Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
penyesalan


__ADS_3

Erik sedang sibuk membuat bubur di dapur karena dia baru pertama kali masak jadi terlihat berantakan. Peralatan dapur kadang dijatuhkan nya karena kepanasan . Niken yang mendengar bunyi berisik terbangun dan mencari sumber Dimana bunyi itu terdengar.


"Tercium aroma makanan ". Sambil mengendus-ngendus bau makanan


Erik yang dari tadi masak tidak sadar kalau Niken sudah ada di belakangnya memperhatikan dari belakang.


" Lumayan ". Erik sambil mencicipi masakan nya ,kemudian mengangkat bubur nya dan berbalik badan mau menaruh makanan di meja makan .


"Eh .. kamu sudah bangun ". Tanya Erik terkejut..


"Iya , masak apa ?" .sambil tersenyum


" Maaf ya tidak izin dulu untuk memasak di dapur mu tapi karena dirumah tidak ada makanan jadi aku memasaknya untuk mu . Sini coba !".


"Ok ".


Kemudian Niken duduk di meja makan dan mencicipi masakan Erik tak terasa Niken menitik kan air mata karena dia teringat suaminya yang tidak perhatian seperti Erik . Kita Niken sakit Andika tidak pernah membuat makanan untuknya .


" Kenapa ? Tidak enak ya .. muntah kan saja kalau gak enak gak apa apa kok ".

__ADS_1


"Lumayan enak kok". Sambil melahap bubur nya ..


"Hmmmm .. lezat ". Niken sambil menghabiskan sisa bubur nya


Erik tersenyum melihat Niken makan begitu lahapnya .


"Seandainya dulu aku tidak begitu sibuk pada pekerjaan ku dan terus memperhatikan mu mungkin setiap hari aku akan memasak untuk mu selalu melihat senyum manis mu , canda tawamu yang membuat hatiku . Ahhhh ... Sungguh berdebar ..". Bisik hari Erik sambil melihat senyum Niken yang manis.


" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu , kamu istirahat saja ya!. Aku sudah menyuruh PRT ku kemari besok jadi gak usah repot membersihkan rumah kamu istirahat saja ". Sambil mengelus punggung Niken


" Tidak usah repot - repot aku bisa melakukan nya ".


" Baiklah ".


Kemudian Erik menuju pintu karena hujan lebat Niken menghentikan nya ." Hei .. tunggu aku ambilkan payung dulu untuk mu ". Sambil mengambil payung untuk Erik


Ketika membuka gagang pintu tidak sengaja mereka bersamaan memegang gagang pintu sehingga tangan mereka bersentuhan


Srrrr...

__ADS_1


Darah mereka terasa naik ke ubun-ubun.


"Eh silahkan".Niken membuka gagang pintu dan Erik melepaskan genggaman nya


Ketika membuka pintu terdengar petir menggelegar dan secara refleks Niken memeluk Erik karena takut . Melihat Niken yang ketakutan Erik membalas pelukan Niken sambil mengelus punggung nya.


" Ehh ...maaf ..". Niken melepaskan pelukannya dan dia mendongak kan kepalanya menatap wajah Erik dan Erik pun menatap Niken begitu lembut . Wajah mereka begitu dekat hampir hidung mereka bersentuhan Niken merasakan hembusan nafas Erik sehingga pikiran Niken bernostalgia disaat dia sedang berpacaran dulu dengan Erik .


"Hembusan nafas ini begitu hangat sama seperti dulu. Hembusan yang membuat aku tenang . Seandainya dulu aku tidak memilih Andika dan memilih untuk menunggu Erik mungkin aku bisa merasakan hembusan nafas ini setiap hari ".


"Oh iya maaf kata Erik ". Sambil melepaskan tangan nya yang melingkar di tubuh Niken.


Kemudian Erik segera meninggalkan rumah Niken dan berpamitan kepadanya dengan sedikit rasa malu, senang, campur aduk .


begitupun dengan Niken sama seperti yang Erik rasakan .


Mereka berdua sama-sama merasakan sebuah penyesalan yang mereka alami namun mereka harus menerima keadaan karena mereka menganggap bahwa ini adalah salah keduanya dan kehidupan yang mereka pilih . Menyesal pun tidak berguna yang mereka lakukan saat ini menerima kenyataan dan menjalaninya.


***

__ADS_1


hai.. readers selamat membaca😘


__ADS_2