Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Bangkit kembali


__ADS_3

Andika terkejut mendengar perkataan Niken , Andika merasa Niken berubah . Namun dia masih berpikiran bahwa itu hanya emosi nya sesaat.


Apakah benar ini Niken yang aku kenal tidak biasanya dia seperti ini atau dia sedang ada dalam masa kepedihan setelah ditinggal baby atau ini hanya emosi dia saja.


Mungkin setelah aku diamkan beberapa hari mungkin dia akan kembali ke Niken yang dulu atau aku akan merayunya dengan membeli kan makanan kesukaannya atau barang -barang kesukaannya mungkin dia akan luluh kembali


Pikir andika sambil terdiam menatap istrinya dengan tatapan yang menantang dan nafasnya yang masih tidak beraturan .Kemudian dia membalik kan badannya dan meninggalkan Niken di ruang kamarnya sendiri, kemudian menuju mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


Niken yang melihat suaminya pergi hanya bisa membiarkan saja. Dan dia masih berdiri kaku sambil menahan amarahnya dan buliran air mata yang jatuh deras di pipinya. Hingga dia tidak bisa menahan dan tak mampu menahan tubuhnya hingga dia terjatuh ke lantai meringkuk dengan tangisan nya dan kepedihan yang membalut luka dalam hatinya .


Ini adalah pukulan yang keras dalam hidupnya setelah suaminya berselingkuh dia harus kehilangan baby yang dia nanti sekarang dia harus menerima tuduhan dia berselingkuh dan bersekongkol membunuh calon baby nya yang dia nantikan .


Sungguh Niken tidak mampu menahan nya namun dia berusaha sekuat mungkin menjadi kuat dan sabar agar harga dirinya tidak semakin di injak - injak .Dia masih meringkuk dalam kepedihan di tengah keheningan malam dan dingin nya angin yang menerobos masuk dari celah jendela .


Bi Ina masih tidak berani masuk dalam kamar Niken setelah mendengar keributan itu . Dia hanya bisa menunggu keesokan harinya untuk masuk kedalam kamar Niken.


***


tok ...tok...


Bi Ina memberanikan diri mengetuk pintu kamar Niken, namun tidak ada jawaban sehingga Bi Ina memberanikan diri menerobos masuk .

__ADS_1


" Non ..non ". sambil membuka pintu kamar


Bi Ina terkejut melihat Niken masih meringkuk dilantai. Kemudian Bi Ina menghampiri Niken dan menyentuhnya dengan lembut


" Non ..". dia berbisik di telinga Niken sambil mengusap punggungnya


Niken mengangkat kepalanya , matanya lebam karena tangisan tadi malam wajahnya terlihat lelah .


" Ya Allah non". sambil mengusap wajah Niken dengan lembut kemudian memeluknya dan dihujani tangis BI Ina


Kemudian Bi Ina menuntun nya ke atas ranjang dan membaringkan badannya di ranjang , BI Ina mengambil kan minum untuk Niken .


" Ayo non minum dulu ". sambil membantu Niken bangun untuk meminum


" Baiklah non istirahat dulu , bibi tinggal untuk memasak dulu ya non, nanti aku akan kesini lagi membawa makanan untuk nona ".


"Baik Bi makasih ya ". sambil tersenyum kepada Bi Ina karena dia sangat tulus melayani nya


Setelah selesai memasak Bi Ina menyiapkan makanan untuk dibawa kedalam kamar .


Tok ..tok...

__ADS_1


" Masuk bi ". suruh Niken


Bi Ina kemudian masuk dengan membawa makanan ditangannya, namun Bi Ina terkejut setelah melihat Niken.


"Non , cantik sekali non, mau kemana non?." dengan tatapan berbinar melihat penampilan Niken yang cantik beda dengan tadi pagi yang terlihat kusut dan sedih . Namun sekarang terlihat cantik dan wajahnya tidak menampakkan kalau dia sedang bersedih .


"Bagaimana bi penampilan ku ". sambil memutarkan badannya


"Cantik non". dengan tatapan berbinar menatap Niken .


Niken tersenyum bahagia "Ayo bi kita makan diruang makan ".


"Tunggu non , memangnya nona mau kemana berpenampilan cantik seperti ini ". menghentikan langkah Niken


"Mau ke toko lah Bi bekerja , masak dirumah terus. Aku harus semangat dong Bi meraih kesuksesan masak harus terpuruk dengan keadaan yang seperti ini , aku harus bangkit Bi membuktikan bahwa aku tidak pantas di remehkan dan di injak - injak ". dengan tatapan penuh harap namun ada sedikit dendam dan ambisi


Bi Ina dan Niken akhirnya makan bersama di ruang makan . Tawa Niken dan senyum Niken menyembunyikan kepedihannya.


"Baiklah bi aku berangkat dulu , kalau bibi bosan dirumah hubungi saja Lala atau pak Kadir ya untuk menjemput bibi ke toko atau bibi ingin jalan - jalan boleh Bi ". sambil bersalaman ke Bi Ina dan tersenyum kepada Bi Ina . Niken sudah menganggap Bi Ina sebagai pengganti orang tuanya yang sudah meninggal karena dengan keberadaan bi Ina dia merasa tidak sendiri lagi .


" Beres non ". sambil mengangkat tangan untuk hormat ke Niken ..

__ADS_1


Mereka tertawa bersamaan , mereka terlihat seperti ibu dan anak yang bahagia .


__ADS_2