Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Tamparan untuk Niken


__ADS_3

Niken geram mendengar ucapan Cita amarahnya sudah tidak mampu terbendung lagi. Niken mengangkat tangan nya lagi ingin meraih wajah Cita dia ingin merobek mulutnya yang berbisa, namun dengan sigap Andika memegang tangan Niken . sedangkan Cita langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Apa yang kau lakukan ,memalukan ! ". Andika membentak Niken dengan kasar dan disaksikan banyak mata disana dan mengangkat tangannya untuk menampar pipi Niken.


Niken Spontan menutup wajahnya dengan kedua tangan ketika melihat Andika mengangkat tangannya ingin meluncurkan tamparan .


Sebelum dia melepas tamparan keras nya di muka istrinya yang disaksikan banyak orang Erik segera memegang tangan Andika menahan tamparan itu.


"Apa yang kau lakukan , ini bukan urusan mu ,ini urusan rumah tangga ku " , Andika sambil mencoba melepas cengkraman tangan Erik dengan nada keras sehingga otot lehernya terlihat dan menegang .


"Aku sudah peringatkan bahwa aku tidak akan tinggal diam jika kamu menyakiti Niken. Apa ini caramu melakukan istrimu lihat pandangan mereka padamu". Erik sambil melepaskan cengkraman nya sambil menunjuk-nunjuk wajah Andika dengan penuh emosi


Niken meninggalkan mereka berdua yang sedang perang tatapan tajam serta meninggalkan semua mata yang melihatnya .


Kemudian disusul dengan Andika yang penuh emosi, menuju ruangannya. Kemudian Cita yang penampilannya berantakan di ikuti asistennya. Dan Erik yang terakhir dia berlari mencari Niken dan menyuruh asistennya untuk menggantikan dalam rapat.

__ADS_1


kemudian semua orang yang berkerumun pun satu persatu kembali ke tempat masing-masing sambil berbisik-bisik manja membicarakan mereka.


Didalam ruangan Andika marah-marah melampiaskan kepada tumpukan barang di mejanya dengan cara melempar semuanya kesemua sudut ruangan.


"Pak tolong kendalikan sebentar lagi semua tamu undangan datang ". Asisten nya menenangkan Andika


" Baik kamu atur semua perjamuan nya tunda rapatnya beberapa menit ". sambil duduk ditempat duduk nya menyandarkan kepalanya dan tangan satunya memegang keningnya.


Ada rasa penyesalan di dalam hati Andika karena dia sudah membentak Niken didepan umum.


Niken menatap bunga di depan nya sambil meneteskan air mata yang tak mampu dia bendung lagi , dia sangat kecewa kepada suaminya karena lebih membela perempuan licik itu dari pada istrinya sendiri ,dan tidak ada lagi kepercayaan untuk dirinya.


Hatinya pun hancur apa lagi dia membentaknya di depan banyak orang hal itu menambah luka di dalam hatinya yang sudah semakin menggunung dan tak mampu dia mengobatinya.


Erik mendekati nya , kemudian meraih tangan nya yang terluka dia membalut nya dengan sapu tangannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan ? , pergilah aku ingin sendiri ?". pinta Niken dengan suara serak karena tangisan nya.


Erik tidak menghiraukan nya dia tetap memeriksa bagian tubuh Niken yang terluka dan membenahi rambut Niken yang berantakan .


" Sudah aku bilang pergilah !." Niken mendorong Erik


Namun Erik tetap tidak mau pergi dia tetap duduk di samping Niken .


" Kenapa kamu masih disini pergilah ?, apa peduli mu padaku? kamu mau apa ?, apa kau ingin menertawakan ku karena aku telah meninggal kan mu ? atau kau ingin melihatku dengan karma yang telah aku lakukan ?". Dengan suaranya yang masih serak dan air matanya yang lebih banyak mengalir deras di pipinya.


Erik masih diam dia menatap mata Niken dengan sayu .


" Jawab aku ! ". sambil memegang pundak Erik dan menggoyang-goyangkan nya agar Erik mau menjawabnya dan masih dengan suara serak


Erik tidak menjawab satu pertanyaan pun dia mengambil wajah Niken yang terlihat putus asa dan menghapus air matanya kemudian dia memeluk Niken dengan erat dan mereka saling menghamburkan tangisannya .

__ADS_1


__ADS_2