Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
bertemu dengan sang mantan


__ADS_3

" Sayang , besok rekan kerja ku mau berkunjung kerumah kita " . Andika sambil memakan sarapan yang dibuat Niken pagi ini


" Ok". Jawab Niken


" Kamu masak yang enak ya . Dandan yg cantik ya ".


" Iya mas .Mas boleh enggak aku mau fokus lagi ke toko untuk mengurus toko bunga ku" pinta Niken


" Buat apa sih , dirumah saja kenapa ?, Kan sudah ada Lala buat ngurusin toko ".


" Aku bosan saja dirumah tidak ada kegiatan ".


" Kamu aturlah . Terserah kamu , yang penting gak macam - macam kalau diluar rumah "


" Iya mas , aku akan jaga baik - baik dan gak Macam-macam kok, tenang saja " sambil mengelus pundak suaminya manja


" Aku heran kenapa suamiku sangat pencemburu sekali gak boleh keluar kemana - mana , tapi aku jarang diajak keluar , dia hanya memikirkan kesenangan nya saja . Gak tahu apa kalau aku juga bosan dirumah " keluh Niken kesal sambil beresin piring diatas meja


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya

__ADS_1


Bunyi bel berbunyi ternyata suaminya dengan rekan kerja yang kemaren di ceritakan kepada Niken .


Niken buru - buru menuju pintu membukakan pintu untuk suami dan rekannya .


Ketika pintu di buka Niken kaget bukan kepalang karena rekan kerjanya adalah mantan pacarnya dulu yang kenangannya masih selalu terbayang di benak Niken .


Dan kaget nya lagi atau mungkin kebetulan atau memang sudah takdir entah lah rekan kerjanya yang cewek adalah teman sekolahnya waktu SMA dulu yg bernama Cita .


Dan ketika itu Cita sering mengganggu Niken karena cinta Cita ditolak sama Erik mantan pacarnya Niken dan lebih memilih berpacaran dengan Niken .


" Oh .. tenyata kamu Niken " Cita menyapa Niken dengan raut wajah terkejut


" Hai apa kabar " . Jawab Niken merasa gugup


" Oh kenal sekali . Dan Erik pun ..." Cita menghentikan ucapannya karena Erik memegang tangan Cita untuk menghentikan ucapannya .


" Iya . Kita teman SMA dulu " jawab Niken agak gugup


" Bagus dong . Kalian bisa langsung akrab . Silahkan masuk " ajak suami Niken mempersilahkan mereka masuk


Perbincangan mereka sedikit canggung apalagi Niken dengan Erik . Mereka benar - benar canggung perasaan campur aduk antara malu ,terkejut, rindu , tidak percaya semua menjadi satu.

__ADS_1


Kemudian suami Niken izin ke kamar mandi sebentar.


" Wah . Reuni kita " Cita meledek Erik dan Niken yg sedari tadi canggung .


Niken hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Niken


" Ngomong - ngomong , Kamu sekarang agak gemuk ya . Tidak sepeti dulu yang terlihat anggun dan cantik " Cita meledek lagi


Niken hanya tersenyum sedikit dan agak sinis mendengar perkataan Cita


" Memang kamu gak bahagia atau malah sangat bahagia ya sampai kamu agak gendut ya ". lanjut Cita


" Udah Cita . Kamu kenapa sih itu bukan urusan kita " . Potong Erik menyudahi perkataan Cita yang agak pedas


" Oh iya . Apa kalian sudah menikah . " Tanya Niken kepada Erik dan Cita


" Hmm .. siapa yang kamu maksud Kita berdua menikah ". Jawab Erik terheran


" Tentu saja kita akan menikah . Kan penghalang nya kamu . Dan sekarang kamu sudah menikah . Jadi aku bebas dong mau mengejar Erik . " Cita Sambil memegang tangan Erik .


" Lepas . Apa an sih kamu ? " Erik sambil melepas tangan Cita merasa risih

__ADS_1


Suami Niken udah selesai dari kamar mandi. mereka bertiga mulai mengobrol tentang pekerjaan dan Niken tidak ikut mengobrol dengan mereka. Niken berada di ruang tengah sambil menonton TV sambil sedikit - sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka. Dan terkadang Niken juga curi pandang kepada Erik mantan pacarnya . Begitupun dengan Erik mencuri pandang terhadap Niken .


Jam udah menunjukan jika malam ini sudah larut , mereka berdua berpamitan untuk pulang .


__ADS_2