
Sebelum Andika datang dikantor Niken sudah berada disana. Terlihat Andika turun dari mobil Niken menghampiri Andika.
"Mas aku ingin bicara".
Namun Andika tidak menghiraukan nya dan tetap berjalan
"Mas ini tidak benar mas , dugaan mas salah ,aku ingin menjelaskan". sambil mengikuti langkah Andika kemudian menarik tangan Andika
Namun Andika lagi-lagi tidak menghiraukan dan melepaskan tarikan tangan Niken .
"Mas Erik memang mantan ku mas , tapi bukan berarti aku selingkuh dengan dia mas , ini salah mas , kumohon mas dengarkan aku ! ". pinta Niken sambil memohon dengan kedua tangannya di lipat menghalangi langkah Andika
Namun lagi-lagi Andika tidak menghiraukan Niken tidak patah semangat dia tetap mengikuti Andika
."Mas tolong dengarkan aku !". Niken memohon lagi
Tiba-tiba Andika menghentikan langkahnya
" Baik , aku akan memaafkan mu tapi aku ingin melakukan tes DNA ".
__ADS_1
" Apa maksudmu ?. sudah aku bilang aku tidak melakukan apapun dengan Erik dan aku bukan wanita yang seperti itu mas ". Niken menatap. Andika tajam
"Jika kamu tidak mau berarti memang benar dia bukan anakku ". sambil kembali berjalan
"Baik jika itu mau mu aku akan melakukan , urus keperluannya aku akan datang ". Jawab Niken dengan yakin dan berhenti mengejar Andika
"Ok , nanti siang biar sopir menjemput mu , aku akan urus semua ". Andika berhenti namun tidak menoleh posisi mereka tidak saling berhadapan, kemudian mereka menerus kan jalan masing- masing . Andika masuk kedalam kantor dan Niken pulang ke rumah.
Entah apa yang dirasakan Niken air matanya jatuh, dadanya sesak hatinya sakit bagai di tusuk-tusuk. Suaminya menuduh dia berselingkuh dan menganggap anak nya bukan anak kandungnya .
Saat itu dua mata memperhatikan mereka dan dua telinga mencoba mencuri dengar percakapan mereka yaitu Cita.
" Wah.. gawat kalo mereka jadi tes DNA bisa-bisa dia tahu bahwa anak yang di rahim Niken adalah anak kandungnya ". Cita berjalan mondar-mandir gelisah sambil menggigit jarinya
Tiba-tiba dia menemukan lagi ide liciknya.
Cita pura-pura sedang sibuk menelepon seseorang dan posisi dia berada di depan kantor Andika yang ada tangganya . Tidak terlalu tinggi tangga itu cuma mempunyai anak tangga 4 tapi jika terjatuh cukup lumayan bisa membuat orang terjungkal.
Niken berjalan menuju arah dimana cita sedang sibuk menelepon , Cita membalikkan badannya pura-pura dia tidak tahu kalau ada seseorang sedang berjalan menuju tangga itu.
__ADS_1
Ketika sampai di anak tangga pertama Cita menjegal kaki Niken , dan sudah pasti Niken terjatuh .
bruuukk..
Niken terjungkal jatuh kebawa. Cita tersenyum bahagia namun karena ada orang yang melihatnya dia pura-pura bingung tidak sengaja melakukan nya.
Erik yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Niken . Erik sengaja mengikuti Niken karena kuatir dan dia di beritahu oleh Bi Ina kalau dia ke kantor Andika .
Niken merintih kesakitan sambil memegang perutnya, darah segar mengalir di sela-sela selangk*ngannya .
Cita yang melihat Erik berada disitu juga dia bergegas turun ber akting lagi untuk membantu Niken . Namun Erik mendorong Cita keras hingga dia jatuh dan tangan nya lecet terkena goresan di lantai .
Erik yang sangat panik melihat Niken merintih dan mengeluarkan darah segera, Erik bergerak cepat menggendong Niken ke mobil dan membawa dia kerumah sakit.
sesampai dirumah sakit dia menelepon Bi Ina untuk memberitahu dan menyuruh Bi Ina memberitahu suaminya kalau Niken sedang dirumah sakit .
*****
hai readers selamat membaca ya😘😘 jangan lupa dukung dan kasih like nya ya 😁
__ADS_1