Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Mengenang kenangan


__ADS_3

" Siapa dia ? ". Erik penasaran dan menghampiri nya.


Erik melangkah dengan hati-hati mendekati sosok laki-laki tersebut . Jantungnya sedikit berdebar pikirannya kosong dia tidak bisa berpikiran jernih lagi. Angin sedikit kencang membuai mereka berdua.


Sedangkan sosok laki-laki itu masih sibuk dengan menabur bunga nya nampak terlihat sedih menatap pusara Niken . Erik terus melanjutkan langkahnya dengan pelan dan hati - hati hingga dekat semakin dekat.


Bunga-bunga yang di tanam di makam itu semakin menyerbakkan aromanya kupu - kupu berterbangan diantara bunga-bunga itu angin yang berhembus menggoyangkan mereka seakan mereka menari diatas buaian angin .


Erik sudah semakin dekat hingga posisi sudah berada di belakangnya namun sosok laki-laki itu masih belum sadar jika ada orang di belakang nya dia masih asyik membersihkan pusara Niken dan menabur bunga kemudian masih termenung disana .


Erik masih terdiam disana dia tak mampu mengatakan apapun dia pun juga tidak tahu harus berkata apa dan melakukan apa .Dia hanya menatap laki-laki itu dari belakang dan menyaksikan laki-laki itu larut dalam kesedihan .


Hingga beberapa lama kemudian laki-laki itu menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya . Jantungnya berdetak lebih cepat tangannya sedikit gemetar dia dengan pelan menoleh kebelakang mencari tahu siapa yang memperhatikan nya.


." Andika ..?". Kata Erik ketika sosok laki-laki itu menoleh ke arahnya . Erik terkejut darahnya naik menuju kepala detak jantungnya berdetak tidak beraturan dia tidak tahu harus bagaimana dan merasa kan sesuatu yang aneh . Dia ingin marah tapi dia merasa kasihan saat melihat wajahnya yang terlihat sedih . Dia ingin kasihan tapi dia tidak mengerti maksud Andika yang diam-diam melakukan semua ini .


" Erik ..? ". kata Andika saat dia menoleh kebelakang . Tangannya gemetar dadanya sesak dia tidak tahu harus berkata apa dan melakukan apa . Dia kebingungan celingukan seperti orang yang kehilangan akal .


Andika berdiri dan menghampiri Erik yang sedang menatapnya tajam , kemudian dia berhenti melangkah karena tatapan Erik yang sangat tajam dia takut dia akan marah dan memukulnya karena tindakannya yang diam-diam dan tidak mengatakan nya kepada Erik.


" Apa yang kamu lakukan disini ". tanya Erik


" Maafkan aku Erik aku tidak bermaksud ..". jawab Andika kemudian terhenti ketika Erik melangkah dan melewatinya menuju pusara Niken.


Kemudian Erik duduk di sebelah pusara Niken dan menabur bunga dia atasnya . Andika tidak berani mengatakan sesuatu dia hanya menatap dan menunggu Erik selesai .


" Selamat pagi sayang , maaf ya beberapa hari ini aku sibuk ada urusan di kota . Aku harap kamu tidak kesepian ya ". kata Erik sambil menabur bunga di pusara Niken .


Darah Andika naik dia merasa merinding bulu tubuh nya berdiri mendengar kata-kata Erik .Ada rasa kasihan dan bersalah terhadap Erik dan Niken . Dan dia masih setia menunggu Erik selesai dia berdiri di belakang Erik.

__ADS_1


Setelah selesai Erik berdiri dan membalikkan badannya menatap tajam ke arah Andika .


" Ikuti aku ". kata Erik terhadap Andika dan melangkah kan kakinya di depan Andika . Sedangkan Andika menurut saja mengikuti langkah kaki Erik di belakangnya .


Mereka melangkah kan kakinya dengan pelan Andika maupun Erik tak berkata-kata sepatah katapun mereka sangat setia dengan diamnya dan terus melangkahkan kaki mereka menuju rumah Niken .


Sesampai di rumah Niken, Erik menyuruh Bi Ina yang sedang berada di halaman menyapu halaman untuk membuatkan minuman untuk mereka berdua .


" Bi tolong buatkan minuman untuk kita berdua ya ! , dan tolong bawa minum nya ke tempat ayunan biasanya !". Suruh Erik ke Bi Ina ketika sampai di depan rumah .


" Baik tuan ". sambil mengangguk sopan , Bi Ina sedikit heran dengan apa yang dia lihat sekarang ini . Bi Ina menatap Andika dengan tatapan bertanya -tanya ,namun Bi Ina tak mampu mengutarakan kata tanya kepada Andika . Bi Ina hanya mampu menatap Andika dari bawah hingga ke atas kemudian meninggalkan nya menuju dapur.


Andika pun tidak berani berkata apapun dia hanya berjalan di belakang Erik mengikutinya ., Hingga akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju dimana ini adalah tempat favorit Niken .


Erik berdiri di sebelah ayunan tersebut menghela nafas panjang menikmati indahnya alam dan menatap lekat-lekat makam Niken yang terlihat dari tempat ini .


Kemudian Erik membalikan badannya menatap Andika dan mengulangi pertanyaan.


Andika menghirup nafas panjang juga menatap sekeliling tempat ini begitu indah


" Maafkan aku Erik karena aku tidak meminta izin padamu dan maafkan aku juga atas kesalahpahaman diantara kita .Aku berharap kamu mengerti apa yang aku lakukan karena aku tidak bermaksud apapun aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Niken atas penyesalanku selama ini karena tak mampu membahagiakan dia disaat masih ada ". jawab Andika dengan tatapan yang berkaca-kaca.


Erik terdiam mendengar jawaban dari Andika dia membalikkan badan nya menghirup udara lagi kemudian duduk di ayunan.


" Apa maksudmu mendonasikan uang yang jumlahnya lumayan dan mengapa kamu menjadi perawat di rumah sakit ini ". tanya Erik


" Maafkan aku tolong jangan salah paham lagi aku hanya ingin mendukung mu untuk mengenang nama Niken dan membantu orang lain dalam kesusahan. Untuk aku yang jadi perawat aku hanya ingin membayar atas semua kesalahan dan penyesalan ku selama hidup ku terhadap Niken. karena aku tak mampu merawat dan membahagiakan dia selama hidup ". Jawab Andika dengan sedikit berurai air mata .


Erik yang mendengar perkataan Andika tersentuh dia tak mampu berkata -kata lagi kemudian dia berdiri sambil menatap makam Niken dan menghirup udara dengan panjang .

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak datang saat dia sedang sakit ,ketika dia butuh dukungan kita berdua ? ". tanya Erik matanya mulai berkaca-kaca


" Aku datang untuk melihat nya ,aku datang untuk mengantar nya terakhir kalinya namun maaf aku tak sanggup mendekat karena rasa bersalah dan penyesalan ku ". jawab Andika air matanya mulai banyak berurai .


Erik menghela nafas dadanya terasa sesak ada kepedihan yang tergugah namun dia segera meredamnya dengan helaan nafas panjangnya .


" Baiklah aku ingin kita berjuang bersama menghadapi semua , mengelola yayasan bersama , dan mengenang kenangan Niken dengan berbagi terhadap orang yang membutuhkan. Tidak perlu berusaha untuk melupakan ikuti hati kita untuk mengenang nya karena hanya dengan itu kita bisa bahagia . " kata Erik membuat suasana hening .


Andika yang mendengarnya pun hening tidak berkata apa-apa se akan dia meresapi kata-kata Erik dan kemudian dia melangkah mendekati Erik dan menepuk bahunya mengisyaratkan bahwa dia sependapat dengan perkataan Erik.


Erik dan Andika berdiri bersama di tempat ini sambil menatap lekat makam Niken , menghirup udara dengan panjang dan menikmati pemandangan sekitar nya .


Singkat cerita meraka memutuskan untuk bersama - sama mengelola yayasan bersama mengenang kenangan bersama dan tidak menjadi kenangan tersebut menjadi beban dan membuat kenangan tersebut sebagai semangat untuk membantu sesama dan membuat mereka bersemangat menjalani hidup dan bahagia


Mereka juga tidak berusaha melupakan kenangan Niken dan menyerah kan semua kepada Tuhan karena Dialah yang membolak-balik kan hati mereka .


###


End


Hai para readers 😘


Terimakasih ya sudah membaca novel author semoga kalian semua menyukainya . Dan author mohon maaf ya bila ada salah kata yang disengaja ataupun tidak ya 🙏🙏


sedikit pesan dari author ya


Bahagiakan orang yang berada disisi kita sebelum kalian akan menyesal setelah kehilangan mereka. .


Terimakasih ya teman readers kita jumpa lagi di novel berikutnya ya di jamin tambah asyik deh dan banyak pesan tersimpan didalamnya 😁😁😁

__ADS_1


terimakasih 🙏🙏


__ADS_2