Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Ternyata mereka berlibur


__ADS_3

Pagi yang cerah cahaya yang terang menembus celah-celah jendela kamar Niken angin pagi yang sejuk berhembus dari celah jendela.


tok...tok...tok


"Non..non..sudah pagi non, katanya hari ini mau pergi ke toko". bi Ina mengetuk pintu membangunkan Niken karena tadi malam berpesan untuk membangun kan pagi-pagi karena dia ingin menyelesaikan rencana acara Erik.


Niken terbangun oleh suara teriakan Bi Ina dan ketukan pintu. " iya Bi ". sambil menguap dan mengusap-usap matanya.


Niken bersiap-siap bergegas mempersiapkan keperluan nya kemudian berangkat ke toko.


***


Sesampainya di toko perut Niken mulai mual mencium bau aroma di dalam ruangannya,padahal ini adalah aroma kesukaannya namun saat hamil Niken membenci aroma ini.


uwek ...uwekkk...


Niken langsung berlari ke kamar mandi .


" kenapa Bu ?" . tanya Lala pegawai nya

__ADS_1


" tolong kamu buang pengharum ruangan ini ganti dengan yang lain rasanya aku pengen muntah mencium nya". perintah Niken


" baik Bu ".


Niken mulai mempersiapkan rencananya dan melihat semua perlengkapan di tokonya mengecek satu persatu barang yang di butuhkan untuk acara .


" Hai Niken " sapa Nadia yang kebetulan dia lewat depan toko Niken dan mampir ke toko nya.


"Hai Nadia,kamu tidak bekerja hari ini ?." tanya Niken sedikit heran karena biasanya jam seperti ini Nadia sibuk dengan pasien nya.


" iya kebetulan hari ini aku ada kunjungan kerumah pasien, kemudian aku lewat sini jadi mampir deh ". sambil senyum dengan manjanya


"Oh .. okay, mau minum apa kamu minta ke Lala ya!".


Ting ...


Bunyi notifikasi dari ponsel Nadia tanpa sengaja Niken melirik notifikasi itu dan melihat ada yang menyebut namanya. Niken penasaran kemudian menggeser layar ponselnya


apa urusanmu jika aku berlibur dengan suami Niken

__ADS_1


bunyi notifikasi itu dan ternyata pesan itu dikirim oleh Cita. Tangan Niken bergetar , darahnya mendidih jantungnya berdegup kencang suhu badannya panas dingin dan ada yang sakit di dalam hatinya seperti tergores pisau tajam namun tak berdarah,buliran air mata tak terasa membasahi pipinya .


Dengan kalut dia beranikan diri membuka pesan singkat itu. Dia melihat foto Cita dan suaminya berfoto Selfi di sebuah pantai dengan memakai baju seksi yang menggoda lelaki dia upload di status media sosial nya. Niken memang tidak punya kontak Cita jadi dia tidak tahu soal status yang di upload cita.


kemudian Niken mengusap layar ponsel nya kebawah melihat lebih dalam percakapan Niken dan Nadia .


Dasar wanita ****** ...kamu sudah tahu kalau dia suami Niken kenapa kamu pergi berlibur dengan nya. apa kamu sengaja dihari ulang tahun mengajak suami Niken berlibur untuk menyakiti hatinya


dasar wanita ****** lihat saja nanti aku akan menjambak rambutmu dan menampar mulut mu


pesan singkat yang ditujukan ke Cita oleh Nadia .


Hati Niken semakin sakit ,tangannya bergetar hingga tak terasa ponsel Nadia jatuh . buliran air matanya makin membasahi pipi Niken yang putih mulus tanpa jerawat. jantungnya berdegup lebih kencang .


Nadia yang kembali keruangan Niken terkejut melihat Niken menangis dan melihat ponselnya terjatuh.


Dia bergegas menghampiri Niken " ada apa Niken ?". sambil mengambil ponselnya yang terjatuh dan melihat histori ponselnya . Nadia terkejut melihat histori ponselnya karena ternyata Niken sudah membukanya lebih dulu.


"kenapa ..kenapa kamu menyembunyikan nya dari ku ,Nadia ".sambil mencengkram tangan Nadia

__ADS_1


Nadia kalut , bingung harus berkata apa .


"maaf Niken aku tidak bermaksud menyembunyikan nya aku hanya ingin menjaga kesehatan mu karena kamu sedang hamil. aku takut jika kamu tahu semuanya kehamilan dan kesehatan mu terganggu". sambil memegang tangan Niken mencoba menenangkan


__ADS_2