
"Terimakasih". Niken mengucapkan terimakasih dan turun dari mobil .
Erik membalas dengan senyuman kepada Niken , kemudian Niken membalas lagi dengan senyum manis dan melambaikan tangan.
Mobil Erik melaju meninggalkan Niken yang masih berdiri di depan rumah. Niken masih menatap mobil itu sampai hilang di telan jalanan.
Niken masuk kedalam rumah di sambut oleh Bi Ina
" selamat malam non. Bibi sudah siapin makanan dan air panas untuk mandi non." Bi Ina tersenyum sambil membuka pintu rumah dan menyambut Niken .
"Terimakasih Bi". jawab Niken
" Tunggu non," Bi Ina memegang tangan Niken kemudian Bi Ina sudah berada didepan Niken dan mengusap hidung Niken yang mengeluarkan darah atau mimisan .
" Non sedang mimisan ". sambil memperlihatkan darah yang baru saja di usap di hidung Niken .
" Ah masak Bi," Niken bergegas berlari menuju kamar mandi dia melihat wajahnya di cermin dan meneliti hidungnya yang keluar darah kemudian membersihkan dengan air dan tisu
"Non .. nona baik-baik saja ". bi Ina kuatir sambil mengetuk pintu kamar mandi
" Gak papa kok bi mungkin lagi capek aja BI jangan kuatir Bi ". sambil membersihkan hidungnya dari darah .
bi Ina yang mendengar itu lega namun Bi Ina masih kuatir. Niken keluar dari kamar mandi setelah membersihkan hidungnya . Bi Ina masih menunggu di depan pintu kamar mandi .
" Benar nona baik-baik saja ". Bi Ina kuatir dan memegang tangan Niken
" Iya Bi , Mungkin kecapekan butuh istirahat". sambil tersenyum mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja .
" Baiklah non habis makan segera tidur non !. Oh iya non saya pernah dengar non dari ibu saya dulu untuk membuat jamu jika sedang kecapekan non siapa tahu bisa meringankan kecapekan nona .besok bibi buatkan ya non? apa nona mau ? ".
"tentu bi , makasih ya ".
"sama-sama non , tidak perlu sungkan nona sudah saya anggap anak sendiri .Tapi sebaiknya nona periksa ke dokter aja non biar di periksa lebih lanjut !". sambil menepuk bahu Niken dan kemudian beranjak menuju dapur menyiapkan makanan untuk Niken.
Niken mengikuti Bi Ina dan duduk di ruang makan sambil mencicipi masakan Bi Ina.
"Hmm ..enak Bi.Ayo sini Bi kita makan ". Ajak Niken
Niken tidak pernah membandingkan posisi nya sebagai majikan dan pembantu bagi Niken Bi Ina sudah menjadi keluarga nya sehingga mereka sudah terbiasa makan bersama seperti keluarga .
Mereka bercengkrama saling bercerita kejadian hari ini dan kemudian mereka tertawa bersama seperti seorang sahabat .
__ADS_1
*****
" Lala sudah sampai mana produksi kita lah ?".
" Alhamdulillaah Bu sudah 100 persen dan semua sudah terkirim . Dan produk baru kita sukses besar di pasaran ". sambil memberikan berkas pemasaran yang di minta Niken
" God job La. Bagaimana dengan perencanaan pembangunan pabrik baru kita La ? ".
"Sudah 50 persen Bu , mungkin bulan depan sudah selesai dan bisa dipakai ".
" Bagus La . Terimakasih ya ". sambil mengembalikan berkas yang sudah ditandatangani
"Baik Bu ". sambil menerima berkas kemudian membungkuk kan badan dengan sopan dan memundurkan tubuhnya dan meninggalkan ruangan Niken .
Ting..
bunyi ponsel Niken , Niken langsung meraihnya dan mengusap layarnya . Ketika Niken mengetahui siapa yang menelepon nya. Dia tersenyum sendiri melihat ponsel itu dan segera meletakkan di telinga nya untuk mendengar suara yang dia rindukan
"Hai ...Gimana kabar kamu ?". telepon dari Erik
"Apa sudah makan ? ". dia melanjutkan bicaranya sebelum Niken menjawab pertanyaan yang pertama
"Bagaimana bisnis kamu ? aku baru aja melihat berita trending hari ini , ternyata produk kamu sukses besar Niken.Banyak investor yang ingin menanam modal di perusahaan kamu Niken ". Erik menelepon Niken dengan nada yang penuh semangat
" Wah... benarkah ? aku aja baru tahu ". Niken terperanjat dari duduk santainya dia berjingkrak kegirangan karena usahanya selama hampir 2 bulan ini tidak sia-sia dan selama itu pula hubungan dengan suaminya sedang tidak baik-baik saja suaminya jarang pulang dan jarang memberikan kabar sedangkan Niken membiarkan dia semau nya karena dia sudah muak bertengkar dengan suaminya.
"kamu harus traktir aku dong ! karena aku yang menjadi guru buat kamu ". Erik tertawa dan meledek Niken
"Baik guru , nanti saya traktir di tempat paling mahal dan mewah hahahaha... ". Niken tertawa kegirangan.
Erik yang mendengar suara Niken yang lucu itu pun tertawa , inilah yang membuat Erik tidak bisa melupakan Niken dia sangat lucu dan polos dia bisa membuat Erik tertawa dan membuat hidupnya lebih berwarna dia merasa Niken sangat berbeda dengan wanita lain yang selalu menjadi orang lain dihadapannya sedangkan Niken selalu apa adanya .
***
Erik dan Niken berada dalam satu mobil mereka menuju sebuah restoran mewah di kota itu . Sesampai di depan restoran mereka disambut oleh pegawai restoran dan mempersilahkan mereka masuk dengan sikap mereka yang sopan dan menuntun mereka ke meja yang sudah di sediakan.
Restoran yang mewah dengan interior yang serba mewah dan makanan yang mewah juga.
pegawai restoran menyodorkan menu untuk mereka.
" Silahkan ". dengan sopan pegawai itu memberikan menunya .
__ADS_1
" Aku pesan makanan yang di rekomendasikan di restoran ini ". Niken sambil tersenyum dan tidak melihat menunya .
" Yakin kamu mau pesan itu Niken ? ".
"iya kenapa ? ". Niken mengalihkan pandangannya kepada Erik
" Lihat lah ini ! ". sambil memperlihatkan menunya
Niken langsung melongo melihat list harganya matanya menajam melihat list harga yang sangat mahal. Dia menggaruk-garuk kepalanya dan meringis karena malu
" Eh sebentar ya saya pilih menu dulu ". Niken menatap pegawai restoran itu dengan senyum sedikit kecut .
" Sudah .. sudah tidak apa-apa kita pesan yang tadi ya ".
Niken melotot menatap Erik yang memesan makanan mahal itu. Erik melihat Niken dengan senyuman .
"Biarkan aku yang membayarnya anggap saja aku bangga punya murid seperti mu ". Erik dengan senyuman sedikit sombong .
" Tidak. .tidak biar aku yang membayarnya , aku kan yang mentraktir mu ". dengan senyuman kecut .
" Sudahlah aku tahu perusahaan mu baru naik daun pasti kamu masih perhitungkan lagi keuangan nya ".
" Tidak. .. tidak apa ". dia melambaikan tangannya dan tertawa kecil yang kecut
Erik tersenyum melihat tingkah lucu wanita dihadapannya yang membuat dia bertambah gemas ingin mencubit pipinya yang putih dan mencium bibirnya yang merah seperti ceri merah.
*****
Hai readers 😘😘
maaf ya telat upload karena author nya lagi gak enak badan 🙏🙏
semoga readers tercinta masih tetap setia mengikuti alur cerita nya ya 😁😁
Dan semangat selalu .
jangan lupa kasih like dukungan dan komentar ya biar author tambah semangat up lagi 😄😄
selamat membaca reader 😘
salam sehat dan semangat selalu 💪💪
__ADS_1