Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Malam yang dingin


__ADS_3

" Sayang aku tidak akan pernah kuatir jika kamu ada di dekatku dan aku tidak akan menyesal bersamamu ,aku tidak pernah takut menghadapi semuanya karena kamu ada di samping ku ". Jawab Niken sambil menatap bintang-bintang di langit.


Malam semakin dingin , Erik merasa merinding di malam ini entah apa yang dia rasakan namun dia merasakannya ketakutan dia mempererat pegangan tangan untuk Niken .Hatinya sangat galau dia tidak ingin kehilangan Niken yang telah mengisi hatinya hingga saat ini .


" Sayang terimakasih atas segalanya aku sangat bahagia bisa bersamamu . Aku minta tolong jika aku tidak ada nanti berikan jantung ku kepada Maisya ! ". Niken sambil mempererat pegangan tangan nya jantung nya mulai berdetak hatinya sedikit sakit sebenarnya berat mengatakan kata ini namun Niken mencoba untuk lebih berani dan kuat.


Niken hanya ingin membuat dirinya lebih berarti jika memang dia harus pergi setidaknya dia bisa mengorbankan dirinya untuk memberi kehidupan kepada orang lain karena Maisya adalah seorang gadis yang di nanti banyak orang , panti asuhan dan juga orang di daerah sini berharap dia bisa sembuh .


Erik tercekat dia tidak tahu harus berkata apa , hatinya sangat sakit hingga air matanya tak terasa jatuh , namun dia berpura-pura tidak menangis dan segera menghapus air matanya. Dia melakukannya agar Niken tidak terlalu sedih melihat dia sedang menangis .


Sedangkan Niken masih fokus menatap bintang dengan tatapan yang berbinar sepeti dia menemukan suatu Kebahagian yang tidak pernah dia rasakan dia menghirup udara malam dengan sangat lega. Menghirupnya dan di hempas kan begitu seterusnya. Niken makin mengeratkan genggamannya dan menaruh kepalanya di pundak Erik .


Erik merasa sangat sedih , hatinya sudah benar - benar ingin menjerit namun dia benar -benar menahan nya , air matanya mulai tak tertahan Erik menahan isak nya dengan menggigit bibir bawahnya...


" sayang tolong jangan bilang seperti itu lagi , aku akan berusaha demi kesembuhan mu tolong jangan menyerah ! ". Erik membalikan badan Niken dan memeluknya.


Niken tersenyum sambil membalas pelukan itu dan mengelus punggung Erik dengan lembut .


" Setidaknya aku ingin menjadi orang yang berguna untuk semua orang , setidaknya ada orang yang menemukan kehidupan dari pengorbanan ku . Kumohon kamu mengerti atas keputusan ku !. Dan aku berjanji padamu aku akan berjuang dan tidak akan menyerah hingga akhir kamu tidak usah kuatir sayang ". Sambil melepaskan pelukan itu dan meraih wajah Erik dengan tangan nya yang kecil dan mulus dan mencium keningnya .


Erik pun tak mampu berkata-kata apa - apa lagi dia hanya bisa menahan perih di hatinya . Dan kemudian mereka kembali ke posisi semula tangan Niken yang masih melingkar di lengan Erik dan kepalanya yang masih berada di pundak nya..


Malam semakin dingin cahaya bulan pun mulai redup tertutup awan sedangkan bintang mulai sembunyi di balik awan hitam tak mampu menampakan dan menyaksikan kepedihan yang ada dibawahnya.

__ADS_1


Angin berhembus begitu kencang membelai rambut baju dan badan mereka.Erik masih tercengang dengan kata - kata Niken yang mengisyaratkan dia berpamitan padanya . Entah Erik benar-benar bingung harus berbuat apa dia hanya bisa menatap bunga yang bergoyang oleh angin malam ini dan menatap langit yang hitam di tutupi oleh awan dan cahaya bulan bintang yang redup karena bersembunyi di balik awan . .


Niken masih tetap di posisi semula sepertinya dia sangat menikmatinya posisi tersebut . sambil sesekali memejamkan matanya dan tersenyum sendiri. Dan tak terasa mereka sudah lama dengan posisi itu , tiba - tiba tangan Niken melepas genggaman itu yang tadinya erat perlahan -lahan terlepas hingga terjatuh .


Erik mengira karena mungkin Niken ketiduran atau lelah karena mereka sudah berada lama di posisi itu. kemudian Erik mulai mengambil tangan Niken yang terjatuh dia pegang dengan pelan namun dia merasakan tangan nya tak sehangat tadi . Erik mulai panik dia Mengganti posisi nya dan meraih kepala Niken namun begitu lemas nya dia hingga dia tak mampu menopang kepalanya , Erik semakin panik dia segera meraih wajah Niken dan dia guncang- guncangkan .


" Sayang ...sayang...". Erik mengguncang kan dengan pelan namun tidak ada jawaban dan reaksi dari Niken .


Jantung Erik mulai berdetak kencang hatinya sesak penuh air matanya mulai berjatuhan . ..


" Niken .. Niken ...jawab aku Niken ..!" Erik mulai mengguncangkan lagi dan memeluknya erat sambil meneteskan air mata nya yang tidak terbendung lagi.


Mendengar teriakan Erik Bi Ina , pak Imam dan bi Ijjah segera berlari menghampiri mereka .


" Pak imam siapkan mobil! ". Teriak Erik panik sambil menggendong tubuh Niken yang terkulai lemas tak berdaya


Bi Ina dan bi Ijjah ikut panik melihat Niken yang di gendong Erik tanpa ada reaksi .


" Non Niken kenapa tuan ? ". Teriak BI Ina sambil menangis


" Bi Ina siapkan keperluan dan susul aku ke rumah sakit!". perintah Erik dan kemudian mengangkat Niken dan membawanya kedalam mobil . .


" Baik tuan ". dengan sedikit gugup dan tangisannya yang masih tidak tertahan Bi Ina berlari memasuki rumah dan menyiapkan perlengkapan di bantu oleh Bi Ijjah.

__ADS_1


" Ayo cepat pak jangan sampai terlambat satu detik pun ! ". perintah Erik panik kepada pak imam sambil merengkuh tubu Niken yang sudah lemas tak berdaya .


" Baik tuan ". kata pak imam sedikit panik juga namun dia mencoba meredam agar posisi mobil bisa di kendalikan dengan kecepatan yang tinggi .


Setelah sampai di rumah sakit Erik segera keluar dari mobil sambil menggendong Niken di tangannya dan berteriak - teriak kepada perawat dan juga dokter.


" Dokter ... suster .. tolong dia Dokter". Teriak Erik sambil berlari-lari menuju lobi rumah sakit .


perawat dan juga dokter yang berjaga malam itu segera mengambil tindakan dan menaruh Niken di tempat pasien dan segera mendorongnya keruang tindakan .


Kebetulan Maisya berada di sana membantu perawat yang jaga hari ini dia segera berlari menghampiri Niken dan segera menelepon dokter Tania .


πŸ“žDokter tolong ke rumah sakit sekarang karena Kak Niken sedang kritis sekarang : Maisya


πŸ“ž baiklah aku segera kesana dan kamu tetap tenang apapun yang terjadi kabari aku : Tania .


Maisya mencoba menenangkan diri walaupun dia merasa sangat kuatir dia tetap memantau perkembangan demi perkembangan. ..


Para perawat dan dokter masih sibuk dengan tugasnya memeriksa keadaan Niken . Ruangan yang sedikit mencekam dan bau aroma obat-obatan semakin membuat Maisya kuatir . Apa lagi melihat dokter perawat yang panik membuat Maisya kuatir . Dia berkali-kali menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya .


" Tuhan tolong sembukan kak Niken , aku mohon pada-mu ! ". Maisya mendongak kan kepalanya sambil berdoa dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Erik dia berada di luar ruangan mondar - mandir seperti orang gila.

__ADS_1


###


bersambung


__ADS_2