
Andika sudah berada di pesawat, dia duduk di kursi pesawat sambil membaca berkas laporan dari sekretaris nya. Tiba-tiba penumpang disebelahnya datang,Andika tidak menoleh dan tidak menyapa dia tetap sibuk dengan kertas-kertas ditangannya.
Ehemm... ehemm ....
Penumpang di sebelahnya batuk-batuk kecil untuk menarik perhatiannya,namun Andika masih tetap tidak peduli. Andika masih sibuk dengan berkas nya tanpa sengaja berkas nya jatuh satu lembar dia membungkuk untuk mengambil kertas itu namun bersamaan dengan penumpang satunya ikut mengambil kertas itu sehingga kepala mereka berbenturan
"Auw ... sakit ". keluh penumpang sebelahnya sambil memegang kepalanya.
"Oh. .maaf ". Andika sambil mengangkat kepalanya dan menoleh ke penumpang sebelahnya. Andika terkejut karena penumpang sebelahnya adalah Cita.
"Kamu ..?". menatap tajam ke Cita ,jantungnya berdetak lebih kencang mengingat kejadian tadi di dalam mobil , tangannya bergetar ,bibirnya ikut bergetar entah dia harus mengatakan apa.
Cita tersenyum manja kepada Andika. kemudian suasana hening Andika tidak tahu harus memulai berbicara apa setelah kejadian yang membuat dia merasakan kehangatan, kenikmatan. Ada rasa malu, bahagia, bingung, entah apa yang dirasakan Andika saat ini.
Cita pun tidak berani memulai pembicaraan. Cita menunggu Andika akan berbicara apa tentang kejadian tadi di dalam mobil yang membuat Cita candu dengan belaian lembut Andika.
Suasana masih tetap hening, Andika memberanikan diri untuk memulai,dan yang dipikir Cita pun sama dia ingin memulai pembicaraan
maaf..
__ADS_1
kata ini terlontar dari keduanya dan kemudian mereka saling berpandangan dan tersenyum .
"maaf atas kejadian tadi, sungguh aku minta maaf ".Andika memohon sambil melipat tangan nya di depan dadanya yang bidang
Cita memegang tangan itu dan mengelus pipi Andika " tidak perlu minta maaf aku menikmati nya ". sambil tersenyum
"Aku ... aku juga menikmati nya sungguh aku menikmatinya, dan merasakan kehangatan yang berbeda". sambil tersenyum dan menatap cita dengan sayu
"Tapi maafkan aku Karena lancang melakukan nya sedangkan aku mempunyai seorang istri ". Andika memohon lagi dengan melipat kedua tangannya
Anita tersenyum lembut " Aku tidak akan menuntut mu untuk menikahi atau menceraikan istrimu , tapi ..?".
" Tapi ...?". Andika mengernyitkan alisnya mengisyaratkan dia tidak paham dengan perkataan wanita cantik ini
" Dan tidak akan mengatakan nya kepada istrimu dan menjaga rahasia ini ". sambil tersenyum manis penuh kepalsuan
"Thanks,kamu adalah wanita pengertian,cantik,elegan, smart . Sungguh aku beruntung bersamamu ". Andika tersenyum sambil memegang dagu Cita penuh kelembutan
Andika kamu masuk dalam jeratan ku
__ADS_1
batin Cita sambil tersenyum manis penuh kepalsuan.
***
mereka berdua sudah sampai bandara.
"Apa kamu datang ke acara Erik ". tanya Andika sambil berjalan beriringan dengan Cita
"Iya tentu aku akan datang ".
"baiklah kita bertemu disana ". sambil melambaikan tangan dan berjalan menyamping menuju Pak Imam yan menjemput di bandara
"ok". Cita mengangkat jempolnya kemudian berjalan menuju asistennya yang menjemput dia
Mereka berdua berpisah di bandara ini dan bertemu kembali di acara Erik
***
Sementara itu Niken yang sangat kecewa karena merasa di khianati suaminya dia merasa hancur remuk bagaikan di sambar petir,hanya sebuah harapan bahwa itu hanya sekedar foto sebagai seorang sahabat atau hanya sebagai relasi kerja.
__ADS_1
"Aku tidak boleh berpikiran negatif apapun yang terjadi aku harus semangat berjuang demi diriku sendiri dan anak yang aku kandung " Niken menyemangati dirinya sendiri kemudian bangkit dari sofa menghapus air mata yang jatuh di pipinya mencoba menguatkan dirinya demi janin yang di kandungnya .
Kemudian dia berdiri sambil menghela nafas panjang mencoba tersenyum walaupun dalam hatinya sangat sakit.