
" Tapi pertanyaannya apakah aku mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dan memperebutkan projects ini ?". Niken meragukan kemampuan nya dan menghela nafas panjang .
Erik tersenyum mendengar perkataan Niken kemudian mengelus puncak kepala Niken
"Aku mengenal Albert sangat baik Niken , dia tidak akan semudah itu ber investasi ke perusahaan yang baru tumbuh jika dia tidak benar-benar melihat potensi di perusahaan ini dan tidak benar-benar percaya kepada pemiliknya . Karena Albert adalah orang yang cermat dan berhati-hati".
" Jadi maksud kamu Albert sudah percaya padaku dan perusahaan ku sejak awal dan sejak aku memperkenalkan produk ku di acara kamu ". Mata Niken sedikit berbinar ada sedikit harapan di matanya
" Benar sekali Niken ". Erik tersenyum sambil menyentuh hidung Niken .
"Tapi aku masih belum sehebat meraka yang mampu mempresentasikan perusahaan nya di depan orang banyak ,sungguh aku masih tidak percaya diri melakukannya ". tatapannya lesu begitu pun raut wajahnya masih belum ada semangat membara dan kepercayaan diri pada Niken
Erik tersenyum lagi melihat wanita di samping nya ini yang masih belum sadar kemampuan berbisnis nya.
" Kamu tenang saja aku akan membimbing mu dan mengajarimu hingga kamu mampu bersaing dengan mereka ".
" Benarkah ". raut wajahnya kembali ceria
" of course ". Erik mengatakan penuh keyakinan
" Terimakasih", dan secara refleks Niken memeluk Erik dengan erat menyalurkan rasa bahagianya.
Erik yang di peluk Niken terkejut namun dia menikmati pelukan itu yang dia nantikan selama ini .
" Eh maaf...". Niken tersadar bahwa dia memeluk Erik dan dia segera melepaskannya mengingat statusnya masih bersuami .
Erik tersenyum lagi melihat wanita di sampingnya salah tingkah.
" Baiklah aku antar kamu pulang karena hari sudah mulai petang, tidak usah mampir ke kantor istirahat saja di rumah dan persiapkan besok untuk latihan ya, aku sudah menyuruh Lala mengurus kantor tadi ". sambil berdiri dari tempat duduknya
ya ampun sungguh kamu pengertian sekali Erik , sungguh aku menyesal telah menikah dengan orang lain
Batin Niken sambil memandang Erik penuh kekaguman
Niken tersenyum dan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti langkah Erik menuju mobilnya .
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Niken
"baiklah aku pulang dulu ya , terima kasih untuk hari ini ". Niken berpamitan sambil membuka mobil Erik
__ADS_1
" Baiklah aku tunggu besok semangat mu untuk latihan Niken ". sambil mengangkat tangan nya dan mengepal kan jarinya memberi semangat kepada Niken
Niken tersenyum manis dan kemudian dia turun dari mobil Erik , Ketika Niken hendak melangkah kan kakinya kedalam rumah Erik memanggil nya.
"Tunggu dulu Niken ,tetap disitu". sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya beranjak menghampiri Niken
Niken terkejut dan membalikkan badannya , dan sekejap Erik sudah ada di depan Niken . Erik mendekatkan wajahnya ke wajah Niken kemudian mendekatkan bibirnya di telinga Niken
" I love you Niken " . dia berbisik di telinga Niken dan kemudian tersenyum dan kembali kedalam mobil dan melajukan mobilnya .
Niken yang mendengar bisikan itu tercengang tidak bergerak kaku di tempatnya , kata-kata itu masih terngiang di telinganya hingga dia terhanyut di dalamnya.
" Non .. non ". Bi Ina yang melihat Niken terpaku kuatir segera menghampiri dan memanggil Niken dan menarik sudut baju Niken .
Niken berkedip dan terkejut dengan panggilan BI Ina " eh Bi Ina ". kemudian masuk kedalam rumah nya
" Non mau mandi dulu atau makan dulu ". sambil mengikuti langkah kaki Niken masuk kedalam rumah .
" Aku mandi dulu Bi ".
Kemudian Niken bersiap untuk mandi dan masuk kedalam kamar mandi nya . Didalam kamar mandi kata-kata Erik masih terngiang hingga tak terasa sudah setengah jam didalam kamar mandi .
" non .. non. ... apa sudah selesai bibi sudah menyiapkan makanan nya non nanti keburu dingin ".
Niken tersadar kembali oleh ketukan pintu dan teriakan Bi Ina
" baik Bi ". kemudian Niken segera bergegas mengambil handuk menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang dan menggelengkan kepalanya untuk menjaga pikiran nya.
***
Niken mulai berlatih dengan serius dan di bimbing oleh Erik dengan sabar dan penuh kasih .
Hampir seminggu Niken berlatih hingga larut dia menghafal kan kata-kata dan strategi bisnis hingga dia benar-benar menghafal nya.
" Bagiamana kamu sudah menghafal dan mempelajari apa yang aku berikan padamu Niken ? ".
" Tentu saja aku menghafal dan mempelajari ". sambil tersenyum membanggakan dirinya .
" Bagus lah kamu memang murid yang cerdas " sambil mengacak-acak rambut Niken dengan gemas
__ADS_1
" Tunggu apa kamu tidak ikut memperebutkan projects ini bukan kah ini akan menambah keuntungan untuk perusahaan mu ? ".
" Aku tidak ikut Niken karena bagiku aku atau kamu yang ikut sama saja karena kita adalah partner kerja , jika aku pun yang dapat aku pasti akan mempromosikan perusahaan mu untuk bekerjasama , tapi masalah nya apa kah kamu melakukan hal yang sama dan menganggap aku partner kerja ? ". Erik menatap Niken tajam ingin segera tahu jawaban dari Niken
" Tentu saja , kita adalah partner dan aku menganggap mu adalah suhu guru besar ku hahha ..". Niken mulai ceria dan kembali dengan candaannya
Erik yang mendengar candaan Niken terkekeh dan merasa bahagia
" Tapi tunggu dulu , kenapa kamu begitu percaya padaku apa kamu tidak takut aku menghianati kepercayaan mu ".
" Beginilah cara ku berbisnis Niken aku akan menolong perusahaan yang baru tumbuh dan memberi kepercayaan kepada mereka. tanpa ada balas Budi dari mereka. Karena dengan cara itu kita menguatkan perusahaan kita sendiri dengan tidak bermain licik dan memberi kesempatan kepada perusahaan lain . Dengan begitu menumbuhkan rasa kesetiakawanan sehingga ketika perusahaan kita jatuh perusahaan yang lain akan berbondong-bondong membantu kita ". tutur Erik dengan bijaksana nya.
Niken memandang Erik penuh kekaguman.
" Wah kamu memang bijaksana Erik , beda dengan dulu yang sedikit nakal dan bebal .hahhahha... ". Niken bercanda lagi
Erik pun terkekeh dan meras terhibur dengan candaan Niken .
###
Berbeda situasi dengan Andika dan Cita.
Cita memang wanita licik segala cara dia halalkan untuk mendapatkan projects ini dengan cara menjatuhkan lawan-lawan yang lain . perusahaan Andika pun juga menjadi targetnya demi memenangkan projects ini apalagi dia mendengar bahwa Niken pun ikut andil
Asisten Cita datang menghampiri cita sambil berbisik di telinganya.
"Apa ..? " raut wajah Cita berubah marah ketika mendengar bisikan dari asisten nya bahwa Niken ikut memperebutkan projects ini
" Berani-beraninya dia ikut bersaing dalam projects ini ". sambil menggebrak meja di depannya.
Asistennya yang melihat kejadian itu terkejut dan sedikit mundur ketakutan.
" Aku harus merencanakan sesuatu agar aku bisa menang dalam projects dan menindas perusahan Niken ". Cita mengepal kan tangan nya dan dengan tatapan yang penuh dengan amarah .
***
Hai readers selamat membaca 😘😘
salam sehat selalu 😁😁
__ADS_1