Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Pertemuan part 1


__ADS_3

Nadia menutup pintunya dia merosot di balik pintu hingga dia terduduk dan menangis mengetahui sahabat nya Niken sedang sakit.


" Niken kenapa kamu hanya memendam sendiri " . Nadia berkata sendiri


Nadia mengambil ponselnya untuk menelepon Erik mengatakan semua kepada Erik namun semua di urungkan nya.


apa aku harus mengatakan nya kepada Erik atau aku harus memastikan dulu apa benar itu Niken atau bukan .


pikir Nadia sambil menatap ponselnya namun di taruh nya lagi ponsel itu kemudian dia beranjak ke kursinya .


Ya benar aku harus memastikan dulu apa benar itu Niken.


Nadia bergumam sendiri kemudian beranjak dari ruangan menuju kantor direktur untuk meminta izin beberapa hari untuk mencari keberadaan Niken.


***


Niken mulai akrab dengan Maisya mereka seperti saudara kandung kakak dan adik. mereka bersama - sama merawat panti asuhan dan saling tolong menolong membantu perawat di rumah sakit.


" Maisya semoga kamu mendapatkan donor jantung yang cocok buat kamu dan bisa sembuh ya ". kata Niken kepada Maisya


Maisya mengalami kebocoran jantung dikarena kan kecelakaan yang menimpanya sudah melakukan operasi untuk penambalan namun belum efisien dan belum menemukan donor jantung yang cocok .


" Iya kakak semoga kakak juga mendapat kan donor sumsum tulang belakang yang cocok, jika pun tulang belakang ku cocok aku akan mendonorkan untuk Kaka , dan semoga kita bisa sembuh bersama dan menjadi adik kakak selamanya". jawab Maisya


" Iya semoga kita bisa sembuh bersama dan menjadi adik kakak selamanya , mengelola panti ini bersama dan memberi kebahagiaan lebih banyak anak Yatim piatu ". Niken dengan penuh senyum dan memegangi tangan Maisya dengan erat.


" Berjanjilah kak bahwa kakak akan sembuh dan bersama ku selamanya ". Maisya dengan senyum nya yang menyejukkan


"Baiklah aku berjanji ". sambil mempererat pegangan tangan nya terhadap Maisya


Mereka tidak tahu ke depannya akan seperti apa namun satu hal ini adalah sebuah kode untuk mereka bahwa mereka tidak akan terpisahkan .


Niken melihat satu pasangan yang sedang berada dirumah sakit . Sang laki-laki merawatnya dengan telaten dan sang perempuan begitu manja pada nya . Niken merasa iri melihat adegan tersebut hingga dia teringat dengan Erik .


Bagaimana keadaan Erik sekarang apa dia masih mengingat ku, apakah dia mencari ku . Erik aku rindu padamu , aku ingin memelukmu.


Batin Niken dengan mata yang berkaca-kaca sambil menatap pasangan tersebut.


Tiba - tiba Niken di kejutkan dengan seseorang yang menabrak tubuhnya dan memeluknya erat dengan dihujani tangis .

__ADS_1


" Niken kenapa kamu tidak bilang padaku ? kenapa Niken ? apa kamu sudah tidak menganggap aku sahabat mu Niken ? kamu sungguh tega padaku Niken..". Nadia sambil memeluk erat Niken dan dihujani tangis


Niken terkejut melihat Nadia dihadapan nya


Siapa yang memberitahu kan aku disini ? apakah dia tahu juga tentang penyakit ku ?


batin Niken


Kemudian Niken membalas pelukan itu dan mengelus halus punggung Nadia ,namun Niken tidak menjawab satu pun pertanyaan nya.


Nadia melepaskan pelukan itu kemudian dia meraih wajah Niken yang juga di basahi oleh tangisan, Nadia mengusap lembut air mata Niken .


" Niken jawab aku Niken ". tanya Nadia dengan tatapan penuh kesedihan melihat keadaan Niken


Maisya hanya terdiam melihat adegan mereka berdua . Maisya hanya bisa menatap mereka berdua penuh haru.


"Maafkan aku Nadia ! aku tidak ingin membuat mu sedih karena penyakit ku dan aku tidak ingin merepotkan kalian semua yang telah menyayangi ku ". Niken sambil mengangkat wajah Nadia dan mengusap air mata nya .


Mereka kemudian berpelukan dengan erat . Sedangkan Maisya ikut meneteskan air mata karena terharu dengan pertemuan dua sahabat di depannya.


Niken mengajak Nadia kerumah nya dan disana disambut dengan Bi Ijjah sedangkan Bi Ina masih di kota karena menjenguk cucunya yang sakit sudah hampir dua Minggu Bi Ina berada di sana .


Suara ponsel Pak Imam berdering ternyata dari asistennya Niken, Lala. Niken sengaja tidak memberikan ke siapapun nomer barunya .jadi jika perlu sesuatu pasti menghubungi nomer pak imam atau Bi Ina itupun Niken sudah menyuruh mereka berdua mengganti dengan nomer baru hingga cuma beberapa orang saja yang mengetahui nomer mereka .


πŸ“žHalo pak imam, apa ibu Niken ada ? karena ini sangat mendesak: Lala


πŸ“ž Ada non , sebentar ya saya sambungkan : Pak Imam.


Pak Imam dengan berlari kecil menghampiri Niken yang sedang duduk santai dengan Nadia .


" Maaf nona ada telepon dari non Lala, katanya mendesak " . sambil memberikan ponselnya kepada Niken


" Baik pak , makasih ya ". jawab Niken sambil mengambil ponselnya


πŸ“ž Halo La , ada apa ? : Niken


πŸ“ž Begini Bu ada beberapa berkas kemarin yang masih belum sampai ke kantor , dan besok harus digunakan untuk bahan rapat : Lala


πŸ“žBerkas apa La ? : Niken

__ADS_1


πŸ“ž Berkas penjualan kita dua bulan lalu Bu karena kita harus mencatat kenaikan pendapatan mulai dua bulan terakhir, saya sudah mencari di sudut ruangan ibu tapi tidak menemukan nya: Lala


πŸ“ž Sebentar seingat ku aku menyimpan nya di laci rumah La, Niken sambil mengingat kembali menarik bola matanya ke atas . Iya benar La ada dirumah . Baiklah nanti tak suruh bi Ina ke rumah La untuk ambilkan berkas untuk mu ," Niken


πŸ“ž Baik Bu : Lala


Niken menyuruh Bi Ina mengambil kan berkas itu di rumah Niken di kota. Sedangkan di rumah itu sudah terpasang cctv dan juga mata - mata dari Andika dan Erik .


***


Erik masih termangu di kursi kerjanya dia menyandarkan kepalanya di kursi dan masih terbenam dalam lamunannya.


Niken dimana kamu? aku merindukanmu? apa karena aku melamar mu dengan tiba-tiba hingga kamu marah padaku dan kamu pergi meninggalkan ku . Maafkan aku Niken sungguh aku mencintaimu Niken .


Batin Erik sambil melamun mengedip-kedip kan matanya teringat dengan Niken yang dia cintai .


Tiba - tiba asisten nya datang berteriak-teriak kecil dan berlari kecil menghampiri Erik .


" Ada apa ? kau mengagetkan ku saja ". Erik dengan tatapan mata tajam .


" Maaf tuan saya mendapat kan kabar ini dari perawat rumah sakit yang pernah di kunjungi nona Niken ". Asisten Erik menyodorkan berkas diagnosa penyakit Niken yang dia dapatkan dari perawat dokter Irawan yang dia dapatkan dengan cara menyogoknya .


Tangan asisten itu tak berhenti gemetar memegang berkas itu dan tatapan nya yang ketakutan . Dan Erik segera mengambil berkas itu dan membacanya.


" Apa..?? tidak mungkin ? ". Erik terkejut membaca berkas itu dan tanpa sadar dia meremas berkas itu dadanya terasa sesak hatinya terasa sakit. Tangan dan tubuhnya gemetar hingga dia tak mampu menahan tubuhnya hingga dia terkulai lemas dan terjatuh di lantai .


" Tuan ...tuan apa tuan baik - baik saja ?". asisten Erik membantu Erik berdiri dan membopongnya ke sofa .


Erik tak mampu berkata-kata dia sangat lemas dan shock dengan berkas yang di bacanya .


***


Bersambung


Hai readers selamat membaca ya😘😘


jangan lupa kasih dukungan ya biar author semuanya up nya πŸ’ͺπŸ’ͺ


Gimana penasaran dong gimana kelanjutannya dan bagaimana pertemuan Niken dan Erik yuk simak terus ya kelanjutan dan jangan lupa kasih komentar dan dukungan ya , terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2