
Niken terlihat serius memperlihatkan rencananya kepada Erik.
Erik memperhatikan secara seksama sambil mengagumi Niken. Sesekali Erik mencuri pandang melihat mata Niken , pipi Niken ,hidung Niken hingga bibirnya .
Erik memperhatikan bibir Niken yang merah tipis namun seksi ingin sekali dia ******* pelan-pelan bibir itu ,sesekali Erik menelan ludah ketika memandang bibir Niken yang dari tadi menerangkan rencana nya.
"Bagaimana kamu setuju dengan rencana ku ". Niken Sambil berhenti menggerakkan mouse laptopnya kemudian memandang Erik yang sedari tadi terpesona kepadanya
"Ehh iya ..iya ...bagus rencananya..aku setuju ".
" Baiklah kalau begitu aku akan mengirim rencana ini ke tim ku biar di proses". Sambil tersenyum dan memulai memainkan mouse laptopnya
"Ok ..ok ".
" Nona apakah supermarket dekat dari sini?". Bi Ina tiba-tiba datang mengganggu konsentrasi ke duanya.
" Ada apa Bi?, Apa ada yang kurang di dapur ?". Tanya Niken
"Iya Nona ,mau beli bumbu untuk rujak nya .karena dari tadi saya cari kacang sama gula merah tidak ada di dapur ".
" Iya Bi , aku lupa beli kemaren sudah habis. Baiklah biar aku saja Bi yang pergi ada sesuatu yang mau aku beli juga. Supermarket nya dekat kok dari sini , jalan kaki pun bisa". Niken sambil menunjuk kearah luar rumah menunjukkan tempat supermarket
__ADS_1
"Aku ikut juga ada sesuatu yang mau aku beli ". Erik selalu mencari kesempatan untuk bersama Niken
" Baiklah, ayo ". Ajak Niken
Mereka berdua pergi ke supermarket karena jaraknya cukup dekat mereka memutuskan untuk jalan kaki saja .
Di jalan Erik menarik tangan Niken kebelakang dan menaruh tubuh Niken disampingnya sama seperti dulu mereka berpacaran. Erik selalu berada di pinggir jalan menjaga Niken dari lalu lalang kendaraan . Seperti seorang ayah yang selalu melindungi anaknya.
Niken tersenyum dengan tingkah laku Erik " dia seperti Erik ku yang dulu yang selalu menjaga ku , yang selalu mendukung ku , hingga saat ini aku sudah menikah dia selalu ada disaat aku butuh . Saat ini yang seharusnya ada di samping ku adalah suami ku tapi .. dia tak pernah memperlakukan ku seperti ini . Dia selalu berjalan didepan ku tak pernah memperdulikan ku saat jalan bersama dia tidak pernah menggandengku jika bukan aku yang memulai menggandengnya ". Wajah Niken terlihat muram ketika dia mengingat suaminya
Tidak beberapa lama mereka sudah sampai di supermarket Erik langsung megambil kereta dorong dan mengikuti Niken di belakangnya.
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang terpeleset di depan mereka barang yang dibawa ibu-ibu tersebut jatuh dan berantakan . Niken dan Erik segera membantu ibu-ibu tersebut.
"Terimakasih ya nak , semoga kalian selalu bahagia , kalian terlihat serasi dan cocok semoga segera mendapat momongan ya nak ". Ibu-ibu itu mendoakan mereka berdua sambil memegang tangan mereka berdua ..
"I..iya Bu ...". Niken menjawab ragu
Erik hanya tersenyum mendengar perkataan ibu-ibu barusan .
"Mbak tumben ajak suaminya biasanya sendiri?". Tanya Mbak-mbak kasir waktu Niken mau membayar belanjaan nya
__ADS_1
Niken hanya tersenyum tak menjawab Mbak-mbak kasir .
"Suaminya ganteng Mbak cocok sama mbak".
Niken hanya tersenyum lagi tidak membalas perkataan Mbak-mbak kasir. Memang Niken jarang keluar dengan suaminya kemanapun dia sendiri belanja bulanan pun dia juga sendiri .
Erik mengeluarkan kartu membayar belanjaan itu.
" Ini Mbak pake kartu ini aja". Erik menyerahkan kartunya ketika Niken membuka dompet untuk membayar.
"Pake punyaku aja tidak apa-apa ". Erik sambil tersenyum kepada Niken .
Kemudian Niken kembali menutup dompetnya .
"Makasih ya ".
Mereka kembali ke rumah Niken . Erik yang menenteng belanjaan Niken masih tetap mengambil posisi di samping Niken .
Orang-orang disekitar rumah Niken memandang sedikit dengan rasa penasaran siapa laki-laki ganteng yang bersama Niken.Mereka terlihat serasi dan cocok.
Suami Niken memang jarang bersosialisasi dengan tetangga jadi tetangga mereka tidak mengenal suami Niken terlebih lagi mereka juga tertutup. Apalagi mereka hidup di kawasan komplek yang sebelah rumah saja tidak kenal .
__ADS_1