Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
aku punya anak


__ADS_3

Cita yang melihat Andika menggandeng Niken sangat kesal dia menghentakkan kakinya dengan raut wajah yang kesal dengan tatapan sinis dia kemudian berjalan mendekati Mereka namun sebelum Cita mendekat ada yang menarik tangan nya dengan kencang dan menyeretnya ke luar


"Auw..auw ..sakit" sambil memegang tangannya yang diseret


"lepaskan !, br*ngs*k..!". Cita mengumpat sambil mencoba melepaskan genggaman itu namun genggaman itu makin erat


"Diam kau wanita ****** ". sambil melempar tangan nya yang dipegang ketika sudah berada diluar


"auw..". Cita sambil mengusap tangannya dan meringis kesakitan


"Jadi kau Nadia , apa masalah mu ?". Teriak Cita dengan wajah menantang dan mengajukan badannya


"Diam kau wanita ******, sekali lagi kau mengganggu kebahagian Niken aku akan patahkan tangan mu ". Nadia sambil mengangkat telunjuknya mengancam Cita kemudian pergi meninggalkan nya


" Auw .. ,dasar wanita gil*".Cita mengumpat lagi sambil memegang tangan nya yang sakit


Niken dan Andika berjalan menuju keluar entah ada apa dengan Andika tidak biasanya dia memegang tangan Niken dengan erat seakan-akan dia pamer bahwa dia istrinya , dengan percaya dirinya dia terus memegang tangan Niken sambil menyapa rekan kerjanya yang di lewati .


deg..


jantung Niken berdebar dia merasa tidak seperti biasanya, ada rasa bahagia,sedih ,kecewa campur aduk. Andika yang biasanya dingin selalu berjalan di depan Niken tanpa peduli sekarang memegang nya tangannya dengan erat.

__ADS_1


Entah dia harus berkata apa dengan perasaannya.Dia ingin bertanya tentang berliburnya dengan Cita namun dia tidak ingin kehilangan momen bahagia ini terlebih dia sedang hamil.


"ah... apa yang harus aku lakukan " pikirnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan lamunannya.


Ketika dia berada di pintu masuk tanpa sadar mereka berpapasan dengan Cita


deg...


jantung Niken mulai berdetak dengan kencang begitupun dengan Andika dan Cita mereka tidak tahu harus berkata apa dan melakukan apa. Cita celingukan seperti orang kebingungan sedangkan Andika langsung menghentikan langkahnya seperti orang terkejut dengan mata yang sedikit melotot .


Cita menguasai dirinya kemudian menerobos melewati keduanya dan menabrak bahu Niken .


"Ah.. " Niken sambil memegang bahunya yang di tabrak.


Niken terdiam dia melihat sesuatu yang menarik yang di pakai oleh Cita. Niken memandang kalung Cita yang menarik baginya .


"Kalung itu bagus sama seperti seleraku dengan warna favorit yang aku suka ". batin Niken sambil memandang kalung Cita


"kamu tidak apa-apa , ayo kita pulang ". ajak Andika sambil menggerakkan tangan Niken yang di pegang nya .


Didalam mobil Niken hanya memandang keluar jendela dia tidak tahu harus bertanya apa dan berkata apa suasana hening. Andika pun masih menguasai dirinya setelah berpapasan dengan Cita, dan menata nafas dan kata-kata untuk di lontarkan ke Niken .

__ADS_1


"uwek ... uwek ... " perut Niken mual mencium aroma pengharum mobil .


" kenapa kamu sayang ??sakit ?..,"Andika sedikit kuatir sambil menoleh kearah Cita dengan pandangan sayu dan memegang pahanya.


"Tolong buang pengharum ini ". pinta Niken


" Kenapa ini Kan aroma kesukaan mu ?".


"tolong buang ! ". pinta Niken lagi sambil menutup mulutnya menahan muntahannya keluar lagi .


"Baik ". Andika menepikan mobilnya tanpa banyak tanya lagi yang biasanya dia tidak peduli sekarang menjadi penurut didepan Niken .


Andika turun dari mobil dan membuang pengharum itu . Niken membuka jendela agar udara bisa masuk dan menghilangkan aroma pengharum yang masih tersisa di mobil .


" Kamu kenapa sakit ? ". tanya Andika sambil memegang tangan Niken


"Hmm .. anu mas ..". Niken sedikit ragu mengatakan kalau dia sedang hamil


"Anu kenapa?." mendesak Niken mengatakan


" aku hamil ".

__ADS_1


"apa hamil ?.." Andika menutup mulutnya dengan tangan tidak percaya dan kemudian mengepalkan tangannya " yes... aku punya anak ". Andika tertawa sangat bahagia dan menggoyang-goyangkan badannya


" Aku punya anak .. aku punya anak ". sambil bergoyang dan kemudian mencium kening Niken " makasih ya sayang...". Andika yang tidak pernah bilang terimakasih kepada Niken Tiba-tiba dia mengucapkan terimakasih dengan mata sayu wajah bahagia dan senyum yang merekah ..


__ADS_2