Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Siapa dia


__ADS_3

" Andika.. Andika ". Dokter Tania mengernyitkan dahinya bola mata hitamnya berada diatas mengingat sesuatu.


Sedangkan Erik raut wajahnya terlihat serius menanti jawaban dari dokter Tania .


" Oh iya tuan Andika . Dia datang kemari untuk menjadi relawan seperti Maisya dia membantu para perawat untuk merawat pasien. ". jawab dokter Tania .


" Benarkah , Andika jadi perawat? ". Erik sedikit tidak percaya tentang apa yang dia dengar karena yang dia tahu Andika tidak mungkin melakukan nya.


" Iya ,tuan . Dia memaksa untuk menjadi perawat disini alasannya karena dia merasa menyesal karena dia tidak bisa merawat orang yang dia cintai hingga dia meninggal ". tutur Dokter Tania


Erik terdiam mendengar perkataan dokter Tania


Tunggu .. kenapa Andika melakukan ini apa dia sudah berubah dan menyesali semua perbuatannya?


batin Erik


" Baiklah dokter terimakasih informasinya, saya pamit dulu dokter !". jawab Erik setelah menerima informasi tersebut kemudian dia berpamitan


" Baiklah tuan , sama - sama ".


Erik meninggalkan ruangan dokter Tania ,di setiap langkahnya dia masih berpikir kenapa Andika melakukan nya . Pikiran itu mengusik ketenangan nya dan membuat Erik penasaran hingga akhirnya dia mencari Andika untuk menanyakan langsung kepadanya .


Dia mencari ke setiap ruangan perawat sambil menanyakan kepada perawat lain dimana dia berada , namun tidak ada satupun perawat tahu hingga akhirnya dia bertanya kepada perawat laki-laki yang sedang berjalan di lorong mendorong kursi roda mengantar pasien .


" Tunggu, apakah aku boleh tanya sesuatu kepadamu ". kata Erik sambil menghentikan perawat tersebut .


" Tentu , silahkan tuan ! ". perawat laki-laki


" Apakah kamu tahu perawat yang bernama Andika ? dia berada dimana sekarang ? ". tanya Erik .


" Oh Andika. " jawab perawat itu dengan sedikit berpikir .


" Dia tadi berpamitan untuk keluar sebentar tapi entah kemana dia tidak mengatakan nya tuan ". jawab perawat itu .


" Oh begitu ya , terimakasih ya informasi ". jawab Erik


" Baik tuan sama - sama ".. perawat laki-laki


Erik segera berlari keluar rumah sakit dan menyebarkan pandanganya di luar rumah sakit namun dia masih tidak menemukan nya . Kemudian dia memanggil asisten nya untuk membantu mencarinya .

__ADS_1


Erik melambaikan tangan ke asistennya . Asisten yang melihat lambaian itu segera menghampiri Erik .


" Ada apa tuan , apa ada masalah ?". tanya asistennya


" Tolong bantu aku cari Andika disekitar sini ! ". perintah Erik


" Baik tuan ". jawab asistennya kemudian dia segera berlari ke arah yang berbeda dengan Erik.


Mereka masih mencari disekitar rumah sakit dan menanyakan ke beberapa orang disekitar sana mulai pedagang tukang parkir dan orang-orang yang sedang duduk di sekitaran rumah sakit namun hasilnya mereka tidak menemukan informasi sama sekali .


Mereka memutuskan untuk kembali ke mobilnya .


" Bagiamana apa kamu mendapat informasi ?". tanya Erik yang sudah berada di depan mobilnya lebih dulu


" Tidak tuan ". kata asisten nya terlihat lelah dan ngos-ngosan dari lari-lari kecilnya .


"Hmm.. baiklah kita ke makam Niken dulu setelah itu kita kerumah untuk istirahat . Kita lanjutkan besok untuk mencari Andika ". Kata Erik


" Baik tuan ". jawab asisten Erik .


Asistennya segera mengambil kemudi dan menjalankan mobilnya sesuai tujuan. Sesampainya di makam Niken Erik segera turun dari mobilnya menuju pemakaman Niken. Setelah sampai Erik terkejut dengan keadaan makam Niken yang jauh berbeda ketika dia berangkat dan pulang .


Siapa yang merubah makam Niken seperti ini ? apakah bi Ina ? tapi aku tidak menyuruh Bi Ina mengubahnya dan menanam bunga ? atau Andika ?


Batin Erik sambil mengamati taburan bunga yang masih basah . Dan kemudian menabur bunga juga di pusara Niken sambil berdoa . Setelah selesai Erik kembali ke mobil dan menuju rumah Niken .


Sesampainya di rumah Erik segera menemui Bi Ina dan menanyakan tentang makam Niken .


" Bi.. Bi Ina ..". panggil Erik ketika masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan bi Ina


" Iya tuan ". jawab Bi Ina keluar dari dapur menghampiri Erik .


" Bi saya mau tanya siapa yang menanam bunga di makam Niken dan menabur bunga tadi? ". tanya Erik


" Iya tuan kemaren juga saya bingung tuan ketika sampai di makam non Niken ternyata sudah ada tanaman bunga dan ada yang menabur bunga juga tuan . Saya tanya pak Imam , Bi Ijjah dan non Maisya katanya tidak melakukan nya , saya telepon non Nadia juga barangkali dia juga ke makam namun jawabannya tidak tuan . Saya juga bingung tuan siapa yang menanam dan menabur bunga setiap hari ". jawab Bi Ina penasaran juga .


" Jadi bukan bi Ina atau yang lain ya Bi yang menanamnya ? ". tanya Erik lagi


" Benar tuan bukan kami tuan ". jawab Bi Ina

__ADS_1


" Baiklah bi , biar besok saya cari tahu siapa yang menanamnya ". Kata Erik sambil menaruh tubuh nya diatas sofa terlihat sangat lelah .


" Baik tuan, saya buatkan teh hangat dulu tuan sama siapkan makanan dan air hangat untuk mandi".


" Baik Bi , terimakasih ". jawab Erik


" Iya tuan ". jawab Bi Ina menunduk sopan kemudian beranjak ke dapur menyiapkan semuanya.


Setelah beristirahat ,mandi dan makan Erik pergi ke halaman rumah tepatnya di ayunan tempat favorit Niken . Disana bisa melihat pemandangan daerah sekitar karena tempatnya di dataran tinggi jadi bisa melihat pemandangan sekitar . Pemandangan malam yang sangat indah di hiasi lampu - lampu dan terangnya bintang di langit.


Dari tempat ini juga terlihat makam Niken . Erik terkejut lagi dengan apa yang dilihat di matanya . Terlihat makam Niken begitu terang dengan lampu-lampu hiasan di sekitarnya dan terkesan sangat indah bukan seperti pemakaman .


Dengan pemandangan itu membuat Erik semakin penasaran siapa yang melakukan itu semua . Membuat makam Niken ketika malam terang dan indah. Di siang hari sangat indah dengan bunga kesukaan Niken di sekeliling nya dan kupu-kupu yang berterbangan di sekitar Bunga . Benar - benar terkesan bukan makam tapi sebuah taman yang indah .


Apakah ini perbuatan Andika ? Tapi untuk apa dia melakukan nya ? bukan kah dia dulu menghianati Niken dan tidak perduli padanya ? Sungguh aku tidak mengerti tentang semua ini .


pikir Erik bingung dan penasaran sambil menggelengkan kepalanya dan duduk di ayunan itu menikmati pemandangan di malam hari dengan secangkir kopi.


Erik tidak bisa tidur dengan pulas karena memikirkan siapa yang telah menghiasai makan Niken hingga pagi menjelang . Dan pagi - pagi sekali dia memutuskan untuk pergi ke makam Niken untuk membersihkan nya dan mengucapkan selamat pagi kepada Niken.


" Tuan mau kemana ? ". tanya bi Ina ketika melihat Erik keluar dari rumah .


" Aku mau ke makam Niken sebentar Bi ". jawab Erik


"Oh , Tidak minum teh atau kopi dulu tuan ?". tanya bi Ina


.


" Tidak bi makasih . Setelah dari makam saja aku akan sarapan di rumah ". Jawab Erik sambil tersenyum


" Baik tuan ". jawab Bi Ina


Kemudian Erik melanjutkan langkahnya ke makam Niken . Sesampainya di makam dia melihat sosok lelaki yang sedang jongkok menabur bunga di makam Niken.


" Siapa dia ? ". Erik penasaran dan menghampiri nya.


****


bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2