
"Aku ingin memberikan projects ini kepada Bapak Erik dan Bapak Andika ". jawab Niken sedikit lesu
" Why ..? beri saya alasan ? ". jawab Albert tegas
Niken menelan ludah nya kemudian menggigit bibir bawahnya pelan. Ada rasa penyesalan terpaksa dan takut campur aduk .
"Untuk Bapak Erik saya ingin berterimakasih karena dia sudah membimbing saya hingga sampai saya seperti ini ,saya ingin beliau menjadi pimpinan atas team saya . Untuk Bapak Andika saya ingin membantu dia karena ini adalah masa sulit bagi dia saya ingin dia bangkit lagi dengan perusahaan nya. Karena setelah ini saya akan pergi ke luar kota dengan jangka waktu panjang . Dan sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya karena telah mengecewakan Bapak ". Niken menjelaskan dengan hati - hati
Albert menghela napas panjang ada sedikit kekecewaan mendalam namun dia mencoba menerima nya karena itu sudah keputusannya.
" Apa sudah benar-benar anda pikirkan lagi nona ?. Sungguh saya berharap bisa bekerja dengan anda karena saya melihat potensi luar biasa ada pada diri anda". Albert berkata penuh harap dengan tatapan nanar
" Maaf tuan sudah saya pikirkan baik-baik dan menurut saya ini lah jalan yang terbaik untuk saya , sekali lagi mohon maaf karena sudah mengecewakan anda ". Jawab Niken penuh penyesalan
Albert menghela nafas panjang lagi " baiklah jika itu sudah keputusan anda saya terima dengan berat hati. Dan saya akan mengabari kedua belah pihak atas keinginan anda tersebut ".
Niken menghela nafas panjang dan tersenyum manis merasa lega " Terimakasih Pak atas pengertian anda , mohon maaf dan saya undur diri". Niken berpamitan dengan sopan dan meninggalkan ruangan
Albert hanya bisa menatap kepergian Niken dengan kekecewaan namun di balik itu dia sangat bangga kepada Niken karena sifat dia yang sangat baik mau membantu dan berterima kasih kepada rekan bisnisnya.
Di depan aula sudah ada seseorang yang sedang menunggu Niken dengan rangkaian bunga .
Terlihat senyum merekah di wajahnya ketika sosok Niken terlihat di aula.Niken pun mengembangkan senyum manisnya kepadanya .
" Hai Niken selamat ya atas keberhasilan mu ". Erik dengan tatapan penuh kebahagiaan dan penuh kebanggaan sambil menyerahkan rangkaian bunga kepada Niken.
Niken mengambil rangkaian bunga dengan senyum nya yang manis namun hatinya sangat sakit karena dia merasakan detik -detik kebersamaan dengan Erik tak lama lagi . Dia ingin memeluknya erat dan ingin menangis dipeluknya namun tangan dan tubuhnya tak mampu untuk melakukannya.
" Terimakasih ". jawab Niken dengan senyum kepalsuan
" Ayo kita makan - makan , hari ini kamu yang traktir ". Erik sambil menarik tangan Niken keluar lobi .
__ADS_1
Di luar sudah ada teamnya yang menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dengan senyum dan tawa mereka yang sangat menyayat hati Niken namun Niken mencoba untuk berpura - pura bahagia dan bersikap tidak ada apa-apa dihadapan mereka. Sedangkan hati nya menjerit dan meronta-ronta penuh kepedihan karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan mereka semua.
Kemudian mereka semua bersama-sama menuju sebuah restoran untuk merayakan kemenangan mereka.
" Ayo hari ini kita makan - makan untuk merayakan keberhasilan kalian ". ajak Erik sambil tertawa gembira.
Mereka bersorak gembira kemudian mereka memilih restoran dan memesan makanan kepada pegawai restoran .
Suara tawa dan wajah gembira mereka begitu terpampang jelas dihadapan Niken .Hingga Niken tak mampu menahan kepedihan nya. Air mata Niken jatuh di sudut mata nya .
" Bu kenapa anda menangis ". tanya Lala kepada Niken saat melihat air mata Niken jatuh begitu saja di sudut matanya.
" Ah.. tidak , mungkin karena aku sangat bahagia hingga aku meneteskan air mata ini ". jawab Niken sambil menghapus air matanya
Erik yang melihatnya tersenyum tanpa ada kecurigaan sama sekali begitu pun dengan yang lain . Kemudian mereka melanjutkan makan di iringi gelak tawa dan gurau an mereka.
Niken sudah tidak tahan lagi dengan siksaan di hadapannya hingga dia berpamitan lebih awal .
"Yah..Ibu kok keburu-buru kan kita baru saja makan ". jawab Lala.
" Benar Bu kita kan baru makan ". sahut pegawai Niken yang lain .
" Maaf ya , mungkin saya terlalu bahagia hingga merasa lelah . Kalian lanjutkan makan ya biar nanti Lala yang Atur pembayaran nya ". Niken sambil memberi kartu ATM nya kepada Lala.
" Baiklah Bu , ibu istirahat saja ". jawab Lala sambil mengambil kartu itu.
" Baiklah aku antar Ibu Niken dulu ya ". Erik menyahut nya sambil beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Niken mengantar dia pulang.
Niken dengan senyum manisnya memberi kesan terakhir kepada teamnya.
Erik memperlakukan Niken seperti seorang ratu dia memundurkan kursi di restoran hingga membukakan pintu mobil untuk Niken, terpancar kebahagiaan dari wajah Erik namun hal itu membuat Niken semakin sedih .
__ADS_1
Di perjalanan Niken tidak mampu memandang wajah Erik yang terlihat bahagia dia tak mampu jika wajah bahagianya akan berubah menjadi kesedihan jika dia tahu yang sebenarnya Niken berusaha memancarkan kebahagiaan di raut wajahnya.
" Niken setelah ini apa rencana mu ". tanya Erik membuyarkan lamunan Niken yang sedang menatap ke luar jendela mobil .
" Rencana apa ? aku hanya ingin menjalani semua dengan baik ". Jawab niken sedikit gugup dan kemudian menoleh ke Erik dan memfokuskan pandangan ke depan .
" Setelah kamu bercerai dengan Andika ?". Tanya Erik sedikit ragu namun dia mencoba untuk memberanikan diri untuk mengatakan nya.
" Maksudnya? ". Niken bertanya balik tidak mengerti dengan pertanyaan Erik
" Merry me ? ". Erik sambil tersenyum manis dan menoleh kepada Niken
Deg...
Niken terkejut dengan kata-kata Erik , jarum tajam seperti menusuk-nusuk jantung dan hatinya rasa nya sakit sekali. Dia sungguh tak tahan , namun dia benar-benar berusaha bergelut dengan rasa sakit itu dan menahan air matanya yang jatuh.
" Mau kah kamu menikah denganku ? ". tanya Erik sambil menghentikan mobilnya karena tenyata sudah sampai di depan rumah Niken .
Niken hanya tersenyum dan kemudian membuka pintunya dan tak menjawab pertanyaan Erik yang membuat jantungnya berdebar dan hati nya terasa sakit bukan karena tidak cinta namun rasa sakit karena kebersamaan nya dengan orang yang dia cintai hanya sebentar saja.
" Tunggu ". Erik menghentikan tangan Niken yang akan membuka pintu mobil .
Niken menghentikan tangan nya untuk menghentikan membuka pintu mobil . Kemudian menoleh kepada Erik . Sedangkan Erik sedang mengambil sesuatu dari saku jas nya dan mengeluarkan nya .
" Mau kah kamu menikah dengan ku ?". sambil membuka kota cincin dari sakunya , ternyata cincin itu adalah cincin yang dia simpan bertahun - tahun untuk melamar Niken.
Rona merah muncul di pipi Andika dia tersipu malu dengan simpul senyuman di bibirnya.
Niken tak bisa menjawab nya dia hanya menatap cincin itu dengan mata berkaca-kaca dia ingin menjatuhkan air mata itu namun dia mencoba menahannya. Dia mencoba bertahan dengan sekuat tenaga nya .
***
__ADS_1
bersambung