Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Erik menyatakan cinta


__ADS_3

"Niken aku datang padamu bukan untuk melihat mu seperti ini Niken dan bukan untuk membalas mu Niken. Aku hanya ingin melihat mu bahagia bersama siapapun pendamping mu Niken . kamu tahu hatiku sakit Niken jika aku melihat mu menangis". Sambil mengeratkan pelukannya dan meraih wajah Niken mengusap lembut air matanya.


Niken mendorong Erik " mungkin kau juga sama saja dengan suamiku , meninggalkan dan meremehkan ketika mereka sudah mendapatkan semuanya ". sambil berdiri dan mengusap air matanya dan melangkah kan kakinya


Namun beberapa langkah terhenti Erik memeluknya dari belakang melingkar kan tangan nya di perut Niken .


" Kamu tahu Niken betapa aku sengsara berapa tahun ini setelah pernikahan mu , kamu tahu karena apa ? karena penyesalan ku Niken . Aku menyesal karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga aku lupa memprioritaskan mu Niken. Sungguh aku menyesal. Aku sangat mencintaimu Niken, hingga hari ini sangat mencintaimu ".


Hati Niken tersentuh sehingga air matanya lebih deras mengalir, angin yang sepoi-sepoi dan aroma wangi bunga menambah suasana hari ini semakin indah . Begitu romantis sama seperti yang dulu Erik begitu romantis.


Erik menyatakan cinta dan penyesalan kepada Niken, perasan Niken hari ini sangat kacau disisi lain dia bahagia ada orang yang tulus mencintai nya namun dia bukan suaminya, sedangkan suaminya sendiri lebih membela wanita lain dari pada dirinya. Entah dia harus memilih siapa dan mempertahankan siapa .


***


Malam hari di rumah Niken


Niken tidak bisa tidur dia hanya membalikkan badannya ke kiri dan ke kanan ke samping ,tengkurap dan telentang. Dia berpikir keras tentang perkataan Erik kepadanya .


Terdengar suara mobil Andika di depan rumah Niken menatap jam dinding dan jarumnya sudah menunjukkan tengah malam. Dia tetap berada di ruang tidurnya pura-pura sudah tertidur.


Andika membuka pintu kamar Niken dia mendapati Niken sudah terlelap yang sebenarnya dia belum terlelap . Andika menghampiri Niken mengusap lembut wajahnya dengan tatapan sayu dan mencium keningnya kemudian tidur di sampingnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Niken.

__ADS_1


Niken tidak tahu harus berbuat apa , ada dia harus menyingkir tangan ini atau membiarkan nya.


Pagi yang cerah tangan Andika masih tetap melingkar di pinggang Niken.


Niken perlahan melepaskan nya dan kemudian segera bersiap diri untuk pergi ke toko sebelum Andika terbangun karena dia malas untuk berdebat lagi dengan laki-laki ini.


Ting .. Tong..


Suara bel pintu ketika Niken sedang sarapan , kemudian Bi Ina bergegas membukanya


" siapa pagi-pagi begini ". Niken penasaran sambil memakan roti sarapannya


" Siapa bi ? ". Ketika mendengar pintu di buka dan ada langkah kaki masuk kedalam rumah


"Selamat pagi.. ternyata rumah kamu disini ? ". Cita sambil melihat sekeliling rumah dan memegangi beberapa interior rumah .


"Rumah mu bagus juga ya ". sambil menatap seisi rumah


" Apa mau mu ?".


" Aku hanya ingin menjemput suami mu saja karena malam ini dia tidak bersamaku jadi aku penasaran apa dia berada disini ".

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tahu malu ". umpat Niken .


Andika terbangun karena mendengar keributan itu .


"Ada apa ini ?". Andika keluar dari kamar dan memandang mereka berdua sepagi ini sudah membuat keributan .


Niken segera mengambil tas nya "urus wanita mu aku akan pergi ". seakan dia sudah muak dengan mereka dan tidak perduli dengan kelakuan suaminya dan Cita.


Cita hanya tersenyum sinis sambil melipat tangannya di perut penuh arogan .


" Tunggu aku bisa jelasin semua ini ". Andika berlari kecil mencegah Niken pergi namun Niken tidak memperdulikannya dan segera pergi meninggalkan rumah .


" Sudahlah Andika dia sudah tidak perduli padamu lagi ". memegang tangan Andika menghentikan lari kecilnya untuk mengejar Niken


" Ada apa kamu kesini sepagi ini ?".


" Karena aku tidak bisa menghubungi mu malam ini ".


" Kamu bisa menunggu aku datang ke apartemen kamu kan, kenapa harus membuat keributan seperti ini ?".


" Dengar Andika aku sudah bilang kalau aku tidak suka di abaikan , kamu juga sudah janji padaku. Dan sekarang kau mengabaikan ku ". sambil menuding-nuding Andika dan kemudian pergi meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


Andika yang melihat kelakuan mereka berdua pusing harus menghadapi mereka dengan cara apa . Dia mengusap rambutnya dengan kasar sambil mengeluh .


__ADS_2