke penjara Andika pun menyuruh anak buahnya mencari informasi sebanyak mungkin tentang Niken .
Dan Nadia Tiba-tiba mempunyai ide untuk menanyakan kepada dokter Irawan tentang keadaan Niken karena Nadia merasa curiga setelah Niken pergi periksa ke dokter Irawan sejak itu dia tidak pernah kirim kabar dan hilang begitu saja.
Tok..tok .tok..
Nadia mengetuk ruangan dokter Irawan .
" masuk ". jawab dokter Irawan
" Tumben dokter Nadia kesini , apa anda sedang sakit ?". tanya dokter Irawan
" Begini dokter saya ingin menanyakan sesuatu tentang pasien anda ".
" Maaf dokter anda kan sudah tahu sendiri bahwa di rumah sakit ini dokter harus melindungi data-data pribadi pasien ". Dokter Irawan
" Saya tahu Dok, tapi ini sangat mendesak saya ingin tahu tentang keadaan sahabat saya , karena setahu saya setelah periksa kesini sahabat saya menghilang tanpa jejak , barangkali dokter bisa memberikan petunjuk untuk saya". Nadia dengan raut wajah memelas dan memohon agar di beri informasi oleh dokter Irawan.
" Maaf Dok, sekali lagi mohon maaf karena ini sudah peraturan". dokter Irawan sambil membereskan berkas di mejanya.
Asisten dokter Irawan masuk kedalam ruangan .
__ADS_1
" Dokter berkas - berkas yang akan dikirim ke dokter Tania apa sudah di siapkan karena dokter Tania tadi telepon untuk menyiapkan data pasien untuk di periksa kembali". tanya asisten dokter Irawan
" Ini sudah saya siapkan , tolong segera di proses ya ". Kata dokter Irawan sambil menyerahkan berkas di tangannya kepada asistennya .
Namun tiba - tiba asisten nya terpeleset ketika ingin menerima berkas tersebut sehingga membuat berkas ditangannya berantakan jatuh kelantai , Nadia yang melihat pun membantu membereskan namun ada satu nama yang membuat Nadia terpaku dan langsung mengambil berkasnya.
" Nama pasien : Niken Yuswandari Atmadja
diagnosa : kanker darah / leukimia". Nadia membaca berkas itu dengan lirih .
Nadia masih menatap berkas itu membaca lebih lanjut namun asisten dokter Irawan segera mengambil berkas tersebut. Nadia masih terpaku tentang apa yang dibaca dan dilihatnya dia merasa tidak percaya dengan semua ini .
" Tidak .. tidak mungkin .. Niken mengidap penyakit itu. Tidak ..tidak ". Nadia masih tidak percaya berkali-kali dia menggeleng kan kepalanya untuk menyadarkan pikirannya .
" Dokter katakan bahwa pasien itu bukan Niken Atmadja sahabat ku kan ? ". Nadia memegang tangan dokter Irawan .
" Maaf Dok itu benar itu Niken Atmadja sahabat dokter , maaf jika saya menyembunyikan karena ini permintaan dari pasien sendiri untuk tidak mengatakan kepada siapa pun ". dokter Irawan sambil membalas pegangan Nadia
Nadia terkejut bagai di sambar petir dia langsung terduduk di lantai lemas mendengar kabar bahwa sahabatnya mengidap penyakit ganas dan mematikan.
Dia tak kuasa menahan air matanya hingga air matanya jatuh membasahi pipinya . Dokter Irawan yang melihatnya hanya bisa menghibur nya dan menenangkan.
" Tidak .. tidak mungkin.. ". Nadia masih tidak percaya sambil mengusap air matanya
"katakan dokter sekarang dia ada dimana ?. Tanya Nadia sambil mengguncang - guncangkan tubuh dokter Irawan.
" Maaf dokter Nadia untuk posisi tepatnya saya tidak tahu , tapi saya sarankan untuk pergi ke dokter Tania untuk konsultasi dan tadi dokter Tania meminta berkasnya , kemungkinan besar Nona Niken berada di daerah dokter Tania ".
Nadia berhenti mengguncang tubuh dokter Irawan dan melepaskan nya kemudian Nadia berlari keruangan nya di iringi dengan matanya yang berkaca-kaca yang tak mampu dia bendung lagi hingga terjatuh butiran putih membasahi pipi nya , dan Nadia sangat shock mendengar berita tentang sahabat nya .
__ADS_1
****
bersambung