Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
kisah Maisya


__ADS_3

"Aku bersama bibi ku , dia masih ke kantin beli minuman. Kamu sendiri dengan siapa Maisya ". Tanya Niken sambil menatap mata Maisya yang teduh


" Aku sendiri kak ". jawab Maisya dengan senyum lembutnya


" Sendiri ? apa keluargamu tidak ada yang mengantarkan mu Maisya ?" . tanya Niken


" Tidak kak , orang tua ku sudah meninggal kak dan aku tidak punya saudara atau keluarga . Paman dan bibiku juga sudah tidak pernah menghubungi ku ". jawab Maisya dengan tatapan yang sayu dan berkaca-kaca


" Maafkan aku Maisya !". Niken memegang tangan Maisya penuh penyesalan


"Tidak apa-apa kak ," Maisya dengan senyum teduhnya lagi


" Kalau boleh tahu kenapa orang tua mu meninggal Maisya ?, maaf Maisya jika ini menyakitkan bagi mu tak perlu di jawab dan maaf atas pertanyaan ku yang lancang !". Niken merasa ingin tahu gadis yang masih seusia dia sudah hidup sendiri dan terlihat bahwa dia sangat mandiri .


" Tidak apa kak , dulu aku tinggal di kota ini kak. Tapi orang tua ku di tipu oleh pamanku sendiri dan perusahaan-perusahaan papa ku bangkrut hingga semua aset di sini di sita dan akhirnya kita memutuskan untuk tinggal di desa nenek dan kakek ku , di desa masih ada beberapa aset rumah dan juga aset perkebunan yang sekarang masih aku kelola sendiri . Ketika kami dalam perjalanan pulang kampung kami mengalami kecelakaan kak dan orang tua ku meninggal dunia keduanya saat itu tinggal aku yang masih hidup dan luka parah , namun aku sudah tidak mempunyai siapa pun kakek dan nenek ku juga sudah meninggal dan satu-satunya yang masih ingat padaku adalah bibi pengasuh ku yang saat ini masih bersama ku. Asisten papaku mengurus semua administrasi ku dari sisa aset orang tua ku di kota ini namun itu sudah tidak cukup kak. Dan asisten papaku yang menyelediki kecelakaan itu di karenakan sabotase dan sudah di ketahui bahwa paman ku lah yang melakukan nya. ". Maisya menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan kepada Niken dengan tatapan yang sayu dan berkaca-kaca namun dia tetap tegar hingga tak sampai air mata jatuh di pipinya.


Niken yang mendengar kisah Maisya merinding dan sedih karena ternyata seorang keluarga bisa setega itu hingga menghabisi nyawa keluarga nya sendiri.


" Apa kamu tidak ingin membalas dendam kepada paman mu Maisya ?". Niken bertanya dengan hati -hati dan nada yang sangat pelan takut menyinggung perasaan Maisya.


" Buat apa kak?. papaku selalu mengajariku untuk ikhlas apapun yang terjadi biarkan Tuhan yang mengatur karma untuk mereka dan jangan mengotori tangan mu untuk membalas dendam mu karena itu akan sia -sia. Balas dendam hanya akan menimbulkan kebencian bukan kasih sayang. Dan papaku pernah bilang hidup lah menjadi orang yang berguna bagi orang lain maka hidup mu akan bahagia .


kata-kata papaku lah kak yang membuat aku bertahan hingga saat ini walaupun aku tidak mempunyai keluarga dan siapa pun". Tutur Maisya dan membuat Niken terpaku kaku mendengar tutur katanya yang bijak di saat usianya masih muda .


Deg..


Sungguh baik hati engkau Maisya dan bijaksana sekali engkau menjalani hidup ini . Sedangkan aku hanya dibutakan oleh dendam . Dan sungguh aku tak mampu hidup seperti mu yang begitu ikhlas dan bijak .


Batin Niken bergejolak antara balas dendam dan keikhlasan hati setelah mendengar penuturan gadis cantik ini .


Nona Maisya


terdengar suara perawat memanggil Maisya menandakan itu adalah gilirannya untuk periksa

__ADS_1


"Baik" jawab Maisya kepada perawat sambil melambaikan tangan nya .


" Aku duluan ya Kak, semoga kita bisa bertemu lagi ". kata Maisya sambil tersenyum dan beranjak menuju ruang periksa .


Niken mengangguk sambil mengawal kepergian Maisya dengan tatapan nya. Pikiran Niken masih berkecamuk dengan kata-kata Maisya yang membuat niatnya untuk membalas dendam menjadi sebuah kebimbangan.


" Non .. non ini minumnya ". Bi Ina memanggil Niken yang masih terhanyut dalam pikirannya dan menyodorkan minuman mineral kemasan dingin dihadapan Niken .


" Oh .. terimakasih Bi ". Niken terkejut dengan panggilan Bi Ina kemudian mengambil minuman itu dan meneguknya .


Bi Ina duduk di samping Niken . " masih antri ya non ? ".


" Iya Bi , mungkin sebentar lagi kita dapat giliran ". jawab Niken


Nona Niken


suara perawat memanggil nama Niken


" Baik " Niken menjawab dan melambai kan tangan nya.


" Silahkan duduk nona " . asisten nya menyuruh Niken dan Bi Ina duduk .


Niken dan Bi Ina duduk sambil tersenyum ramah ke kedua orang tersebut.


" Apa keluhan Nona ? ". dokter itu bertanya pada Niken .


Dokter Irawan Setyanto itu nama dokter yang memeriksa Niken .


sedangkan asisten nya mengeluarkan alat - alat medisnya untuk memeriksa Niken.


" Saya sering mimisan dokter dan kadang itu membuat saya pusing ". Niken menjelaskan keluhannya


" Apa ada keluhan lain nona ? " tanya dokter Irawan

__ADS_1


" Saya sering kelelahan dan nafsu makan berkurang ". Niken menjelaskan lagi


Sedangkan asistennya memeriksa denyut nadi Niken dan tekanan darah nya.


" Darahnya sangat rendah dokter ". Asisten dokter.


" Baiklah nona Niken saya masih belum bisa memastikan penyebab mimisan anda , kita harus memeriksa lagi lebih dalam , harus tes darah dan tes yang lainnya . Apakah Nona setuju dengan rencana tes - tes berikutnya Jika anda setuju maka kita akan menyiapkan semuanya." Tutur dokter Irawan .


" Baiklah dok ,saya siap dan saya mohon lakukan yang terbaik buat saya ".


" Baik nona kita lakukan tindakan sekarang".


Setelah menjalani beberapa pemeriksaan dan tes medis lainnya Niken dan Bi Ina masih tetap di rumah sakit menunggu hasil tes nya keluar. Mereka berdua sudah hampir seharian di rumah sakit hingga saat ini menjelang petang.


" Non makan ini dulu non seharian nona cuma minum dan makan-makanan ringan saja , sekarang makan lah ini non biar gak tambah sakit ". bi Ina memberikan sekotak nasi kepada Niken .


" Terimakasih Bi ". sambil mengambil kotak nasi itu .


Niken memakannya sedikit malas dan pikiran Niken teringat dengan Maisya


apakah anak itu sudah makan ya ? apa anak itu sudah selesai periksa ya ? kenapa aku tidak bertemu lagi dengan dia ?.


Nona Niken


perawat memanggil nama Niken


" Baik ". Niken menjawabnya sambil melambaikan tangan nya.kemudian berjalan keruangan dokter Irawan .


"Silahkan duduk nona Niken ". dokter Irawan


" Baik dokter , terimakasih ". jawab Niken sambil duduk di kursi yang di sediakan di depan meja dokter.


" Mohon maaf jika menunggu terlalu lama karena kita harus benar -benar memastikan keakuratan hasilnya ".

__ADS_1


" Tidak apa-apa dokter !". jawab Niken dengan tatapan nya yang serius menunggu hasil tes .


" Sebaik nya anda harus mempersiapkan diri dan juga harus tabah mendengar kan hasil tes ini Nona Niken ". Dokter itu berkata hati -hati sambil menggigit bibir bawahnya merasa kuatir dengan cara apa dia menjelaskan dan memberi kabar yang tidak baik kepada pasien nya .


__ADS_2