Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Malaikat penyelamat


__ADS_3

Niken sedang merangkai bunga di ruangan hari yang sangat sibuk bagi Niken karena pesanan mulai berdatangan, produk buatannya pun laris manis , omsetnya pun naik.


Niken pun merencanakan membuat produk baru dan membuat satu perusahaan kecil , namun Niken masih belum siap karena dia merasa masih belum cukup ilmu untuk mempunyai perusahaan dan bersaing dengan perusahaan lain .


Niken masih tetap merangkai bunga dengan lamunannya yang entah sampai mana" Aku harus belajar kesiapa ya untuk mengelola perusahaan dan belajar manajement nya sementara aku belum berpengalaman di bidang ini. Atau aku harus belajar ke Erik ...? oh tidak aku takut memberikan harapan padanya karena aku masih berstatus seorang istri . Namun aku sungguh tidak tahan dengan Andika apa aku harus bercerai saja ..? dan kembali pada Erik ..? oh tidak ," Niken menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan bernafas panjang untuk menjaga kewarasan pikirannya.


Beberapa saat kemudian dia menerima telepon dari Erik , Niken masih bingung harus bicara apa setelah kejadian kemaren Erik menyatakan cinta.


Niken mengambil ponselnya memandangi layar ponsel, ingin dia menekan tombol ok untuk menerima telepon namun hatinya masih tidak bisa " Ah aku harus bagaimana...? ". sambil menaruh lagi ponselnya dan menggelengkan kepalanya lagi


Kemudian ponselnya berdering lagi , masih tetap sama Erik yang menelepon . Niken masih tetap sama tak mampu menerima nya dia masih bingung dan bimbang dengan perasaannya sehingga dia memutuskan untuk tidak berhubungan dulu untuk memastikan perasaaan nya.


Sudah 4 kali Erik menelepon namun tetap sama Niken cuma melihatnya hingga dering telepon berhenti.


Dia bingung harus bagaimana hingga dia mondar-mandir di ruangan nya sambil memegang ponselnya sampai dia tidak fokus untuk merangkai bunga .


Tiba-tiba Lala masuk keruangan dengan wajah yang gelisah .Niken yang dari tadi mondar-mandir spontan berhenti dan memperhatikan Lala.


"Ada pa La?". tanya Niken penasaran melihat wajah Lala yang gelisah

__ADS_1


" Ini Bu , pesanan produk kita semakin melonjak sedang bahan di gudang tidak mencukupi dan keuangan kita juga tidak mencukupi untuk pesanan sebanyak itu ".


" Waduh ... gimana ya La ? gini aza La kamu kirim kan berkas dan rinciannya coba aku cari investor atau aku korek-korek tabungan ku, udah kamu lakukan tugasmu dengan tenang". Niken menenangkan Lala dan menyuruh Lala kembali bekerja sedangkan Niken sendiri masih belum bisa menenangkan pikirannya .


" Aduh gimana ya aku harus cari kemana ya ? ". Niken mondar-mandir sambil memegang kepalanya yang rasanya mau pecah .


Ting ....


Bunyi pesan singkat di ponsel Niken , kemudian Niken membukanya dan tenyata pesan itu dari Erik .


Hai Niken apa kabar..


Oh iya kemaren temanku yang ketemu di acara waktu itu ingin bertemu dengan mu, Dia ingin ber investasi di tempat kamu, karena menurut dia produk mu potensi sekali kedepannya.


Niken langsung tersenyum dan jingkrak-jingkrak kegirangan karena masalahnya terpecahkan tanpa harus dia meminta bantuan kepada Erik.


hmm...


baiklah kapan kita bisa ketemu ?

__ADS_1


balasan Niken dengan sedikit agak memperhatikan harga dirinya


apa aku bisa call kamu


balasan Erik


maaf aku sedang sibuk pesan singkat saja ya


balasan Niken dengan sedikit jual mahal padahal dia Niken berharap segera bertemu


baiklah


Besok aku atur pertemuan nya


tempat dan waktunya besok aku kabari lagi


Erik


Ok

__ADS_1


Niken sambil tersenyum dan berjingkrak-jingkrak


Satu masalah yang bisa teratasi lagi dan lagi-lagi ada Erik di belakangnya. Erik seperti malaikat penyelamat bagi Niken , namun entah takdir akan berbuat apa lagi kepada mereka .


__ADS_2