
Dirumah Niken
"Apa kamu tinggal sendiri dengan suami saja Niken? " . Tanya Nadia sambil masuk kerumah Niken
"Iya " . Jawab Niken sambil mempersilahkan mereka masuk
" Wah rumahmu bagus juga Niken ,luas . Apa kamu sendiri yang membersihkan semua? Tidak ada PRT?. " Tanya Nadia
" Aku sendiri saja . Kalau aku lagi sakit atau kecapekan baru aku panggil orang untuk membantu pekerjaan rumah tanggaku".
" Memang kamu gak merasa kesulitan Niken ?"
" Tidak Nadia , aku menikmatinya menjadi ibu rumah tangga". Sambil tersenyum
" Kamu memang ibu rumah tangga idaman , lebih mementingkan keluarga daripada karir,"
" Ngomong - ngomong banyak yang suka sama rangkaian bunga kamu Niken ". Erik menyela pembicaraan mereka.
" Iya Niken , banyak yang suka . Di tempat kerjaku banyak yang memesan rangkaian bunga mu". Nadia menyetujui perkataan Erik
__ADS_1
"Oh ya, " Niken merasa senang
" Baiklah Niken kami pulang dulu ya sebentar lagi pasti suami mu pulang kerja dan kamu harus istirahat agar segera pulih " . Erik
Ok. Makasih ya teman - teman . Maaf sudah merepotkan kalian ".
" Siap Niken . Kalau butuh apa - apa hubungi aku atau Erik ya kita siap membantu mu ". Nadia sambil menepuk bahu Niken
Kemudian mereka berpamitan dan meninggalkan rumah Niken.
Malam sudah larut namun Andika suami Niken tak kunjung pulang . Niken merasa kuatir ingin dia menelepon suaminya tapi ketika dia mengingat kejadian di restoran tadi Niken jadi malas untuk menelepon .
Dia terus mondar-mandir hingga dia merasa lelah dan kemudian menyalakan televisi dan duduk di sofa hingga akhirnya dia tertidur hingga matahari terbit .
Suami Niken tidak pulang hingga pagi ini , dia tidak memberi kabar.
"Sudah pagi ?". Niken terbangun sambil mengusap matanya . Matahari yang terbit membuat mata Niken silau.
Dia segera melihat ponselnya , dan ternyata yang dia harapkan tidak sesuai dengan harapannya ,kabar yang dia tunggu dari suaminya tidak ada.
__ADS_1
Kemudian dia memulai aktivitas seperti biasanya membersihkan rumah ,mencuci , memasak, kemudian dia bersiap - siap pergi ke toko . Dan sesekali dia melihat ponselnya lagi. Ingin rasanya dia menelepon duluan tapi harga dirinya melarang nya untuk mendahului menelepon.
" Apa aku telepon saja ," pikir Niken
" Ah sudahlah, pasti dia nanti pulang ,tapi bagaimana kalau dia tidak pulang lagi ". Pikiran Niken bergejolak hingga akhirnya harga dirinya terkalahkan oleh perasaannya .
Dia menelepon beberapa kali tapi tidak diangkat . Kemudian dia mendapatkan pesan singkat.
" Maaf aku lagi sibuk kerja, nanti aku telepon lagi. Tadi malam aku tidak pulang karena ketiduran di kantor karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kamu baik - baik ya dirumah ,nanti aku pulang ".
Melihat pesan singkat itu Niken merasa lega , tenyata suaminya sudah tidak marah lagi dengan kejadian di restoran dan sepertinya dia melupakan kejadian itu.
"Baik mas " . Niken membalas pesan singkat itu
kemudian dia bersiap - siap berangkat ke toko .
ketika dia keluar dari rumah dia melihat mobil Erik terparkir tidak jauh dari rumahnya , kemudian mobil Erik melaju di depan rumah Niken .
Ternyata Erik memang sengaja pagi-pagi sekali dia berangkat dari rumahnya ingin melihat keadaan Niken , dia pura - pura sedang melintas di daerah rumah Niken padahal dia memang sengaja karena ingin melihat Niken .
__ADS_1