
Andika setiap hari ke rumah Niken dia masuk ke dalam ruangan satu persatu menatap seluruh ruangan dengan mata yang berkaca-kaca kemudian terakhir adalah kamar Niken dan Andika dimana mereka menghabiskan waktu bersama . Dan setiap hari tiap malam tumpah ruah air mata Andika di kamar itu dia benar - benar menyesali perbuatannya terhadap Niken istri nya .
****
Pemandangan yang hijau dan udara yang sejuk, di depan rumah terhampar taman yang luas dengan di hiasi bunga warna-warni dan kupu-kupu yang berterbangan setiap hari menambah ke indahan pemandangan. Burung yang berkicau memberi suasana asri dan pepohonan yang rindang dan angin yang semilir membuat suasana tenang di depan rumah nenek kakek Niken yang sekarang Niken tinggali.
Rumah dengan desain kuno tapi rapi bersih dan sangat asri disinilah Niken tinggal. Penuh ketenangan di temani Bi Ina , Bi Ijjah pembantu rumah neneknya,dan sopir Niken Pak Imam yang terkadang dia harus riwa-riwi ke kota Niken untuk memberikan berkas kepada Lala.
Niken menghirup udara segar di depan rumah , rumah masa kecilnya dimana banyak kenangan yang tertinggal disini bersama orangtuanya dan kakek neneknya. Mata Niken tertuju ke ayunan di depan rumah yang masih kokoh dan terawat dia teringat masa kecilnya yang sering mainan ayunan dengan kakek neneknya. Suara gelak tawa Niken kecil dan kakek neneknya di masa itu masih terngiang di telinga Niken .
Niken menghampiri ayunan itu dan bermain ayunan sambil menikmati udara pagi yang segar. Tiba -tiba Niken dikejutkan oleh suara tawa anak-anak kecil yang sedang bermain di taman depan rumahnya.
Dia menangkap sosok yang tak asing baginya cantik dan mempesona. Niken memfokuskan pandangan nya ke wanita itu. Tiba -tiba Niken di kejutkan oleh suara Bi Ijjah.
" Non ayo sarapan dulu ". ajak Bi Ijjah
" Iya bentar Bi ". jawab Niken sambil menoleh ke Bi Ijjah.
Bi Ijjah penasaran apa yang di lihat oleh Niken sehingga dia lupa untuk sarapan . Bi Ijjah menghampiri Niken dan memandang apa yang dipandang Niken .
" Itu adalah anak - anak panti asuhan nona mereka semua mengidap penyakit seperti kanker atau penyakit yang sulit di sembuhkan, dan yang perempuan adalah nona Maisya . Dia yang mendirikan panti asuhan tersebut mendedikasikan khusus untuk yatim piatu yang mempunyai penyakit yang sulit di sembuhkan'". Bi Ijjah menjelaskan kepada Niken sambil menunjuk mereka .
" Maisya sepertinya saya pernah bertemu dengannya ". jawab Niken
" Nona Maisya juga seorang yatim piatu dia juga mengidap penyakit namun semangat dia untuk membantu yang lain sangat mengapresiasi, dia mengelola perkebunan peninggalan orangtuanya dan membantu petani daerah sini sehingga mampu mengolah hasil panen sendiri menjadi bernilai jual tinggi dan mempunyai pabrik kecil khusus mengolah hasil panen daerah sini. Hasil nya pun dia sumbangkan untuk rumah sakit dekat sini khusus untuk orang - orang yang tidak mempunyai biaya .Bagi kami dia adalah keluarga sekaligus penolong kami nona". Bi Ijjah bertutur mengenai Maisya
" Wah .. sungguh mulia dia ya Bi, padahal umurnya masih muda dari aku ".
" Benar nona ".
__ADS_1
Niken tertarik mengenal Maisya lebih jauh dan dia menghampiri Maisya dengan perasaan nya yang kagum .
Suara gelak tawa mereka semakin dekat dan dekat Niken pun semakin tertarik mendekat . Niken berdiri di sebelah mereka dengan mengembangkan senyum manisnya di hadapan mereka .
" Kak Niken ?". Maisya menyapa Niken tapi masih ragu.
" Iya benar aku Niken , Maisya ". sambil mengulurkan tangan nya
Maisya menjabat tangan Niken dan memeluknya . " Kenapa kakak ada disini ?". tanya Maisya
" Aku berada di rumah nenek dan kakek ku Maisya ". Niken sambil menunjuk rumah di depannya.
Anak- anak yang bersama Maisya masih melihat mereka mengobrol dan ada yang bermain sendiri .
" Oh kakak tinggal disitu ya , aku setiap hari ada disini Kaka mengajak anak-anak menikmati indahnya taman ini ".
" Boleh aku gabung dengan kalian ". Niken sambil tersenyum dan mengelus puncak rambut seorang anak di dekatnya
Mereka bermain-main di taman itu bersama hingga Niken pun lupa tentang kisah hidupnya yang memilukan dan kerinduannya kepada orang - orang terdekat di kota nya.
Maisya mengajak Niken berkeliling hingga dia di ajak ke tempat panti asuhan punya Maisya.
Suasana yang menyenangkan di suguhkan di panti asuhan ini , mereka saling bekerja sama seperti seorang keluarga saling menguatkan satu sama lain.Walaupun di panti asuhan ini adalah anak-anak yang mengidap penyakit mematikan namun semangat untuk hidup dan bertahan hidup sangat kuat karena mereka merasa banyak orang yang mendukung nya banyak keluarga yang menunggunya sembuh walaupun mereka tidak punya keluarga namun kebersamaan mereka seperti keluarga.
Sungguh luar biasa kamu Maisya di masa kamu yang seperti ini kamu menunjukan bahwa bermanfaat bagi orang lain lebih baik daripada kita harus menyusahkan orang lain dan bergantung kepadanya. Sungguh pemikiran yang luar biasa
Batin Niken kagum terhadap Maisya .
" Baiklah Maisya aku pulang dulu ya besok aku kesini lagi membantumu mengurus mereka " . Niken berpamitan kepada Maisya setelah beberapa lama dia berkeliling di panti asuhan .
__ADS_1
" Baik kak , terimakasih ya !". jawab Maisya
Niken meninggalkan panti asuhan dengan kekaguman kepada mereka. Niken merasa lemah dihadapan mereka , Niken yang putus asa dengan penyakitnya dan tidak mempunyai semangat hidup kini melihat mereka yang berjuang bertahan hidup sedikit membuat Niken berubah pikiran. Karena separah apa pun penyakit yang menyerang , kita harus berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dan bersemangat karena keajaiban akan datang kepada siapa saja yang percaya.
Niken Kembali kerumah nya disana sudah di sambut oleh Bi Ina .
" Dari mana saja non ,bibi kuatir". Tanya Bi Ina
" Jalan - jalan Bi ". Niken sambil tersenyum
" Nona nanti jangan lupa kerumah sakit ya !".
" Baik Bi Ina ". sambil tersenyum lagi dan beranjak menuju ruang makan
Di tempat makan sudah di hidangkan makanan kesukaan Niken .
" Wah pasti enak nih ". Niken sambil mencicipi makanan di meja
" Tentu non Bi Ina yang masak ". bi Ina menyombongkan diri.
Bi Ijjah hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua .
" Non Lusa mungkin bi Ina akan ke kota non menjenguk cucu BI Ina ". Bi Ina sambil menyiapkan piring di meja makan .
" Oh baiklah bi tidak apa -apa disini masih ada Bi Ijjah yang merawat ku , Bi Ina Jangan kuatir . Biar nanti dia antar pak imam pulang ya !". jawab Niken sambil mengambil nasi dan beberapa lauk kesukaan nya
" Makasih ya non ". jawab Bi Ina dengan raut wajah yang bahagia
" Enggeh bi Ina ndak usah kuatir , masih ada saya disini merawat non Niken ". sahut Bi Ijjah dengan campur bahasa jawanya
__ADS_1
***
bersambung