
Niken menghabiskan hari-harinya dengan memandangi barang-barang untuk baby nya dan sering kali dia memeluk barang-barang itu dan menangis .
Bi Ina yang melihat nya tidak tega dia mencoba untuk menghibur nya namun kemudian seperti itu lagi dan berulang lagi. Andika pun setelah Niken pulang dari rumah sakit belum pulang sama sekali.
Sungguh pukulan yang berat buat Niken disaat dia butuh dukungan seorang suami dia malah tidak pernah ada buat Niken .
Nadia pun jika ada waktu senggang pasti menyempatkan untuk menjenguk Niken dan terkadang mengajak Niken jalan-jalan namun dia selalu menolak. sedangkan Erik tidak berani kerumah Niken walaupun dia sangat kuatir dia hanya meminta kabar dari Bi Ina atau Nadia karena dia tidak ingin membuat masalah lagi buat Niken dan Andika .
Setelah beberapa hari Andika tidak pulang akhirnya dia pulang.
" Bi , kemana Niken ?". tanya Andika ketika pulang dan melihat seisi ruangan tidak ada Niken .
"Anu tuan non Niken ada di kamar tuan ". sedikit gugup menjawab pertanyaan Andika karena setiap hari Niken hanya berada di kamar bersama barang-barang baby nya .
Andika tidak mengatakan apapun dia langsung berjalan menuju kamar . Dia melihat Niken yang duduk termangu menatap jendela dan sedang memeluk barang-barang baby nya.
Andika menghampiri nya dan mengambil kasar barang yang dipegang Niken kemudian membuangnya.
" Mas ..?". Niken terkejut
__ADS_1
"Kamu yang telah membunuhnya dan masih pantas kamu mengingat nya ". sambil membuang barang-barang baby nya yang berada di kotak sebelah Niken .
" Apa maksudmu mas ?". Niken menatap Andika tajam ,dadanya sesak sungguh mengisi ruang kehampaan dalam dadanya.
"Kamu sengaja kan dengan Erik merencanakan ini , karena kalian takut hubungan kalian di ketahui saat tes DNA, apalagi saat ini karir mu dan Erik sedang menanjak ".Andika menatap Niken dengan sinis
"Apa maksudmu mas ?". Niken menatap Andika dengan lekat tidak percaya pria didepan nya menuduhnya seperti itu
"Sudah lah , aku sudah tidak percaya lagi padamu ". sambil membalikkan badan dan membuang semua barang baby nya ke lantai .
" Mas sudah aku bilang aku dan Erik tidak punya hubungan, walaupun aku dan Erik adalah mantan tapi kami punya batasan mas karena aku sudah menikah ". sambil memegang tangan Andika dan membalikkan badannya berharap dia mau mendengar dan mengerti dengan tatapan sayu
" Mas ini salah paham , dia cuma memberikan semangat mas karena aku sedang dalam kesedihan karena kehilangan baby kita ". Sambil memainkan tangan nya untuk memperjelas perkataan nya
"Sudah Niken aku tidak mau dengar lagi pembelaan mu , dan satu lagi kamu tidak pantas mengingat baby ini karena kau yang telah membunuhnya". Dengan tatapan melotot lagi lebih dari sebelumnya sambil mengangkat telunjuknya menunjuk-nunjuk Niken
" Baik mas ,jika kamu tidak percaya padaku . Sekarang mau kamu apa mas ?".
"Yang aku ingin kan kamu jauhi laki-laki itu ". sambil menunjuk ke sembarang arah seolah Erik berada di sekitar situ dan masih tetap dengan tatapan yang melotot
__ADS_1
"Baik mas jika itu mau mu , tapi aku juga punya permintaan untuk mu ?".
Andika tidak menghiraukan dia membalikkan badannya dan ingin meninggalkan Niken
"Aku ingin kamu menjauhi Cita".
Andika menghentikan langkahnya .
Deg..
jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. kemudian membalikkan badannya menghadap ke Niken
" Cita ..??? apa maksudmu ? ".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
selamat membaca readers 😘
Sedikit demi sedikit terungkap ya yuk terus ikuti ya keseruannya 😄😄
__ADS_1