Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Medan pertempuran


__ADS_3

Albert yang mendengarkan penuturan Cita sejenak terdiam dan berpikir kemudian melepas perlahan pegangan tangan Cita dengan halus


" Maaf nona!!, saya adalah orang yang sportif kita lihat saja besok siapa yang lebih unggul dalam presentasi ". jawab Albert dengan tegas


Cita menghela nafas panjang kemudian berpamitan.


"Baiklah terimakasih , saya pamit dulu ". Cita dengan lesu berpamitan dan dengan raut wajah yang muram karena dia gagal merayu Albert .


Mereka saling memberi salam kemudian Cita meninggalkan ruangan, Albert hanya memandangi Cita dari belakang dan membiarkan dia pergi . .


Penampilan nya sangat berkelas tapi kelakuannya sungguh murahan


Gumam Albert sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cita .


***


keesokan harinya adalah dimana hari yang dinanti oleh pebisnis untuk unjuk kebolehan dan mempresentasikan perusahaan masing-masing ,mereka sudah bersiap-siap untuk menuju medan pertempuran. Begitu pula dengan Niken pagi sekali dia sudah bersiap di kantor menyelenggarakan meeting pagi dan bersiap berangkat menuju medan pertempuran.


Erik pun tidak lupa datang ke perusahaan Niken memberi semangat kepada pujaan hati nya .


" Hei Niken , gimana apa sudah siap semua ? ". Tanya Erik ketika mereka sudah berada di depan lobi perusahaan ingin berangkat.


" Tentu dong ". jawab Niken dengan penuh semangat


" Baiklah semangat ya ! aku selalu mendoakan mu ". sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala Niken


Niken membalas dengan senyuman. Erik mengantar mereka hingga masuk kedalam mobil dan memberi semangat ke semua tim Niken yang ikut berperang.


Begitu pula dengan Cita dan Andika mereka juga sudah bersiap - siap menuju medan pertempuran .


Suasana di medan pertempuran begitu horor dengan saling pandang dengan tatapan yang dingin . Suasana makin mencekam ketika semua peserta di giring di ruangan medan pertempuran yang asli.


Peserta satu persatu menunjukkan keunggulan perusahaan nya dan mempresentasikan dengan sangat baik dan menantang peserta yang lain untuk menunjukkan presentasi nya lebih baik lagi .

__ADS_1


Suasana makin mencekam ketika Cita sudah berada di depan medan pertempuran dengan lantang dan berani dia menunjukkan skill nya yang sangat mempesona dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari semua peserta yang ada di ruangan .


Niken dan tim menelan ludah nya berkali-kali mereka kuatir karena meraka belum ber pengalaman sama Sekali. Setelah Presentasi selesai giliran Andika yang sangat percaya diri dan sangat cerdas mempresentasikan perusahaannya walaupun di ujung kebangkrutan namun presentasi nya mampu menarik minat investor sedikit demi sedikit . Andika pun mendapat tepuk tangan yang meriah dari seluruh Anggi yang berada di ruangan .


Dan akhirnya giliran Niken dan tim maju ke depan mereka sedikit gemetar dan berkeringat dingin namun Niken mencoba untuk menenangkan diri dan mencoba memberi semangat kepada tim .


Ketika mereka mempresentasikan seluruh anggota memperhatikan mereka dengan serius tidak ada yang mengeluarkan kata-kata sedikitpun serasa mereka terbius oleh presentasi mereka.


Suasana semakin tegang ketika mereka hampir selesai melakukan presentasi karena tidak ada yang berkomentar untuk mereka , semuanya seperti patung dan tercengang .


"Terimakasih untuk perhatian nya saya selaku pimpinan mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah kata di presentasi kami ". Niken menutup presentasi namun suasana hening dan tiba-tiba ada satu yang memberikan tepuk tangan hingga pecah semua anggota di ruangan memberi tepuk tangan yang meriah karena mereka sangat kagum dengan presentasi dari perusahan Niken .


Niken merasa terharu mendengar tepuk tangan dan celotehan para anggota bahwa presentasi nya sangat bagus. Mata Niken berkaca-kaca mendengar semua pujian dari semua anggota dan disambut sangat meriah oleh semua anggota .


Cita yang melihat semua itu menatap sinis penuh kekesalan dan menghentakkan kakinya berulang kali .Sampai -sampai tim nya yang melakukan kesalahan sedikit saja kena semprot oleh Cita .


Sedangkan Andika terlihat sangat malu dan juga kagum wanita yang di sia-siakan ternyata bisa sesukses dan secerdas itu . Dia menatap Niken dengan nanar ada rasa menyesal dan malu terpancar dari bola matanya . Ingin rasanya Andika mendekat kepada Niken hanya untuk mengucapkan selamat namun rasanya kaki dan egonya terlalu berat hingga dia tak mampu mengatakan nya dan sesegera mungkin dia keluar dari ruangan menghindari suasana yang membuat hati nya tidak enak .


Tiba saatnya pengumuman hasil siapa yang memenangkan projects ini . Albert sang pimpinan pun maju kedepan dan mengumumkan secara resmi dan sportif.


Semua anggota memberi tepuk tangan dan memberi selamat kepada Niken dan Niken di panggil oleh Albert kedepan untuk meresmikan kerja samanya.


Cita yang melihatnya merasa jengkel hingga dia pulang lebih awal menyusul Andika yang sudah pulang lebih dulu.


Acara pun selesai dengan hasil yang maksimal semua anggota bubar. Tapi Niken masih disana menunggu untuk berbicara dengan Albert.


" Maaf pak apa bisa kita bicara berdua mengenai kerjasama ini ? ". Niken


" Baiklah ! mari kita bicara di ruangan saya".Albert mengajak Niken ke ruangannya.


Sesampainya di ruangan Albert menyuruh Niken duduk di sofa .


" Silahkan duduk nona ". Albert

__ADS_1


Niken pun duduk dengan sopan di sofa . Tidak lupa Albert memberi selamat kepada Niken .


" Selamat ya semoga kerja sama ini bisa terus lanjut kedepannya". Albert sambil menjabat tangannya Niken.


" Terimakasih ". Niken sambil membalas jabatan tangan Albert.


" Oh iya apa yang ingin anda bicarakan?". Tanya Albert penasaran


"Boleh kah saya mengajukan satu permintaan kepada anda pak ?". Niken


" Tentu asalkan itu masih dalam kendali saya". Albert menatap Niken dengan serius


" Begini pak saya ingin memberikan projects ini kepada seseorang ". Niken dengan sedikit ragu


" Maksud anda nona ..?".


Niken masih terdiam belum bisa menjawabnya.


" Maaf nona anda sudah susah payah mendapatkan projects ini dan tiba-tiba ingin melempar projects ini kepada orang lain . Tolong berikan alasan yang masuk akal untuk saya ? , dan saya harus tahu siapa orangnya? layak kah atau tidak projects ini untuknya?. Dan satu lagi jika anda merasa tidak mampu atau tidak layak tolong katakan saya akan membimbing anda hingga mampu dan layak karena saya merasa anda sangat cocok dengan projects ini dan saya sangat percaya kepada anda". Tutur Albert panjang lebar


Kata-kata Albert membungkam Niken untuk berbicara dia menelan ludahnya dengan kasar , rasa kuatir dan ragu mulai meracuni hati dan pikirannya.


Bagaimana aku harus mengatakan nya, aku takut membuat dia kecewa namun jika aku tidak mengatakan nya aku takut di belakang hari akan menjadi bom waktu . apakah aku harus jujur atau berbohong .Oh Tuhan berikan hamba kekuatan untuk berkata sejujurnya dan mohon berikan jalan terbaik . ..


Batin Niken sambil dia berdoa meminta jalan yang terbaik


###


bersambung


minal aidzin wal faiidzin mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakan 🙏🙏🙏


Gimana para readers tercinta ingin tahu kepada siapa projects ini diberikan dan bagaimana nasib Andika dan Cita yuk ikutin terus ya keseruannya 😄😄

__ADS_1


mohon dukungannya terimakasih 🙏🙏


__ADS_2