
Malam yang dingin Niken merasa lelah berbaring seharian dan terbangun dari tidurnya.
Dia melihat sekitar kanan kiri atas bawah. kemudian matanya tertuju ke Bi Ina yang sedang tidur di sofa menunggu Niken yang sedang sakit.
Mulutnya kering ingin memakan sesuatu namun karena dia tidak ingin membangunkan Bi Ina jadi dia mencoba meraih sendiri di meja sebelahnya.Namun karena tangannya di infus jadi jangkuan tangan nya tidak bisa menjangkau makanan di meja hingga dia menjatuhkan sesuatu.
Bi Ina yang mendengar itu terkejut hingga terbangun dari tidurnya.
"Non, sudah bangun?".
Niken hanya tersenyum, kemudian Bi Ina menghampiri Niken " mau makan sesuatu non?. " Tanya bi Ina sambil membantu Niken duduk
Niken mengangguk, Bi Ina mengambil minuman dan menyuapi Niken makan.
"Biar bi saya makan sendiri '' sambil mengambil sendok yang di pegang Bi Ina
" Sudah non tidak apa-apa saya bantu ". melarang mengambil sendok .
Niken tersenyum dan membiarkan Bi Ina menyuapinya.
klek ... bunyi pintu dibuka
Erik yang sengaja ke rumah sakit menjenguk Niken kerumah sakit karena dia kuatir hanya bisa tersenyum melihat Niken sudah sadar dan sudah mau makan.
" Tuan ". Sambil menoleh ke arah pintu
__ADS_1
"Makan yang banyak agar cepat sembuh".Erik sambil tersenyum kepada Niken kemudian duduk di sofa
Niken hanya tersenyum
"Bi apa tadi suamiku kemari?".tanya Niken
"Tadi pagi kemari non, tapi sampai malam ini Belum kesini, cuma tadi asisten nya kemari membawakan keperluan nona dan mengurusi administrasi rumah sakit". sambil terus menyuapi Niken
" Mungkin dia lagi sibuk ".
suasana hening sejenak cuma ada suara sendok yang bermain di piring.
"Bi apa kata dokter?, apa bayiku sehat ". tanya Niken memecah keheningan
"Anu kenapa bi?". sambil mengerutkan keningnya menunggu jawaban
Erik yang mendengarkan kemudian mengalihkan pembicaraan " habiskan dulu makanan nya Niken , biar cepat pulih dan pulang ". Erik sambil tersenyum lembut
Niken tersenyum lagi kemudian melahap makanan yang di suapkan Bi Ina.
Bi Ina terlihat tidak kuasa menahan nya hingga airmata nya terjatuh .
'" kenapa bi " sambil mengangkat dagu Bi Ina
"Tidak apa-apa non ,saya senang non makan dengan lahap".
__ADS_1
"senang kok nangis Bi , tersenyum dong ". canda Niken
Bi Ina tersenyum sambil menahan tangisnya dan mengusap air matanya.
Suasana hening lagi hanya bunyi sendok yang masih terdengar di telinga.
" Sudah habis ". Niken sambil melahap suapan terakhir
"sekarang ayo bilang Bi , apa bayiku baik-baik saja". sambil melihat wajah Bi Ina menunggu jawaban
"Anu non".
"Anu lagi".Niken mengerutkan alis nya lagi . Erik kemudian menghampiri Niken. dan memegang tangan nya , dia harus mengatakan nya karena cepat atau lambat Niken pasti akan mengetahui kebenaran nya.
" Kamu yang sabar ya Niken". sambil memegang tangan nya dan mengelus punggung tangan nya
" Tentu saja aku sabar , memegang aku seorang pemarah ". seakan dia tahu apa yang terjadi hingga dia mencoba menghibur dirinya dengan sedikit bercanda.
" Janin dalam kandungan mu tidak bisa diselamatkan Niken ". sambil memegang tangannya erat dan mengusap puncak kepala Niken dengan tatapan yang sayu
Bi Ina yang mendengar nya benar -benar tidak tahan dia meneteskan air mata karena kasihan melihat Niken .
Hati Niken bagai di sambar petir , entah dia harus berkata apa dia hanya menggeleng kan kepalanya dan menutup mulutnya ,hatinya terasa sakit dadanya terasa sesak , badannya lemas tangan nya berkeringat dingin suhunya menjadi dingin seperti es.
Buliran air matanya tak terbendung deras membasahi pipi Niken yang mulus tanpa jerawat.
__ADS_1