
Niken sudah sampai di cafe . Erik terus memandangi Niken dari bawah sampai ke atas hingga membuat dia menganga .
Dia terpesona dengan penampilan baru Niken yang kekinian elegan dan feminim
Dia terlihat lebih cantik dari biasanya dengan rambut panjang terurai ,tubuh Niken yang terlihat lebih seksi dari biasanya karena Niken memulai untuk berolahraga tiap pagi.
Aroma Niken yang wangi membuat Erik semakin berdebar-debar sehingga dia tidak fokus.
Begitu pula dengan Niken dia memandang Erik jauh lebih tampan dari dulu. Laki - laki dewasa dan berwibawa .
"Ehem..". Niken batuk - batuk kecil untuk menyadarkan Erik yang sedari tadi mengagumi Niken .
"Oh iya , silahkan duduk ". Sambil memundurkan kursi untuk Niken .
Erik meminta pelayan cafe untuk menata mejanya dengan beberapa bunga agar terlihat romantis. Dia juga menyiapkan beberapa makanan kesukaan Niken .
" Silahkan dimakan " . Pelayan cafe sambil menaruh beberapa makanan di meja
" Kamu yang memesan ini untukku ?".
Erik tersenyum
" Kamu masih ingat makanan kesukaan ku ".
__ADS_1
" Tentu saja ".
" Kamu terlihat berbeda malam ini " .Erik
" Masih seperti biasanya , aku cuma mewarnai rambutku saja " sambil tersenyum dan mencicipi hidangan.
"Oh iya Andika mengizinkan mu keluar malam ini ?".
"Mungkin dia tidak pulang atau dia akan pulang larut malam ".
" Sesibuk itukah dia ?".
"Mungkin saja".
Niken sambil tersenyum melahap makan kesukaannya . Kemudian mereka membicarakan projects yang sedang mereka kerjakan . Erik nampak serius menunjukan berkas projects kepada Niken .
Dan Niken memperhatikan baik - baik setiap berkas dan arahan yang diarahkan Erik.
Mereka terlihat seperti rekan kerja yang serasi saling bertukar pendapat dan tidak saling merendahkan satu sama lain .
"Baiklah kalau begitu aku akan mengerjakan semua sesuai keinginan mu ". Sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan
" Ok Niken , terimakasih waktunya untuk hari ini . Jika kamu perlu sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan ku " sambil menjabat tangan Niken .
__ADS_1
" Baiklah . Aku pulang dulu ". Sambil mengambil tas di sampingnya.
" Kamu pulang sendiri kah?. Bolehkah aku mengantarmu pulang ? Aku kuatir karena ini sudah malam ".
"Oh ... Baiklah kalau kamu memaksaku ". Sambil tersenyum manis membuat hati Erik seperti di siram air segar .
***
Di dalam mobil tidak banyak yang mereka perbincangan hanya saling melirik dan curi-curi pandang dan saling mengagumi satu sama lain didalam hati . Sepertinya cinta mereka mulai bersemi kembali.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai didepan rumah Niken .
Erik membukakan pintu untuk Niken.
" Terimakasih ya kamu sudah mengantarkan aku pulang ".
" Ok sama-sama". Kemudian Erik mendekatkan bibirnya ke telinga Niken dan berbisik " terima kasih untuk hari ini ".
Niken merasa geli namun merasa bahagia dan seketika dia teringat saat dia berpacaran dengan Erik dulu dia sering membisikan kata-kata itu di telinga nya kemudian mencium bibir dan keningnya, namun sekarang mereka tidak bisa lagi seperti itu karena Niken sudah mempunyai pasangan lain .
" Seandainya aku belum menikah " . Batin Niken
" Seandainya kamu menikah dengan ku ". Batin Erik
__ADS_1
Mereka saling bertatapan sambil larut dalam lamunan mereka dan kemudian tersadar sehingga Niken tersipu malu membuat pipinya memerah dia tersenyum kemudian lari kedalam rumah. Erik tersenyum sendiri melihat tingkah Niken sambil memperhatikan dia masuk kedalam rumah.