
Pagi yang cerah ,langit yang biru, dan bunga yang bermekaran didepan rumah , burung yang berkicau di pohon depan rumah Niken menambah semangat baru untuk Niken.
Niken membuka jendela menghirup udara segar kemudian membuka pintu kamar menuju balkon dia menatap kebawah memandangi bunga yang bermekaran seperti hati Niken yang sedang berbunga -bunga dan penuh dengan semangat.
Dia menelentangkan tangannya menghirup dalam-dalam udara segar pagi ini wajahnya berbinar cerah senyum nya merekah merah seperti buah ceri yang ranum .
"Ah.. segar sekali udara pagi ini ". ucap Niken lirih sambil menghirup dan menikmati udara pagi ini .
Namun kesegaran udara ini terasa panas ketika dia melihat mobil Andika berhenti di depan rumah. Niken melihat ke kaca mobil yang di Buka sedikit sesosok yang tak asing lagi dia adalah Cita sedang berada di mobil Andika .
" sedang apa mereka ini? apa mereka tidak tahu malu dan tidak menghargai ku sebagai istrinya ? berani-beraninya Andika mengajak wanita lain didalam mobilnya . mereka sungguh terang - terangan ingin berperang dengan ku " . Niken berkata sendiri didalam balkon sambil memandang ke mobil itu dengan tatapan penuh amarah .
Tenang Niken , pembalasan baru di mulai biarkan mereka bersenang-senang dulu. Anggap kamu tidak tahu apa-apa dan tidak melihat apa-apa.
batin Niken .
klek..
suara pintu kamar dibuka Niken segera kembali keruangan berpura-pura tidak tahu kalau Andika mengajak wanita licik itu didalam mobilnya .
Andika masuk kedalam kamar menuju ruang ganti mengambil beberapa baju nya .
" Kamu sudah pulang ? ". Niken berbasa-basi menyapa Andika dan pura-pura baik-baik saja .
" Iya , aku hanya mampir mengambil baju ganti ku hari ini ". masih sibuk memilih baju yang akan dibawanya
"Baiklah , apa perlu bantuan ku ? ". Niken berbasa-basi lagi dan yang sebenarnya dia sudah tidak Sudi membantu suaminya .
" Tidak perlu aku sudah selesai , oh iya malam ini aku akan pulang larut kamu tidak usah menungguku ". Andika sambil meninggalkan kamar ganti dan mengambil beberapa dasi di laci lemari
"Baiklah !".
meskipun kamu tidak pulang aku tidak peduli mas, karena ada dirimu dan tidak ada sama saja seperti tidak mempunyai suami . Kamu juga tidak pernah menghargai ku apa lagi peduli padaku dan apakah aku harus peduli padamu ? tidak mas ... sudah cukup ..
batin Niken bergelora
"Baiklah aku berangkat dulu ya ". sambil mendekati Niken dan ingin mencium kening Niken , namun Niken mundur dan memalingkan wajahnya berpura-pura tidak tahu kalau suaminya akan mencium keningnya .
Andika yang melihat itu mundur seakan dia mengerti perasaan istrinya yang masih belum bisa memaafkan nya.
Andika meninggalkan kamarnya dan menuju kebawah . Niken segera ke balkon melihat situasi dibawah . Terlihat Andika masuk ke mobil di sambut senyuman wanita licik itu kemudian melajukan mobilnya .
Niken yang melihat nya ingin rasanya melempar sesuatu ke atas mobil itu .
" Dasar tidak tahu malu ". umpat Niken berkali-kali.
__ADS_1
Andika dan Cita sudah tidak punya rasa malu lagi dan terang-terangan dihadapan Niken kalau mereka berhubungan .
Niken segera bergegas bersiap diri ke toko apalagi dengan kejadian pagi ini semangat Niken makin membara untuk melakukan balas dendam . Namun Niken berlagak seperti orang bodoh dan tidak tahu apa-apa didepan Andika dan bersikap seperti layaknya seorang istri seperti biasanya .
"Bi aku berangkat dulu ya ". Niken berpamitan kepada Bi Ina
" Baik non , hati-hati!". pesan Bi Ina
Niken tersenyum mendapatkan pesan dari bi Ina dan bergegas menuju toko.
***
Sesampai di toko Niken langsung ke dalam ruangan nya memeriksa beberapa berkas dengan serius kemudian bermain dengan mouse dan komputernya. Hari yang sangat sibuk bagi Niken .
Setelah makan siang Niken mengadakan meeting bersama Karyawan untuk berdiskusi menyelesaikan pesanan secepat mungkin dan membuat produk baru lagi.
Niken memimpin meeting dengan serius dan bersemangat para karyawan yang melihat semangat Niken pun ikut bersemangat bekerja keras dengan pimpinan mereka yang pekerja keras , bijaksana,baik dan penuh semangat.
Setelah selesai meeting Niken kembali keruangan dan bermain lagi dengan kertas-kertas ,mouse dan juga komputer nya dan tidak terasa waktu pun menjelang malam .
Lala masuk kedalam ruangan Niken dan berpamitan" Bu saya pulang dulu ".
" Ok La ". jawab Niken namun tidak menatap Lala sama sekali dan masih sibuk dengan komputer nya
" Bu sebaiknya ibu segera pulang ini sudah malam Bu ". Lala mengingat Niken
Lala tersenyum dan kemudian dia meninggal kan ruangan . Niken masih tetap sibuk dengan komputer nya .
Ting...
bunyi ponsel Niken .
Niken meraih ponselnya dan mengusap layarnya .
apa kamu sudah pulang ? apa kamu sudah makan ?
pesan dari Erik
Niken tersenyum membacanya
Ternyata masih ada yang mengingatkan aku makan , sedangkan suamiku memberi kabar saja tidak pernah
batin Niken ,kemudian Niken membalas pesan singkat itu
ini aku baru mau pulang
__ADS_1
Apa perlu aku menjemputmu? kita makan bersama aku belum makan ?. apakah kamu tidak ingin mengorek ilmu dari ku lagi 😄😄
Erik membalas nya
Niken semakin tersenyum membaca nya
Baiklah 😄😄
aku akan mengorek habis ilmu mu 🤪🤪
Niken membalas nya
beberapa menit kemudian Erik sudah berada di depan toko dan mengirim pesan untuk Niken .
aku sudah didepan
Erik
cepat sekali dia datang
Niken bicara sendiri dan kemudian dia membalas pesan singkat itu
Baiklah aku segera keluar
Niken
Niken membereskan pekerjaan nya dan mematikan komputer nya dan bergegas keluar menemui Erik .
Erik sudah bersiap didepan mobil membukakan mobil layak nya membuka kan pintu untuk sang ratu dan mempersilahkan Niken masuk.
Erik melajukan mobilnya ke sebuah restoran dekat dengan toko Niken . Lampu- lampu kota ini serasa menerangi hati Niken yang sedang gelap gulita karena ulah suaminya dan alunan lagu di dalam mobil ini mengisi kehampaan dalam hati Niken . Dan laki-laki disampingnya sudah membuat hati Niken berbunga dan jantungnya berdetak dengan kencang tak seperti biasanya karena Erik memperlakukan Niken seperti seorang ratu didalam hidupnya.
Setibanya di restoran mereka memesan makanan dan berbincang-bincang mengenai kejadian hari ini dan perkembangan bisnis Niken . Meraka saling bertukar pendapat dan Erik membimbing Niken dengan sabar dan penuh kasih sayang .
***
hai readers selamat membaca ya😘😘
semoga suka dengan ceritanya 😀
Tanpa kalian apakah arti sebuah karya , terimakasih teman-teman readers jangan lupa selalu dukung ya 🙏🙏
Dan ikuti terus keseruan ceritanya ya 🙏🙏
salam sehat selalu semoga kita dalam lindungan Allah SWT dan tetap semangat membaca.
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komentar , dukung terus ya biar semangat up nya 😃😃😃