Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Cita sang penggoda


__ADS_3

klek..


suara pintu dibuka Cita masuk kedalam ruangan Andika dan mendapati Andika yang sedang putus asa , berkas dan buku-buku berantakan di seluruh ruangan .


Cita yang melihat Andika seperti itu merasa sedikit bersalah atas perbuatannya namun dia tidak ingin andika tahu bahwa dia yang menyebabkan perusahan nya hancur.Cita takut kalau Andika tahu dia akan meninggalkan nya karena dia sadar bahwa ada benih - benih cinta yang tumbuh di hatinya untuk Andika.


"Andika , apa yang kau lakukan ? ". Tanya Cita sedikit prihatin dengan keadaan dan menghampiri Andika..


Namun Andika hanya menoleh sebentar sambil menyunggingkan senyum yang sinis penuh kepedihan kepada Cita dan kemudian kembali di posisi semula diam termangu tanpa semangat.


"Sudahlah kamu tidak usah kuatir aku akan membantu mu , mungkin orang yang melakukan ini adalah saingan bisnis mu . Atau mungkin Niken yang melakukan nya karena dia marah dan ingin balas dendam kepada mu karena kamu berselingkuh dengan ku ?".Cita memulai memfitnah Niken dan memutar balik Kan fakta.


Andika menoleh dan menatap Cita tajam seakan dia sudah termakan omongan


Cita yang manis , kemudian dia beranjak dari kursinya dan mengambil surat dari pengadilan agama yang isi nya adalah surat gugatan cerai untuk Andika dari Niken . Andika meremas surat itu dan meninggalkan ruangannya tanpa peduli kepada Cita.


" Tunggu kamu mau kemana ?". Cita berteriak memanggil Andika yang keluar meninggalkan ruangan dengan langkah nya yang sangat cepat . Namun Andika tidak mempedulikan teriakan Cita.


Cita kebingungan harus memakai cara apa lagi agar Andika tidak mencurigai nya dia mondar-mandir sambil menggigit ujung jarinya . Setalah beberapa menit dia menemukan ide menjentikkan jarinya dan kemudian meninggalkan ruangan Andika .


Andika yang terlihat geram dan marah melajukan mobilnya seperti pembalap formula one πŸ€ͺπŸ€ͺ sudah seperti pembalap profesional balap sana balap sini hingga tak sampai beberapa menit dia sudah sampai di kantor Niken .


Braaakkk...


Andika membuka pintu ruangan Niken dengan kasar .


" Maaf Bu saya sudah menghentikan nya namun Pak Andika menerobos masuk ". Lala mengikuti Andika di belakangnya.


" Baiklah kamu boleh pergi biarkan kami berdua ". Niken menyuruh Lala pergi


Lala beranjak dari ruangan dengan sopan dan menutup kembali pintunya .


Niken hanya diam dan tetap sibuk dengan komputer nya.


Braakkkk...


Andika menggebrak meja kerja Niken .Namun Niken masih tetap tidak perduli dan melanjutkan pekerjaannya.


" Apa maksud mu ? ". Andika sambil melempar surat gugatan itu ke meja Niken .


Niken hanya menoleh nya dan kemudian kembali bekerja


" Niken tolong jawab aku ! , apa maksud semua ini ? apa karena aku sudah bangkrut sehingga kamu ingin menceraikan aku , dengar Niken aku selalu menerima mu apa adanya namun kenapa di saat aku bangkrut kamu minta cerai kepada ku ". Andika mengoceh di depan Niken hingga tidak berhenti .

__ADS_1


Niken masih tetap tidak perduli dengan ocehan Andika dan masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya .


" Baik jika ini memang keinginan mu aku akan menandatangani nya agar kamu puas, dan satu lagi aku mulai sadar siapa kamu sebenarnya Niken , kamu sama saja dengan pebisnis yang lain sama - sama liciknya ". Sambil mengambil surat gugatan cerai dan menandatangani nya dan melempar ke arah Niken .


" Apa sudah selesai mas ? ". sambil mengambil surat gugatan cerai yang sudah ditandatangani oleh Andika .


" Kalau sudah selesai silahkan keluar aku sudah muak dengan ocehan mu , dan dengar balikan semua ocehan mu kepada dirimu dan ambil lah kaca dan bercermin lah seperti apa perbuatan mu dulu kepadaku , dan kumohon pergilah aku sedang tidak ingin di ganggu ". Niken menyuruh Andika pergi dan kembali fokus dengan pekerjaannya.


" Tunggu Niken dengar aku dulu , apa tidak ada lagi kesempatan bagi ku ?".


Niken tidak memperdulikan Andika yang menatapnya sayu penuh harap . Niken memencet tombol di telepon yang ada di meja.


πŸ“žTolong panggilkan security dan usir orang yang ada di ruangan ku .


Kemudian Niken menutup nya , dan tidak beberapa lama dua security datang dan memegang lengan Andika


" Tunggu aku bisa keluar sendiri ". Andika membentak dua security yang akan membawanya keluar


" Dengar Niken kamu pasti akan menyesal , dan tunggu saja aku kan membalas mu ". sambil mengacung kan telunjuk nya menunjuk Niken kemudian pergi meninggalkan ruangan Niken .


Niken hanya menatap kepergian Andika yang penuh amarah dan dendam .


^^^Niken hanya termangu^^^


^^^Tak mampu menahan keluh^^^


^^^sendiri terpaku dengan kisah haru biru^^^


^^^Sungguh pilu menyapu tanpa ragu**^^^


Entah dia harus berbuat apalagi dia merasa jenuh dengan kisah hidupnya namun dia tak mampu mengakhiri semua dengan begitu saja tanpa ada suatu penjelasan bahwa dirinya bukan lah orang yang bersalah .


Niken mengambil surat gugatan cerainya yang sudah ditandatangani oleh Andika dia menatap dengan pilu kertas itu hingga air mata jatuh membasahi surat itu.


Bukan dia merasa menyesal namun dia merasa sedih karena perpisahan nya harus dengan cara seperti ini dengan rasa kebencian dan dendam tidak seperti yang Niken harapkan sesuatu perpisahan yang di akhiri dengan suatu kesadaran masing -masing dan saling memaafkan.


***


Sementara Cita mendapatkan ide gilanya lagi dia mendatangi perusahan Albert .


" Pagi apa tuan Albert ada ?". tanya Cita kepada petugas perusahaan yang berada di lobi perusahaan


" Sebentar nona saya tanyakan dulu ke sekretaris nya , apa nona sudah ada janji kalau boleh tahu dengan siapa nona ? ". Petugas perusahaan

__ADS_1


"Belum ada janji tapi tolong bilang bahwa aku Cita pimpinan perusahaan W". jawab Cita


" Baik nona ".


Petugas itu kemudian menelepon sekretaris Albert dan memberi tahu kan bahwa yang datang adalah pimpinan perusahaan W. Dan beberapa menit kemudian Cita di izinkan masuk dan dikawal oleh petugas perusahaan.


tok...tok.


" Masuk ". jawab Albert.


" Maaf tuan saya membawa Nona Cita dari perusahaan W". Petugas perusahaan sambil membuka pintu dan masuk kedalam ruangan


" Baik terimakasih , kamu boleh kembali ".


" Terimakasih tuan ". petugas itu berpamitan dengan sopan dan mempersilahkan Cita memasuki ruangan .


" Silahkan duduk ". Albert menuntun Cita ke sofa di ruangannya.


" Terimakasih ". Cita dengan sopan dengan penampilan nya yang elegan terlihat sangat berkelas .


" Kalau boleh tahu ada perlu apa ya sampai pimpinan perusahaan W datang kesini ?" . Albert sedikit basa-basi.


" Begini saya langsung saja pada intinya ya . Saya kesini ingin meminta tolong untuk meloloskan perusahan saya di perebutan projects besok . Dan saya akan memberi imbalan yang setimpal atas semua dukungan bapak . " Cita memulai pembicaraannya dengan serius


" Maksud anda ?. Anda ingin menyogok saya ? ". Albert dengan pandangan yang tajam dan mengerutkan dahinya


" Maaf Bapak maksud saya bukan seperti itu saya cuma ingin menjalin kerja sama yang baik dengan Bapak ". Sambil mendekat diri kepada Albert dengan cara berpindah tempat duduk di sebelah Albert dan memegang tangan Albert mencoba merayunya .


Albert hanya diam mendengarkan celoteh Cita Kemudian dia menjawabnya" Maaf Nona pemilihan besok dilakukannya secara sportif dan melihat keunggulan dari masing-masing perusahaan untuk mempresentasikan perusahaannya". sambil melepas tangan Cita


" Tapi tuan anda sendiri kan sudah tahu bagaimana perusahaan saya tuan begitu terkenal di kalangan pebisnis dan kemampuannya sudah tidak diragukan lagi ". sambil memegang tangan Albert dan memulai merayunya dan mengelus tangan Albert dengan lembut berpose seksi sehingga membuat Albert tertarik .


####


bersambung


Hai readers selamat membaca 😘😘😘


minal aidzin wal faiidzin mohon maaf lahir batin πŸ™πŸ™πŸ’“ bagi yang merayakan idul Fitri ya walaupun masih besok tapi saya sempat kan untuk mengucapkan kepada readers tercinta 😘😘


Gimana penasaran kan dengan Albert yang di rayu oleh cita apakah projectnya akan jatuh ke tangan cita karena rayuan dahsyat cita atau ...???


ikutin terus keseruannya ya πŸ€ͺπŸ€ͺ

__ADS_1


__ADS_2